"Tifah!" seru Ririn, Syifa dan Aisyah saat aku memasuki kelas baruku. Yang ternyata satu kelas dengan sahabat sahabatku. Terima kasih banyak, Mi.
"Ririn! Syifa! Ai!" seruku dan langsung berlari ke arah mereka. Satu kelaspun menatap kami. Mungkin mereka merasa aneh dengan kehadiranku yang mengenakan seragam Nurul Fikr, karena rencananya hari ini aku mengambil seragam sekolah.
"Kangen kangen kangen!" teriak Ririn dan memelukku erat. Dan yang lain malah tertawa melihat tingkah Ririn.
"Sama sama sama!" seruku dan diikuti oleh bel masuk.
"Duduk sama gue aja, Tif. Gue duduk sendiri," ucap Ririn akupun mengangguk dan duduk di sampingnya. Kelas ini beda... tidak ada Nissa, Tarra, Bintang, dan yang lain.
"Pagi," sapa guru masuk dan ketua murid di sini pun segera mengintruksikan kami untuk berdoa dan memberi salam.
"Wa'alaikumsalam warahmatullah, eh ada wajah baru ya?" ucapnya menatapku, dari name tag nya aku yakin nama ibu itu, Gisya R K.
"Gak jaman ya ngenalin diri?" tanya Bu Gisya dan semua di sini seperti..
"Ah, ibu kenalin diri aja!"
"Berdiri," ucap Bu Gisya menatapku.
"Saya?" Tanyaku dengan bodohnya.
"Bukan, itu Ririn, Rin perkenalkan diri kamu!" ucap Bu Gisya dan aku nyengir tak berdosa dan berdiri.
"Kan ibu bilang Ririn, kok malah kamu yang berdiri?" ucap Bu Gisya dan aku duduk kembali secara perlahan.
"Eh! Ibu bercanda, silahkan berdiri lagi," ucapnya dan semua murid tertawa, tidak terkecuali teman temanku. Hari pertama yang sangat memalukan.
"Saya, Lathifah," ucapku dan mengangguk.
"Pindahan dari mana, Fah?" tanta Bu Gisya dan di memanggilku Fah, itu mengingatkan ku pada you know who.
"MAN Nurul Fikr, Bu." ucapku dan dia tersenyum seraya mempersilahkanku duduk kembali.
"Bu Jeha apa kabar?" tanya Bu Gisya, dia mengenal Ibu Jeha, apa dia guru BK juga?
"Alhamdulillah, Baik bu," ucapku dan Bu Gisya mengangguk.
"Bu Gis," panggil Ketua Murid yang aku gak tau namanya siapa.
"Bugis? Kamu laper?"
"Bu,"
"Iya iya, ada apa, Gil?" tanya Bu Gisya yang membuat mataku membulat sempurna. Gil?
"Kenapa hari ini gak diliburin aja? Kan kalo gurunya rapat, percuma masuk, ya gak?" ucap cowo yang di panggil Gil oleh Bu Gisya.
"Jadi Gilang gak mau ketemu sama ibu?" ucapnya dengan nada sedih, semua orang di sini seperti menahan tawa, kecuali aku. Aku menahan otakku untuk flashback di saat aku pamitan sama Gilang.
★
Isya tadi, ada pengajian akhwat bersama ustadzah Qanita. Beliau membahas tentang ukhuwah. Aku pun berjalan ke luar mesjid bersama Nissa, berhubung pengajiannya telah selesai. Betapa terkejutnya aku, mendapati Gilang yang tengah terduduk di pelataran mesjid.
"Tifah," panggilnya seraya berdiri menghadapku yang masih berada di teras mesjid.
"Gilang," jawabku.
"Mungkin gue gak akan liat lo dalam kurun waktu yang gak bisa dibilang sebentar, tapi gue mohon tali silatirahminya jangan di putusin ya?" ucapnya dalam satu tarikan nafas. Seakan dia telah mempersiapkan kalimat yang tidak bisa di bilang pendek.
![Boarding School [Editing]](https://img.wattpad.com/cover/25616746-64-k162543.jpg)