CANDU.
Seung-hwan Mengakhiri schedule hari ini dengan raut lelahnya, senyum merekah para kru dan pemain saat drama yang dibintanginya sudah berakhir.
"Kerumah atau ke apartemen mu?" Tanya sang manager padanya.
"Go Home." Balasnya sambil memejamkan mata.
"Kamu ada libur 5 hari. Ku susun ulang jadwalmu nanti segera ku hubungi" ujar nya
"Oke. Thanks Hyung" balasnya.
Seung-hwan memasuki kediamannya pukul 01.17 pagi, langkahnya langsung menuju kamar sang keponakan tersayangnya.
Ia duduk di tepi ranjang Aruna tertidur, tangannya mengusap kepalanya dan turun ke pipi.
"Oh God. His lips is beautiful" batinya.
Ia merebahkan diri di samping Aruna setelah membersihkan diri. Ia menariknya hingga bersandar di dadanya tanpa baju, Seung-hwan memang salah satu golongan orang tidur tanpa memakai baju, baju atas saya perjelas sekali lagi.
"Sweet dream sweetie" ucapnya lalu mengecup bibir Aruna yang begitu candu baginya.
Matahari mulai memasuki kamar Aruna melalui celah-celah gorden seakan menyapanya atau mengusiknya dari tidur.
Ia meraba perutnya saat terasa sesuatu yang menimpanya, memgerjapkan matanya menyesuaikan penglihatannya dengan keadaan yang begitu terang dari semalam.
"Uncle" ujar Aruna saat tau siapa pelaku sebenarnya.
"Wait a minute baby. remember, call me oppa don't uncle" ujarnya sambil menenggelamkan wajahnya di leher Aruna dan mengeratkan pelukannya.
Sedangkan Aruna hanya pasrah sambil memejamkan matanya yang masih mengantuk.
Pintu kamar Aruna terbuka dan menampakkan seorang lelaki berkemeja kantor yang tak lain Xavier sang Daddy Aruna.
"Wake up baby." Ujarnya pada Aruna.
"Dad" ujarnya saat tangan Seung-hwan menahan tubuh aruna.
Xavi langsung mendorong tubuh adiknya hingga jatuh dilantai samping ranjang.
"Oh shitt" umpatnya sambil mengusap pantatnya yang terbentur lantai.
Sedangkan Aruna tertawa melihat tingkah sang paman. "Kembali ke kamarmu" ujar Xavi pada Seung-hwan.
Aruna memeluk sang Daddy saat akan berangkat ke kantornya.
"I want to go to Indonesia dad" ujarnya pada Xavi.
"Baby girl, You want to leave Daddy?" Tanya Xavi sambil mengeraskan rahangnya.
"Just visiting, not staying Daddy" ujarnya lagi
"I will think again" ujarnya lalu mengecup puncak kepala Aruna.
Aruna berjalan lesu kedalam, Kakek neneknya sedang menikmati liburan berdua. Moodnya memburuk saat berbicara dengan Daddynya tadi.
"Mau jalan-jalan bareng oppa?" Tanya Seung-hwan sambil duduk disebelah Ara yang sedang menonton film.
"Gak mau. Diluar panas siang-siang" ujar Ara tanpa menoleh ke arah Seung-hwan.
"Nanti sore gimana." Tawarnya pada Ara.
"Naik kereta atau kendaraan umum tapi, jangan naik mobil. Jalan kaki juga ga masalah" pinta Ara pada pamannya.
"Why? Enak naik mobil lebih cepet" ujar Seung-hwan
"Ga jadi aja kalo naik mobil. Ara pengen naik kereta" ujarnya sambil mengacuhkan Seung-hwan.
"Oke gak pake mobil" ujarnya pasrah dan langsung membuat sang keponakan kegirangan.
"Nanti kita kuliner cari makanan streetfood" ujar Ara bersemangat.
"Oke" jawab Seung-hwan sambil menenggelamkan mukanya pada perut Ara dan tangannya melingkar di pinggang keponakannya.
"Nanti ketempat tempat yang bagus buat foto" ujar Ara lagi
"Oke" jawabnya acuh.
"Nanti pulangnya jangan cepet-cepet" ujar Ara lagi dan dibalas dengan jawaban yang sama.
"Nanti aku dapet cowok terus pacaran" ujar Ara sambil tersenyum.
"Oke- heh ngomong apa kamu" ujar Seung-hwan cepat dengan mata yang setengah melotot yang membuat Ara terbahak.
"Ngomong apa kamu heh, ngomong apa" ujarnya sambil menggelitiki pinggang Ara.
Jangan ditanya bagaimana reaksi Ara yang sudah tertawa sambil menggeliat seperti cacing menghindari gelitikan pamanya.
"Udah oppa. Enough" ujar Ara sambil mengusap air matanya.
Seung-hwan yang gemaspun mencium pipi Ara sesekali menyedot dan menggigit
"Heh dasar drakula" ujar Ara sambil mengusap bekas gigitan di pipinya yang kemerahan. Lalu memukul lengan pamanya berkali kali.
Seung-hwan tertawa melihat raut kesal diwajah gadisnya itu. Ia menangkap kedua tangan milik keponakannya "oke oppa minta maaf" ujarnya
Ara dengan bodohnya melihat raut penyesalan pamanya pun mengangguk. Seung-hwan tersenyum lalu dengan tiba-tiba mencium tepat di bibir Ara yang membuat Ara melotot.
"UNCLE JELEK SIALAN" teriaknya yang menggema di kediaman itu.
***
KAMU SEDANG MEMBACA
DANDELION - ARUNA ADHARA
De Todo"gini nih gue jelasin sini,khusus buat yang diselingkuhin" ucap nana sambil maju menuju papan tulis "ibaratnya gue 80% dan si selingkuhan 20%. Cowok gue udah dapet 80% tapi dia nyari seseorang yang bisa melengkapi kekosongan itu" "berarti bener do...
