Till Death do us Part

102 7 0
                                        

Previously

Dengan satu tarikan napas dalam, aku melangkah menuju upacara. Angin sepoi-sepoi menyapa wajahku, suara lembut kerumunan terdengar di udara.

Inilah saatnya. Inilah momen yang kutunggu. Dan saat aku melangkah maju, aku menyadari, apapun yang telah terjadi, inilah tempat yang seharusnya aku tuju.

...............

(6 Bulan Kemudian)

Aku resmi menjadi tunangan Draco Malfoy. Akhirnya, setelah semua rintangan yang aku dan Draco lewati, aku bisa merasakan mimpi yang dulu hanya sebuah angan kini menjadi kenyataan. Perjalanan yang penuh cobaan ini mengajarkan kami banyak hal—tentang cinta, kesabaran, dan bagaimana kami berdua bisa bertahan meski dunia di sekitar kami terkadang tampak begitu tidak pasti.

"Gene.....? Earth to Genevieve, do you hear me?" Suara Draco memecah lamunanku. Dia melambai-lambaikan tangannya di depan wajahku, menunggu aku kembali ke dunia nyata.

Aku tersadar dan menatapnya dengan sedikit kaget. "Oh, maaf, aku melamun," kataku sambil tersenyum canggung.

"Come on, kita akan terlambat! Hari ini adalah hari pernikahan Pansy dan Blaise. Ayo cepat!" ucap Draco sambil menarik tanganku, berusaha mengajakku bergegas.

Ya, hari ini adalah hari yang spesial—pernikahan Pansy dan Blaise. Lima bulan lalu, tepatnya dua minggu setelah pertunanganku dengan Draco, Blaise melamar Pansy saat kami sedang liburan bersama di New York. Sebuah momen yang begitu romantis dan tak terduga, dan sejak saat itu, semuanya berubah begitu cepat.

Sesampainya di tempat acara, aku melihat Pansy yang berdiri anggun di pelaminan, mengenakan gaun pengantin putih yang indah. Wajahnya bersinar, matanya penuh kebahagiaan.

"Congrats, sissy, akhirnya aku bahagia untuk kalian berdua," ucapku, memeluk Pansy dengan erat. Rasanya begitu luar biasa melihat sahabatku ini akhirnya mencapai kebahagiaan yang dia impikan.

"Thank you, kamu juga terlihat sangat cantik," jawabnya, senyum tulus menghiasi wajahnya. Pansy selalu punya cara untuk membuat setiap orang merasa spesial, bahkan di hari paling penting dalam hidupnya.

"Hey, kapan menyusul?" ledek Blaise kepada Draco, tersenyum nakal dan memberikan tatapan penuh arti.

Draco tertawa kecil, lalu berbisik, "Lihat saja nanti, tunggu saja." Suara godaan dalam ucapannya tidak bisa disembunyikan. Sebagai seorang pria yang selalu tenang dan penuh perhitungan, Draco hanya menunjukkan sisi cerianya di momen-momen seperti ini—sebuah sisi yang hanya aku dan beberapa orang terdekatnya yang bisa melihat.

Pernikahan Pansy dan Blaise berlangsung dengan sangat indah, penuh dengan tawa, kebahagiaan, dan tentu saja, kenangan yang akan terus kami simpan. Aku merasa sangat beruntung bisa berada di sini, merayakan hari spesial mereka, sambil mengenang perjalanan panjang yang telah aku dan Draco lalui bersama.

Namun, di balik tawa dan kebahagiaan ini, ada satu hal yang selalu menempati pikiran kami—apa yang akan terjadi setelah kami berdua menikah? Apa tantangan berikutnya yang harus kami hadapi bersama? Tapi untuk saat ini, aku hanya ingin menikmati momen ini, bersama Draco, Pansy, Blaise, dan semua orang yang berarti dalam hidup kami.

"Draco," panggilku lembut, menarik perhatian tunanganku yang masih berbicara dengan Blaise. "Aku pikir, ini hanya awal dari perjalanan kita berdua, kan?"

Draco tersenyum, meletakkan tangannya di punggungku dengan penuh kasih sayang. "Ya, Gene. Ini baru permulaan."

............

Tak terasa dua tahun berlalu sejak pernikahan Blaise dan Pansy. Enam bulan lalu, kakak laki-lakiku, Niko, resmi menikah dengan kekasihnya, Elle. Mattheo dan Astoria baru saja bertunangan beberapa bulan lalu. Waktu berjalan begitu cepat, dan kini, pada tanggal 27 Februari, aku merayakan ulang tahunku yang ke-19. Hari ini juga menjadi hari yang sangat spesial, karena Draco dan aku memilih untuk mengadakan pernikahan kami pada hari ulang tahunku, di tempat favoritku, yang telah menjadi bagian penting dari hidupku.

My Dearest MalfoyTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang