Chapter 24

658 114 34
                                        

Kala memandangi hujan deras di luar sana. Akhir tahun memang sudah biasa musim hujan kan?

"Kal mau pesen hot matcha latte nya lagi? Udah mau abis punya kamu."

Pertanyaan Reina membuat pandangannya Kala teralih dari hujan di luar sana kini pada si pemilik Cafe tempat mereka berkumpul sekarang.

Di luar hujan bahkan jalanan sampai banjir jadi mereka benar-benar tertahan di tempat nyaman ini.

"Eh nggak usah, nanti aku bolak-balik ke wc lagi," tolak Kala.

Reina pun mengangguk.

Karena sudah terlanjur kembali pada obrolan sahabat-sababatnya itu mau tidak mau Kala ikut menyimak. Baru kali ini Kala kurang suka dengan topik pembicaraan mereka.

"Jadi kamu yakin gitu tipe Esam itu yang kaya Laura?" tanya Ghina pada Oliv yang sejak tadi mengkhawatirkan kepergian Raesham bersama Laura.

Bukankah harusnya Kala yang khawatir?

Oliv mengangguk cepat. "Yakin banget," jelas Oliv.

"Lah mirip aku dong daripada kamu," kata Ghina dan berhasil membuat Oliv kesal sendiri.

"Mirip apanya sih? Dia tuh lebih ber damage kalau kata Oliv, mana dia kan dulu yang jadi mojang Bandung, harusnya jajakanya Esam tapi Esam ngundurin diri," jelas Oliv.

"Yah... makin jelas," kata Ghina mendesahkan napasnya keras.

"Tapi kalau Esam beneran punya pacar pasti dia cantik banget ya Ghin," gumam Oliv.

"Cantik luar dalam pasti," samnung Ghina lagi.

"Dan aku patah hati," sambung Oliv lagi.

"Aku pun," lanjut Ghina lagi.

Mendengarkan percakapan Ghina dan Oliv, Kala jadi memikirkan tentang fisiknya sendiri. Mereka pasti akan kecewa jika tau Kala lah pacar Raesham sebenarnya.

"Udah ah kalian katanya nggak suka Laura kok malah bahas Laura sih?" protes Diasta.

"Iya, kalau pun emang kalian suka Esam ya confess jangan malah mojokin cewek lain gini," kata Reina ikut protes.

"Eh iya yang lain mana?" tanya Kala saat sadar Sadewa, Orion, Anin, Segara dan Abian tidak ada bersama mereka.

"Noh lagi main gapleh disana," sahut Reina menunjuk ke sudut meja sebelah sana.

"Loh kok nggak ajak-ajak?" protes Diasta.

"Kamu terlalu sibuk nyimak perdebatan Oliv dan Ghina Di, kalau si Kala terlalu sibuk liatin ujan," cibir Reina membuat Kala jadi merasa bersalah sendiri.

Kala terlalu khawatir pada Raesham makanya dia terus memperhatikan hujan yang turun. Belum lagi suara geluduk yang menggelegar.

Apa Raesham tidak kebasahan?

Apa Raesham sudah benar-benar tidak takut geluduk?

Atau...

Apa Raesham merindukannya?

"ESAM?"

Suara kelompok para pemain gapleh berhasil membuat Kala terlonjak.

Dan yang dipanggil namanya muncul di depan pintu dengan keadaan basah kuyup.

"Anjir kamu habis berenang di tengah banjir Sam?" tanya Sadewa kaget.

"Mobil kamu nggak apa-apa Sam?" tanya Segara yang justru khawatir pada mobil Raesham.

"Esam mau ganti pake baju aing?" tawar Orion yang sudah siap membuka kaosnya tapi ditahan Abian.

"Ikut aku Sam, ada baju bersih untuk karyawan di belakang," kata Reina sambil membawa Raesham ke belakang.

BelofteTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang