Subuh ini guru mereka membangunkan murid-muridnya yang sebagian besar memang beragama muslim. Gurunya mengajak muridnya untuk solat subuh walau mungkin hanya bisa bergantian.
Kala sudah menyelasaikan gilirannya solat subuh. Kemudian dia kembali tertidur di sofa setelah merapikan mukena putihnya. Namun belum lama ia mencoba untuk tidur, ia merasakan dingin di lengannya. Begitu dia bangun dia terkejut melihat Raesham ternyata duduk di bawah di depan sofa itu sambil menyandarkan kepalanya ke ujung sofa. Dan rambutnya yang basah karena air wudhu itu lah yang mengenai lengan Kala.
Jangan berbalik, jangan berbalik.
Kala berdoa dalam hatinya agar Raesham tidak berbalik. Hatinya Kala selalu kacau setiap kali ia melihat Raesham dengan wajah setelah solat atau wudhu. Kala pun mencoba menutup mata sambil menenangkan debaran jantungnya yang berdebar kencang. Kala bertanya-tanya kenapa Raesham ada didekatnya?
"Aku cari kemana-mana taunya kamu disini," kata Segara pada laki-laki yang mulai menegakkan tubuhnya karena Kala sudah tidak merasakan basah lagi di lengannya.
"Masih ngantuk aku Gar..." sahut Raesham dengan suara berat khas bangun tidurnya.
Segara tersenyum menyeringai.
"Tempat tidurnya bisa milih ya," cibir Segara sambil melirik pada Kala yang masih pura-pura tidur.
"Hah milih apaan?"
"Noh, deketan sama Kala," kata Segara sambil senyum dan menunjuk perempuan yang ada di belakang Raesham.
Raesham berbalik. "Loh ini si Kala?" tanya Raesham terdengar terkejut.
Terjawab sudah mengapa Raesham duduk di dekatnya ternyata karena dia tidak menyadari keberadaan Kala, pikir Kala.
"Woy bangun Kal!" Raesham mengganggu Kala dengan cara mengguncang-guncangkan sofa tempat tidur Kala.
Kala mendorong tubuh Raesham tanpa membuka matanya.
"Berisik Rae ah!" kata Kala yang masih memejamkan matanya.
"Yok Esam jangan ganggu si Kala terus. Mending berburu teh manis anget yok?" Ajak Segara.
Raesham mengangguk kemudian pergi bersama Segara.
Kala ditinggal sendirian. Namun beberapa saat kemudian ia merasa seseorang menyentuh lengan Kala.
Raesham kembali lagi?
Kala kesal karena merasa diganggu terus oleh Raesham.
"RAESHAM JANGAN GANGGU AKU BISA NGGAK SIH?" kata Kala sambil membuka matanya perlahan dan di hadapannya kini Reina menatapnya bingung.
"Esam? Dimana Esam?" tanya Reina bingung.
"Tadi Raesham disini gangguin aku. Terus aku jadi mikir tadi itu Raesham yang ganggu aku lagi," jelas Kala membuat Reina terkekeh.
"Kamu kayaknya benci banget ya sama Raesham?"
Benci? Kala mendadak tidak bisa menjawabnya. Dia hanya diam.
"Nih teh angetnya minum dulu, tadi Kafka udah bawain tapi kabur pas kamu teriakin nama Raesham," kata Reina sambil memberikan segelas teh hangat untuk Kala.
Kala lalu menerima teh hangat itu dan celingukan mencari Kafka karena merasa bersalah. Kafka seterkejut itukah?
Bukannya mendapat sosok Kafka, Kala justru mendapatkan pemandangan Reina tengah membantu Raesham meniup minumannya.
"Dih kaya bocah aja ditiupin," dumel Kala tanpa sadar.
"Bocah apa Kal?"
"Hah? Eh nggak Rein," sanggah Kala yang baru sadar dia mendumel terlalu keras.
KAMU SEDANG MEMBACA
Belofte
Teen FictionBelofte itu janji. Kita mungkin janji untuk tidak saling jatuh cinta, tapi kalau Tuhan janjinya ngasih kamu untuk aku gimana? _Jungri Lokal Version_
