24. WHAT THIS?

1.2K 112 7
                                        

Hari ini Aruna mulai kegiatan seperti biasanya, bedanya jika pilot pada umumnya bekerja 30 jam dalam waktu 7 hari ia hanya mengambil jam terbang selama 25 jam.

Ia berjalan dari terminal bandara menuju apron, tempat parkir pesawat untuk mengisi bahan bakar dan menaik turunkan penumpang.
Ia mengecek ulang kondisi pesawat, tentunya sebelumnya sudah ada yang mengecek kondisi pesawat sebelum lepas landas mulai dari bahan bakar, baling baling, cek kebocoran, roda dan lainya.

Ia mengampu penerbang domestik dimana masih satu lingkup negara yang sama.

”Flight attendant close door, arm slide bar and crosscheck “ ucap Aruna yang merupakan captain penerbangan kali ini. Memerintahkan pada awak pesawat untuk memulai tugasnya sesuai instruktur dan SOP.

”Flight attendant takeoff station” ujarnya pada seluruh penumpang.

Setelah pesawat mengudara dalam posisi stabil barulah Ara mengumpulkan Passenger Announcement yang berisi sambutan pada seluruh penumpang, tujuan pesawat, keterangan ketinggian, cuaca,suhu kondisi pesawat saat mengudara, dan tujuan mendarat di bandara mana, serta ucapan terimakasih dari pilot dan crew telah terbang bersama.

"Sunbae-nim" panggil co-pilot yang bernama Lim sunho

"Heum" jawab Aruna.

"Senang bertemu anda Sunbae, sungguh saya benar-benar penggemar anda" ujarnya pada Aruna

Ara terkekeh lucu melihat junior nya ini.
"Senang bertemu denganmu juga suno" ujarnya

"Sunho Sunbae, sunho" sanggah sunho meralat panggilan Ara.

Setelah mengudara kurang lebih selama 1 jam 10 menit ia berhasil mendarat secara sempurna.

Ia menyeret kopernya bersama para awak kapal lainya.
"Sunbae..." Panggil suhno

"Ya" jawab aruna.

"Kami akan pergi makan bersama, Sunbae mau bergabung bersama kami?" Tanyanya mewakili yang lain.

"Heem mungkin lain kali aku akan ikut. Nikmati waktu kalian, aku akan ke kantor dulu. Bye guys have fun" ujar Aruna pada mereka.

Aruna bejalan sambil melihat agenda yang di jadwalkan oleh asisten daddy-nya. Selain menjadi pilot tujuan lainya ia di pulau ini untuk menghadiri acara perusahaan bersama daddy-nya.

Setibanya ia di kantor pusat bandara ia segera menuntaskan kepentingannya. Kedudukannya tidak main-main, pemegang saham terbesar dari pemilik perusahaan penerbangan ternama.

Aruna menyelesaikan kegiatannya hari ini saat langit mulai menggelap, seakan mengisyaratkan manusia untuk mengistirahatkan tubuhnya masing-masing.

Taxi sudah menunggu di pelataran parkir , segera ia menuju penginapannya.

"Stop pak" ujar Aruna saat melihat sesosok yang sangat dikenalnya sedang bermesraan dengan seorang wanita. Dan apa, sebuah ciuman.

"Ouh shit, what this?" ujar Ara saat melihat penampilan perempuan itu.

Ara keluar dari mobil dan bersandar sambil menyimpang kakinya. Ia menghubungi nomor ponsel lelaki tersebut.

" Selera pelacur dad" ujar Aruna begitu sambungannya terhubung.

"what do you mean dear" jawab Xavi sedikit menyembunyikan kegugupannya.

"Look at the window on your right dad" jawab Aruna santai.

Terlihat Xavi yang membelalak melihat putrinya yang menyilang kan tangan di dada sambil menatapnya tajam.

"Ouh fuck" umpat Aruna saat sudah di dalam mobil.

"Ke hotel aja pak" ujarnya pada supir tersebut.

°°°

Keesokannya, Ara telah siap dengan setelah formalnya. Sesuai yang dijadwalkan ia akan mengunjungi acara amal perusahaan bersama ayahnya itu.

Suasana begitu ramai dihadiri para rekan perusahaan  dan ada beberapa rekan artis ikut meramaikan acara serta beberapa media. Terlihat sekertaris ayahnya yang sedang menunggunya bersama beberapa pengawal keamanan.

"Tuan Xavi sudah menunggu anda nona. Mari" ujarnya formal.

Ara langsung diarahkan di sofa tepat sebelah ayahnya.
"Hay dear" sapa Xavi namun tak diindahkan oleh Ara.

Xavi hanya menghembuskan nafasnya lelah karna ulahnya itu.

Rangkaian acara formal telah dilalui, berbagai hiburan dari para selebriti menjadi penanda berlangsungnya acara secara santai. Dan keterdiaman Ara pada daddy-nya masih berlanjut.

"Dear" panggil Xavi namun hanya diabaikan oleh Ara.

"Aruna" panggilannya ulang dengan nada tegas.

"What?" Jawab Ara tak kalah tegasnya.

"Listen..." Ujar Xavi terpotong dengan ucapan Ara
"I don't mind if Daddy wants to get married. Tapi setidaknya kasih tau aku. Apa aku ga begitu berharganya di hidup Daddy, hah. Dan apa, selera Daddy tak lebih dari seorang jalang"

"Ara... Dengar-" Bantah Xavi

"Listen dad. I don't care untuk apapun yang Daddy lakukan sekarang. Daddy bisa melakukan apapun yang Daddy mau tanpa mengkhawatirkan ku dan silahkan kembali karna sepertinya jalang anda sudah menunggu di sana" ujarnya dan berlalu meninggalkan Xavi.

Aruna kali ini benar-benar akan masa bodoh dengan ayahnya itu. Berulang kali ia tegaskan bahwa wanita seperti itu hanya memanfaatkan hartanya saja, tidak sekali dua kali lelaki itu terlena tentang wanita tapi berkali-kali.

"Dia pikir gue bakalan nangis-nangis buat nahan dia gitu, sorry aja ye. Gue bener-bener keluar dari rumah itu sampe itu orang tua kawin sama itu jalang" ucap Ara.

***

DANDELION - ARUNA ADHARACerita yang bikin terobses. Temukan sekarang