Masih sepi banget:(
Ramaikan part ini ya
Jangan lupa vote dan komen
Ss bagian kesukaan kalian dan bantu promosiin di tiktok, ig atau twitter kalian ya
Selamat membaca
*****
"Awan menampung air dan terbentuk hujan, sama seperti mama menampung janin dan terbentuklah aku, hubungan kita kaya hujan dan awan berjarak tapi saling membutuhkan"
- Xiela Xananta Gabriella
*****
Mama xiela sudah tenang dan tidak menangis lagi, xiela menguraikan pelukan nya dan menatap mama nya, "sekarang mama mau cerita?"
Diana menggeleng, "lain waktu" ujar nya serak karna sehabis menangis.
Xiela tersenyum tipis. Tak lama terdengar suara langkah kaki menuruni anak tangga, xiela mengedarkan pandangan nya kearah tangga, terlihatlah papa nya turun dengan koper ditangan nya.
Melihat itu xiela buru buru berdiri dan langsung menghadang langkah papa nya, "papa jangan pergi" lirih xiela sambil memandang sendu ayahnya.
"Jangan halangi langkah saya anak sialan!" bentak rajendra.
Xiela mendekat dan memegang erat lengan ayah nya, "tetap disini sama aku dan mama pah" ujar xiela dengan nada memohon.
Rajendra langsung menepis kasar tangan anak nya, lalu mendorong xiela sampai jatuh ke lantai, "jangan pernah menyentuh saya, kamu itu kesialan, hidup saya kacau karena kamu! saya pergi agar tidak melihat wajah anak sialan seperti kamu" bentak rajendra dengan tangan telunjuk menunjuk kearah xiela.
Xiela hanya diam dengan denyutan di hati nya, serta air mata yang turun membasahi pipi tanpa aba aba.
Rajendra bergegas meninggalkan rumah tanpa mempedulikan keadaan xiela, hingga menyisakan xiela dan mama nya.
Xiela bangun dari jatuh nya, menghapus air mata yang lancang turun tanpa di minta, menghela napas dalam-dalam xiela lalu berjalan kembali mendekat ke mama nya, "kenapa papa bilang xiela anak sialan ma? xiela anak sialan kenapa ma?" tanya xiela menuntut, dia ingin mendapatkan jawaban.
Mama xiela menatap datar xiela, "kamu memang kesialan, hadir mu tak pernah diinginkan" jawab diana dingin.
Deg!
tes!
Air mata kembali jatuh dari kelopak cantik milik xiela, dengan sebaik mungkin xiela berusaha menahan isakan nya.
"Ma" panggil xiela lirih
Diana tidak menjawab apapun hanya menunggu apa yang akan anak nya katakan lagi.
Xiela menghapus air matanya, "awan menampung air dan terbentuk hujan, sama seperti mama menampung janin dan terbentuklah aku, hubungan kita kaya hujan dan awan berjarak tapi saling membutuhkan" ujar xiela dengan senyum tipis.
Diana yang mendengar itu tertegun, tanpa mau menjawab, dengan cepat diana berdiri lalu pergi ke kamarnya.
"Gapapa kalo aku kesialan ma, yang penting mama sebuah keberuntungan, selagi papa gaada xiela yang akan jagain mama" ujar xiela dengan senyum manis.
Drrtt drttt
Suara ponsel xiela berdering, xiela mengambil hp nya dan melihat siapa yang menelpon, dan di layar ponsel nya tertera nama Ryan.
Dengan segera xiela menggeser ikon hijau.
"Halo" ujar ryan disebrang sana dengan suara yang terdengar seperti menahan sakit.
KAMU SEDANG MEMBACA
Perfect Girls
Teen Fictionini bercerita tentang cewe bernama Xiela Xananta Gabriella, cewe yang terlihat sempurna dan selalu bahagia, keluarga harmonis, banyak yang suka, pintar, kaya dan cantik. itu pandangan orang tentang dia, tapi siapa sangka gadis yang katanya bahagia...
