"Alhamdulillah aing menang, tumben sekali pemirsa," gumam Sadewa yang menjadi pemenang permainan gapleh kali ini.
"Tumben kamu kalah Sam?" tanya Abian heran sementara yang ditanya hanya geleng-geleng kepala sambil nyengir.
Raesham mungkin geleng-geleng kepala seolah tidak mengerti tapi Kala tau kalau sebenarnya Raesham sengaja mengalah karena Kala.
"Tapi maaf ini mah masalahnya ya aku nggak bisa bawa mobil milik Pak Esam," kata Sadewa ditengah kemenangannya.
"Lah anjir mending aku aja tadi yang menang kalau gitu," kata Segara Kecewa.
"Bukan rezeki anda berarti itu Gar..." kata Orion mencoba menghibur Gara.
"Nah sebagai gantinya, aku mau Pak Esam aja gantiin aku terima hadiahnya," kata Sadewa mencoba memberi solusi.
"Lah iya coba ngomong sekarang Pak Esam mau apa" Diasta ikut memberi saran.
"Nggak jadi ah, aku kalah, akunya mau adil jadi aku nggak jadi bilang apa-apa," kata Raesham yang kemudian mengeluarkan kunci mobilnya.
Raesham memberikan kunci mobil itu pada Sadewa. "Nih jagain ya si hideung, awas aja kalau sampai kenapa-kenapa kamu nya," jelas Raesham.
"Anjir Sam kok kamu lebih khawatir sama aku sih daripada sama mobilnya? Jangan dong jangan deketin aku," kata Sadewa berhasil membuat semuanya mual mendengarnya sementara Esam justru tertawa kencang.
Mereka semua terus tertawa karena Orion ikut menambah leluconnya Sadewa. Dan di tengah tawa mereka ada Kala yang tengah tidak tenang. Ia merasa bersalah pada Raesham tapi ia juga masih takut jika harus memberanikan diri sekarang.
Kala lalu berdeham membuat semua orang kini berhenti tertawa dan menatap kearahnya. Kala semakin gugup.
"Hm anu, kalau Raesham nggak mau bilang, boleh aku aja nggak?" tanya Kala yang ditatap bingung sahabat-sahabatnya itu.
"Ya ini di luar konteks kalian taruhan sih secara aku kan nggak ikut kalian taruhan cuma... tapi yang aku omongin itu ada sangkut pautnya dengan apa yang Rae mau omongin tadi. Jadi boleh?"
"Boleh lah, buat neng Kala apa sih yang nggak," goda Sadewa yang langsung kena jitakan Raesham.
Yang lain hanya tersenyum lebar.
"Yok bisa yok Kala mau bilang apa," kata Anin membantu Kala.
Kala masih gugup tentu saja.
"Sebelumnya aku mau minta maaf tapi aku juga nggak mungkin sembunyiin dari kalian, kalau-"
"Aku sama Kala pacaran," kata Raesham memotong perkataan Kala dan menghampiri Kala sambil menggenggam tangan Kala.
Sahabat-sahabat mereka itu terlihat tidak berekspresi selama beberapa detik namun di detik kemudian mereka tertawa bersama.
"Kita udah tau kali," kata Diasta membuat Kala bingung.
"Bukan beneran tau maksudnya nebak gitu, soalnya kalian kentara banget," jelas Segara.
"Si Esam itu so sweet kalau sama Kala walau annoying tapi ya so sweet sejak di Jogja," kata Orion membuat Kala bingung.
"Dih nggak ya pas di Jogja dia mah ngeselin nggak ada manis-manisnya," protes Kala yang rambutnya langsung diacak-acak Raesham.
"Kalaku beneran punya pacar akhirnya..." kata Reina terharu.
"Anjir padahal kamu masih jomblo Rein bisa-bisanya bilang begitu," cibir Sadewa.
KAMU SEDANG MEMBACA
Belofte
Teen FictionBelofte itu janji. Kita mungkin janji untuk tidak saling jatuh cinta, tapi kalau Tuhan janjinya ngasih kamu untuk aku gimana? _Jungri Lokal Version_
