Mereka sudah sampai di hotel tempat mereka akan menginap selama di Jogja. Mereka memesan dua kamar besar. Pembagian kamarnya tentu saja berdasarkan anak laki-laki dan anak perempuan.
Kala yang memang tidak bisa diam langsung bergegas bersama Diasta dan Reina menuju kolam renang yang ada di hotel itu begitu mereka selesai menaruh barang mereka di Kamar dan mengganti pakaian mereka dengan pakaian yang cocok untuk berenang. Sementara Oliv, Ghina dan Anin lebih memilih berbaring atau sekedar main dengan ponsel mereka. Terutama Oliv yang kakinya masih sakit. Ia ingin ikut ke kolam renang tapi keadaan kakinya tidak mengizinkannya.
"Ide aku bagus banget emang, panas-panas gini enaknya berenang," gumam Diasta bangga.
"Yaudah ayok kita nyebur?" Ajak Kala penuh semangat.
Reina menahan Kala yang udah siap nyebur karena memperhatikan kedalaman kolam.
"Dalam nggak nih? Kalau kelelep gimana?" tanya Reina.
"Telepon Anin aja kali elah ribet amat kamu Rein," cibir Diasta.
"Woy kalau kelelep mana bisa nelpon si Anin tolol!" sahut Reina membuat Diasta diam tapi langsung mencebik sementara Kala tersenyum menatap Reina.
"Kalau nggak nyebur kita kan nggak tau ini kolam dalem apa nggak," kata Kala membuat Reina ikut diam.
"Woy kalau mau renang jangan setengah-setengah kali neng."
Suara yang mereka kenal itu membuat mereka menoleh dan rupanya itu suara Sadewa yang muncul bersama Orion, Abian, dan Kafka.
"Ya kamu aja dulu sono cobain!" kata Reina ketus menjawab kata-kata Sadewa tadi.
"Si Orion noh katanya yang mau nyebur duluan," kata Sadewa menunjuk Orion.
"Eh kenapa jadi aing nyet?" Kata Orion yang merasa ditumbalkan Sadewa.
"Udah barengan aja kalian," kata Reina yang menarik tangan Orion dan Sadewa.
"Eh, eh, eh-"
Byurrrr!
Orion dan Sadewa kini sudah berada di dalam kolam yang ternyata tidak terlalu dalam itu.
"Eh anjir hp aing tenggelam," kata Sadewa yang sadar di dalam saku celanya masih ada ponselnya.
Ia kemudian mengeluarkan ponselnya lalu mengangkatnya. "Untung hp aing anti air."
"Hp Orion ganteng mah nggak euy sialan," dumel Orion meratapi hpnya yang mati lalu di berikan pada Kafka. Dan tanpa mereka sadari, Diasta, Reina dan Kala kompak mendorong Kafka ke kolam dan lagi-lagi ponsel Orion kembali masuk ke air sementara ponsel Kafka sempat Kala selamatkan dan memberikannya pada Abian.
"Kamu kenapa nyebur juga Kafka?" protes Orion.
Kafka lalu menunjuk tiga perempuan yang terkekeh itu.
Kala asik terkekeh melihat wajah frustasi Orion sampai tanpa sadar seseorang mendorongnya ke kolam.
Orang itu adalah Raesham.
Kolam itu memang tidak dalam bagi Kafka, Orion dan Sadewa tapi ternyata terasa dalam bagi Kala yang kini wajahnya kesulitan berada di atas permukaan air karena tubuhnya terlalu kaget.
Kala bisa berenang hanya saja tubuhnya terlalu terkejut.
Raesham yang merasa bersalah pun langsung lompat ke air menolong Kala karena semuanya tampak membeku. Dia dengan cepat lalu membantu Kala ke pinggir kolam renang dan naik kembali ke atas.
"Kal, kamu nggak apa-apa?" tanya Reina dan Diasta khawatir.
Kala menggelengkan kepalanya lalu menoleh pada Raesham yang menatapnya dari dalam air. Walau terlihat santai tapi Kala bisa melihat wajah khawatir Raesham, pasti dia merasa bersalah juga.
KAMU SEDANG MEMBACA
Belofte
Teen FictionBelofte itu janji. Kita mungkin janji untuk tidak saling jatuh cinta, tapi kalau Tuhan janjinya ngasih kamu untuk aku gimana? _Jungri Lokal Version_
