Epilogue

9.9K 524 36
                                        

"Selamat menempuh hidup baru Ham!" Seru Gilang saat teman satu sekolahnya itu menikah, tapi semua orang pun tau... ada senyum getir di bibirnya. Semua orang tau... dia masih mencintai wanita yang kini bersanding di pelaminan bersama Idham, bukan bersamanya. Gilang hancur.

"Tif, selamat menempuh hidup baru ya," ucap Gilang dan menempelkan kedua telapak tangannya tanda memberi salam. Mereka belum mukhrim, maksudnya bukan mukhrim. Gilang pun pergi dari sana dan mencari teman temannya yang lain. Tapi, di pesta pernikahan temannya itu, dia melihat seorang akhwat yang sangat familiar. Akhwat itu berubah, bukan remaja bermasalah lagi.

Di sisi lain, Idham dengan tuxedo putihnya dia tak bisa berhenti menebar senyum. Dia senang telah memiliki Lathifah di hidupnya, telah mendapat bidadari surga seperti dia. Walau dengan begitu, dia seakan mengambil Tifah dari mendiang adik kembarnya.

Jaga dia buat gue Ham, dia segalanya untuk gue. Ucap Ilham saat detik detik menjelang ajalnya, Tifah sendiri mendengar itu dari mulut Ilham.

Tifah dengan gaun yang anggun tetapi tetap menutup auratnya, dia pun tersenyum bahagia. Dia mungkin telah move on, tapi jujur saja Tifah belum bisa melupakan Ilham. Sangat jelas ketika keluarga Idham datang untuk melamarnya.

"Kamu bukannya mantan Ilham ya? Tante gak nyangka akhirnya malah sama Idham. Ilham pasti seneng deh." Ucap Hasna, dan Tifah hanya tersenyum getir, dia tidak bisa melupakan Ilham.

"Ma," senggul Gerda dan Hasna manunjukan wajah bersalahnya. Kahfi tengah mengetest bacaan Qur'an Idham, dan hafalan suratnya ditest Faiz.

"Faiz sama Kahfi, jangan galak galak sama calonnya Tifah," ucap Ayra, ummi nya Tifah. Itu membuat Tifah malu dan menyenggol umminya.

"Mi," ucap Tifah yang membuat Ayra, Hasna, dan Gerda tertawa mendengarnya.

"Masih stuck di Ilham ya?" Tanya Idham saat Tifah tiba tiba duduk dan menghela nafasnya. Dia selalu mengingat Ilham.

"Gak lah Ham, kan udah punya suami," ucap Tifah menghibur Idham, dia tau Idham sebenarnya mengetahui bahwa dia memikirkan Ilham. Tapi jujur saja, untuk mengatakan hal yang sebenarnya memang mudah, tapi tanpa menyakiti hati suaminya, itu tidak mudah.

"Ilham ngasih amanat ke aku, dia bilang aku harus jaga kamu untuk dia, dia sayang sama kamu Tif, waktu Agnez fitnah kamu buat bikin Ilham benci sama kamu, itu sama sekali gak berpengaruh sama Ilham, aku salut."

Ham, harusnya lo yang ada di samping Lathifah, bukan gue, walaupun gue cinta dia, tapi dia cintanya sama lo Ham, bukan sama gue. Batin Idham.

Ham, aku tau kamu di sana senyum kan ngeliat aku sama Idham? Jujur aku sebenernya pengen kamu yang di sini, tapi ini takdir, aku juga mulai bisa menerima kakak kamu Ham. I love you Ham, I really do. Batin Lathifah.

"Ciye penganten baru lagi ngobrol," ucap Reta seraya menyenggol Latifah, nampaknya dia baru datang bersama Kahfi.

"Kak Reta!" ucap Tifah membuat pasangan yang tengah dikaruniai anak perempuan itu tertawa.

"Selamat menempuh hidup baru ya Tifah!" seru Kak Reta dengan kebaya yang serasi dengan Kahfi.

"Zizah pengan cepet cepet punya sepupu, Tif." Goda Kahfi yang membuat pasangan baru itu bersemu.

"Bang Kahfi mah ih! Nyesel Tifah ngundang abang, kan Zizah udah punya Reza anaknya Kak Faiz sama Kak Fitri," ucapnya dan meninju perut Kahfi.

"Kan Zizah pengen sepupu baru," ucap Kahfi dan mendapat pelototan dari Tifah.

"Awas itu mata keluar,"

***

Keesokan harinya, pasangan yang baru menikah itu, berziarah ke tempat peristirahatan terakhir adik mereka.

"Ham, kita nikah loh, kamu senengkan? Ada yang jagain aku, seperti yang kamu harepin, semoga kamu tenang di alam sana Ham," ucap Tifah setelah mendoakan Ilham.

"Ham, gue janji, gue bakal jaga dia buat lo, gue gak akan biarin dia sedih, seperti apa yang lo minta," ucap Idham.

"Jangan nangis Tif," ucap Idham dan mengusap air matanya dengan lembut.

"I love you Tif, i really do."  Ucap Idham setelah mengusap air matanya.

"Kita pulang?" Ucap Idham seraya berdiri, dia pun mengulurkan tangannya untuk membantu Tifah berdiri. Mereka pun jalan bergandengan menuju mobil Idham. Tifah terkejut saat merasakan jantungnya berdetak berkali kali lipat saat Idham menggenggam tangannya.

"Kamu ko bengong aja Tif? Ada apa?" Tanya Idham setelah mereka berada di mobil, tanpa sadar Tifah pun menggenggam tangannya sendiri dan bertanya tanya apa yang terjadi padanya.

Mungkin, aku mulai menaruh perasaan pada Idham. Pikirnya.

"Tif," ucap Idham dan menyadarkan Tifah dari lamunannya, Tifah pun menghembuskan nafas pelan dan menggeleng sambil tersenyum.

"Ham, i love you more," ucap Tifah dan mencium pipi Idham. Idham tersadar ini kali pertama Tifah mengucapkan kata i love you, atau semacamnya.

Drrrt... drrrt

Setelah mencari sumber suara, Tifah menyadari bahwa itu adalah ponselnya. Lebih tepatnya, reminder ponselnya.

Besok Tranfusi.

Itulah yang tertera pada layar ponselnya, dan membuatnya tersadar akan sesuatu.

Idham belum tau tentang penyakitnya. Karena sebelumnya, hanya Allah, keluarga, dokter, Ilham, dan Nissa lah yang tau tentang penyakiy Lathifah.

"Ham," ucapnya dan Idham langsung menoleh. Dia belum berniat untuk menjalankan mobilnya.

"Ehm.. ada yang harus kamu tau, menurut aku ini penting," ucap Tifah dan Idham tampak serius mendengarkan.

"Aku, mengidap Thalasemia, penyakit genetik yang pasti seorang dokter seperti kita, tau apa itu Thalasemia," ucapnya dan Idham sempat menelan ludah saking kagetnya.

"Kamu kenapa belum pernah cerita, Tif?"

"Aku lupa Ham, dan besok jadwal aku buat tranfusi darah,"

INI PART PALING SO SWEET. TADINYA GUE MAU BIKIN TIFAH-GILANG TAPI JENG JENG! Lupa off caps lock.

Makasih banyak, Afwan kalo ada salah kata dan Afwan typo yang emang ada haha._. Tunggu side chapternya!

Big thank(s) to orang orang yang suport cerita ini secara langsung maupun gak langsug, yang rajin vote(s), yang rajin comment(s), yang rajin read(s), dan yang rajin nungguin updatean cerita abal ini:") makasih banyak makasih makasih. Telah membuat cerita gue ngerasa ada yang baca :"") (nangis bombay) gak selebay itu deng. Pokonya makasih banyak mwah :).

Please, tunggu side chapternya (muka mohon mohon)

Wassalamu'alaikum

2k06 2k15

Boarding School [Editing]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang