3 bulan lebih 2 minggu sudah berlalu. Kini,seorang gadis tengah berjalan menyusuri setiap langkah di tengah keramaian para penumpang pesawat sesuai tujuan masing-masing.
Aruna berjalan santai sambil menyeret kopernya. Senyumnya mengembang saat melihat Abang angkatnya yang sedang menatapnya sambil tersenyum.
"Welcome dek" ucap Candra sambil memeluknya.
"Yang lain gimana?" Tanya Nana.
"Gak ada yang tau dong selain Abang. Ayah lagi dikantor, mama ke toko nanti sekalian ke ayah paling, bintang di RS,David sekolah" ucapnya menjelaskan.
"Wkwkwk lancar berarti kejutan kita" ucapnya.
"Abang sehat?" Tanya Nana.
"Sehat dong. Mau langsung pulang apa makan dulu" tanya Candra.
"Seblak deh kalo gak bakso mi ayam juga boleh ketoprak juga gapapa." Ucap Nana bingung.
"So what?" Tanya Candra.
"Seblak deh tapi makan dirumah ya" ucap Nana dan diangguki Candra.
Merekapun melanjutkan jalan mereka menuju parkir mobil.
•••
setelah tiba dikediaman ayahnya, nana bergegas membersihkan tubuhnya sedangkan candra menyiapkan seblak yang dibelinya tadi.
Candra dan nana memakan makanan mereka didepan tv sambil menunggu keluarganya tiba dirumah.
Langkah sepasang suami istri berhenti saat melihat anaknya memeluk seorang gadis. Mereka mendekat dan kaget dengan apa yang dilihat didepanya.
aruna dan candra tertidur dengan aruna berada di dekapan candra. Sedangkan dihadapan mereka ada beberapa sampah snack dan piring bekas seblak mereka
Alisa-bunda nana membangunkan candra pelan agar nana tidak terbangun.
"aku ngimpi gak sih yang" tanya adimas sambil melihat 2 orang yang sedang tertidur
"kok bisa bisanya pulang gak ngabari nih anak" ucap alisa sambil mengelus rambut nana
"abang bangun,pindahin adeknya kekamar dulu biar istirahat" ucap alisa pelan pada candra.
Candra terbangun dan langsung membawa nana ke kamarnya, kamar yang dominan berwarna monokrom. Ia ikut membaringkan diri disamping Nana yang tertidur. Candra menatap Nana lalu mengelus pipinya pelan.
•••
Malamnya semua sudah berkumpul di meja makan untuk menikmati makan malam bersama kecuali Candra dan Nana.
"Abang sana panggil adeknya" pinta Alisa pada David.
"Sejak kapan bang Candra Segede gaban jadi adek mah" tanya David.
"Terusin aja Lo, gk gue beliin sepatu Converse lagi tau rasa Lo" ucap candra tiba tiba bergabung.
Sedangkan bintang hanya diam menyimak seperti biasanya.
"Udah udah, adek dimana bang?" Tanta adimas.
"Lagi di kamarnya yah, bentar lagi turun keknya" ucap Candra.
"Adek siapa si- ucapan bintang terpotong saat Nana datang.
"Selamat malam. Adek telat ya" ucap Nana sambil memperlihatkan lesung pipinya.
"Loh-kok" ucap bintang dan David bersamaan.
"Gpp sayang. Duduk sini" ucap Alisa pada Nana.
Merekapun melanjutkan sesi makan malam diiringi beberapa percakapan ringan. Keluarga ini memang terkesan santai.
Kini mereka sedang berkumpul di ruang tengah sambil menikmati serial televisi.
"Kamu pindah aja ya dek biar ada yang jagain lagian sekolah kamu kan jauh dari sini" ucap Adimas pada Nana.
"Nana gak perlu dijagain pah, lagian kan Nana bisa nempati rumah yang dulu" ucap Nana pada Adimas.
"Emang siapa yang ijinin kamu disana dek?" Tanya bintang. Yang membuat Nana menatap Alisa dan Adimas puppy eyes.
"Kali ini bunda gak bakal terpengaruh dek." Ucap Alisa yang membuat Nana memayunkan bibirnya.
"Adek tetap tinggal Disini, kalo mau tidur disana gpp tapi jangan sendiri" ucap Adimas.
Sedangkan Nana hanya mengangguk, lagipula seorang anak bisa apa jika orang tua sudah bertitah.
***
Tbc.
KAMU SEDANG MEMBACA
DANDELION - ARUNA ADHARA
Random"gini nih gue jelasin sini,khusus buat yang diselingkuhin" ucap nana sambil maju menuju papan tulis "ibaratnya gue 80% dan si selingkuhan 20%. Cowok gue udah dapet 80% tapi dia nyari seseorang yang bisa melengkapi kekosongan itu" "berarti bener do...
