penolakan

93 8 0
                                        

Hehe ketemu lagi di chapter ini

Jangan lupa vote dan komen oke?

Dukung terus cerita pertama aku

Jujur agak insecure

But aku tetap semangat nulis

Bantu promotin cerita ini ke tt,ig dan Twitter kalian ya😄

Selamat membaca

*****

"Penolakan mu tidak membuat saya mundur, justru semakin tertantang untuk mendekat"

-Ryan Alfino

*****

Xiela baru saja turun dari mobil memasuki gerbang SMA PERKASA, menarik seluruh atensi siswa SMA perkasa untuk melihatnya, ini sudah biasa, tapi sedikit membuat mereka bingung untuk pertama kali Xiela Xananta Gabriella memakai masker kesekolah.

Menimbulkan banyak tanya, apakah perfect girls mereka sakit?

Mengabaikan berbagai tatapan memandang kearahnya karna sudah biasa, xiela terus melanjutkan langkah kakinya menyusuri koridor menuju kelas.

Sampai dipintu kelas xiela melihat ara sudah duduk anteng di bangkunya sambil membaca novel, xiela pun berjalan kearah bangkunya dan duduk.

Ara yang semula membaca buku, melihat pergerakan disampingnya menoleh, ara sedikit bingung ketika melihat xiela memakai masker.

"Lo kenapa pake masker la?" tanya ara sambil terus memandang lekat wajah xiela.

"Gue lagi flu sama filek ra" jawab xiela dengan tenang. Meski begitu ara tetap ragu.

Tangan ara terulur hendak membuka masker xiela tapi ditepis oleh empunya.

"Jangan pegang pegang nanti lo ketularan flu sama filek gue ra

"Beneran flu sama filek la?" tanya ara memastikan lagi, dia menaruh curiga teman nya menutupi sesuatu, jerawat misalkan? ah seandainya iya xiela akan tetap cantik meskipun memiliki banyak jerawat.

"Beneran ara, emang lo mikir apa?"

"Siapa tau lo nutupin jerawat hehe" kata ara cengengesan.

Mendengar hal itu xiela tak habis pikir, ternyata ara tidak bisa lepas dari sikap absurd nya.

"Terus kalo gue jerawatan kenapa? gue bakal tetap cantik" pd xiela

"Dih songong lo" balas ara kesal

"kalo lo jerawatan buka maskernya, gue mau nekan nekan jerawat lo, biar kempes" tambah ara.

Xiela memutar bola mata jengah, "lo kira balon kali ra kempes"

Ara tertawa, "canda calon nya ryan"

"Lo mau gue gebuk atau gue tendang?" xiela sudah mengambil ancang ancang untuk melakukan ancamannya.

Ara yang melihat itu tertawa puas, ternyata menjahili orang seru juga, pantas saja xiela sering menjahili nya.

Xiela yang kesal pun langsung berdiri hendak keluar dari kelas, tapi baru saja 3 langkah, tangan nya sudah ditahan oleh ara. "Kemana la? jangan ngambek, gue bercanda"

"Gue mau ke toilet ra, lepas ah jangan pegang pegang nanti gue gasuci lagi" kata xiela dengan muka julidnya, melepas tangan ara dari tangannya.

"Sialan lo, lo kata gue najis ra bisa bikin lo ga suci? kata ara kesal

Xiela mengedikkan bahu, berjalan meninggalkan ara yang sangat kesal, niat bikin kesal malah dibikin kesal balik.

Xiela baru keluar dari kamar mandi, sedikit membenarkan tatanan rambut yang berantakan sambil berjalan, karna masih fokus membenarkan rambut dari arah berlawanan seseorang berjalan dan menabrak xiela tanpa sengaja.

Perfect GirlsCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang