21_Risau

1.6K 330 321
                                        

Pendek dulu ya, lanjut besok.

..

"Anakmu pergi ke rumah Pak Siswo sebelum kecelakaan," Yangti menatap dalam-dalam kedua mata sang putri, "buat apa dia ke sana?"

Sebetulnya kepulangan Ibu ke rumah cukup membuat Yangti terkejut, siapa yang menjaga Adelia kalau Ibunya pulang? Padahal baru saja selesai operasi. Ternyata Timor menjenguk dan mau menunggui, tentu saja kagetnya Yangti berkali lipat. Laki-laki yang diduga menjadi penyebab Adelia keluar rumah tanpa pamit yang jelas tentu menjadi catatan tersendiri bagi wanita sepuh tersebut.

"Nduk?"

"Nggih aku tau, Yang. Timor yang cerita tadi."

"Terus?"

"Dia sudah minta maaf, mau tanggung jawab juga."

"Tanggung jawab kayak gimana?"

"Timor mau membiayai perawatan Adelia."

"Kamu percaya?"

"Timor anaknya baik."

"Aku jadi gak enak sama Bomo, dia mau lanjut perjuangin Adel apa tidak."

"Kalau memang dia serius, ndak mandang fisik, seharusnya tidak masalah."

"Bukan gitu, tapi kondisi anakmu pasti akan berbeda, butuh waktu lama untuk sembuh seperti sedia kala."

Ibu miris mendengarnya, "nuwun sewu, Yang. Aku tau orang-orang akan menganggap Adelia menjadi perempuan paling beruntung mendapatkan pinangan Bomo, tapi sampai dengan detik ini, Adelia belum tertarik untuk dilamar. Itu fakta."

"Anakmu terlalu gengsi."

"Bukan gengsi, dia masih punya malu kalau hidupnya tergantung dengan orang lain."

"Nyatanya kondisi anakmu sekarang memang butuh bantuan orang lain kan?"

"Adelia masih punya aku, Ibunya." Kata-kata yang terlontar penuh penekanan.

Yangti tampak terkejut melihat raut muka masam sang putri, "aku gak ngenyek anakmu."

"Nggih saya tau maksud Yangti baik, tapi Adel yang punya kendali atas hidupnya."

"Kamu ndak suka sama Bomo?"

"Tidak ada hal yang saya tidak suka dari Bomo, dia anaknya baik. Tapi saat ini Adel masih menganggap teman, tidak lebih."

"Kamu jadi orang tua juga ndak ada usaha, mau nunggu siapa lagi? Timor ta? Anak itu belum pernah bilang mau seriusin Adel, iya kan?"

"Adelia masih belum mau menikah, Yang. Mohon pengertiannya."

"Laras sudah nikah, mau nunggu apalagi? Di luar sana banyak yang ngomongin Timor sama Adel, aku sampe risih ndengernya."

"Apa yang membuat Yangti risih?"

"Adel datang tepat setelah aku bilangin kedua orang tua Timor kalau anak itu tidak boleh menikah sama Delilah, sekarang orang-orang mikir kalau aku sengaja lakukan itu demi mendekatkan Adelia dengan Timor. Kasian anakmu, Nduk."

"Apa kita hidup hanya mendengarkan perkataan orang lain? Mereka rugi apa, Yang? Gak ada."

"Aku ngeman anakmu, dia gak boleh dijadikan bahan gibahan warga," suara Yangti sedikit memelan, "lagipula apa orangtuanya Timor setuju kalau anaknya membiayai pengobatan Adel? Atas dasar apa dia bertanggung jawab? Seharusnya yang bertanggung itu supir yang nabrak anakmu."

PulangCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang