Pukul 19.10 WIB – Bandara Soekarno-Hatta
Perjalanan dari rumah menuju bandara cukup mulus, tidak ada macet seperti biasanya sehingga Ayla dapat mencapai bandara lebih awal dari perkiraannya. Dia segera turun, menuju ke bagasi taksi. Tepat ketika ia mengeluarkan kopernya, hapenya berdering, menunjukkan nama Danny - partner kerja Ayla, yang tertera di layar hape.
"Ini juga gue baru turun dari taksi," sahut Ayla pada Danny yang menanyakan posisinya.
"Jadi lu mau apa? Gue sekalian pesanin."
"Sama kayak biasa. Set original satu."
"Kalau mi..."
Ayla sudah tidak mendengar pertanyaan Danny. Matanya tertuju pada sepasang kekasih yang tengah berpelukan mesra tak jauh dari tempatnya berdiri. Sang pria tampak sedang mengecup puncak kepala kekasihnya dengan lembut, sedangkan gadis itu memeluk pria itu jauh lebih erat, tidak rela berpisah.
Hati Ayla terasa seperti di remuk berkali-kali melihat pemandangan itu. Ternyata waktu tidak dapat menyembuhkan. Hatinya sesak melihat Teddy memeluk gadis lain. Dan itu berarti kabar buruk! Dia masih belum move on!
How should I face him for the next ten days? batin Ayla.
"Ay? Aylaaa, lu masih disana gak? Hellooo?" seruan Danny berhasil menarik kembali perhatiannya.
"Eh sorry, Dan. Barusan lu tanya apa?"
"Gue nanya.. lu mau minum apa?"
"Free flow ocha deh."
"Oke, udah gue pesanin. Cepetan kesini ya. Gak pake lama."
Ayla melirik ke arah Teddy dan Bella sekali lagi, kemudian bergegas menjauh sebelum air matanya mulai tumpah ruah di depan umum dan kedua orang itu sadar akan keberadaannya.
Dia segera menggerek kopernya menuju restoran dimana Danny sudah menunggu. Untung saja posisi restoran langganan mereka cukup mudah untuk ditemukan.
Ayla berusaha menyembunyikan perasaannya dengan menampilkan senyuman terbaiknya. Jangan sampai Danny tahu isi hatinya karna sekali naluri keponya muncul, dia akan kepo habis-habisan sampai mulut nara sumbernya bocor sendiri.
"Yo! Thanks udah pesanin," sapa Ayla, menarik salah satu kursi didepan Danny.
Danny mengangguk tapi tidak melepaskan pandangannya, sedangkan Ayla dengan santai mulai menyantap makanannya.
"Lu kenapa? Gloomy banget. Kayak orang habis patah hati aja."
Ayla langsung memanyunkan bibirnya. Sepertinya percuma pasang topeng di depan raja Kepo! Antenanya terlalu kuat! Tapi dia juga tidak mungkin cerita dengan Danny yang notabene punya mulut ember sejagat raya. Bisa-bisa dia langsung jadi topic trend di kantor sebelum balik dari Turki. Dengan cepat ia mengalihkan perhatian Danny sebelum pria itu bertanya lebih jauh. "Eh, Tata bilang istri lu lagi hamil."
"Nah.. iya! Bentar lagi gue jadi Daddy, Ay! Please take note, I'm a DADDY soon to be!!!"
"Hahaha iya, Dan, iyaaa.... baby cowok apa cewek?"
"Still a big mystery. Terakhir check-up, si baby masih malu-malu. Itunya ditutupin."
Ayla tertawa kecil, "Anyway, congrats, Bro!"
Danny terkekeh, "Kalau lu, kapan?"
"Punya anak? Suami aja belum ada."
Danny memonyongkan bibirnya, "Fine, Kapan lu nikah?"
"Kapan-kapan. Ini aja gue masih gandeng bendera tur."
"Yah cari dong, Ay. Lu kan tour guide. Masa nggak kecantol satu pun?"
KAMU SEDANG MEMBACA
TOURITHJOU
RomansaAyla Astrella, seorang tour guide dengan satu mimpi, mengunjungi Türkiye. Dan dalam satu petang, mimpi itu menjadi kenyataan. Ia mendapat kesempatan untuk membawa tour ke negeri impiannya. Tak pernah terlintas dalam benak Ayla bahwa ketakutan dan t...
