Jangan lupa vote dan komen ya
Bantu promosiin juga cerita ini di tiktok, ig atau twitter kalian
Pake hastag #perfect girls
Selamat membaca
*****
"Gue bukan gadis baik, jauh dari itu bahkan. Gue munafik, gue jahat, gue juga menyakiti perasaan orang lain"
-xiela xananta gabriella
*****
"Eungh" lenguh ara yang baru saja terbangun dari tidur nya.
Ara mendudukkan dirinya, memijat pelipisnya yang sedikit pusing. "Kenapa bisa kambuh segala sih tadi malam? Padahal pengen ngerjain Ryan"
Ara mengerinyitkan dahi, saat melihat ke seluruh penjuru kamar tak mendapati xiela, kemana perginya? saat ara hendak bangun, pandangan nya jatuh ke nampan yang terdapat nasi goreng dan susu vanila dimeja.
Ternyata ada surat di dekat nampan itu, ara langsung mengambil dan membacanya.
"Hai ra, udah bangun? Gue udah siapin makanan ini tadi bi mirna sih yang bikin bukan gue, gue masih gaenak badan hehe, gue pergi dulu ya? Ada urusan. Lo masih sakit jadi ga gue bangunin, udah paling bener lo istirahat. Makan makanannya dan minum obat! Oh iya tunggu gue pulang gue ada yang mau di omongin"
Ara tersenyum setelah membaca surat itu, "beruntung banget gue punya teman kaya lo la"
Ara langsung mengambil makanan tersebut dan langsung melahap makanan tersebut sampai habis. Setelah selesai ara menghabiskan susu nya.
"Heum kenyang banget" ara menepuk nepuk perutnya yang dirasa kembung sangking banyak makan.
Ara melirik ke jam beker yang ada di nakas, terlihat disana pukul 7 pagi. "Eh masih pagi banget ternyata, si xiela ada urusan kemana pagi pagi? Ga sekolah dia? Apa karna dia masih sakit?" gumam ara penasaran.
Ditengah tengah lamunan ara, pintu kamar terbuka menampakkan xiela. Xiela yang baru masuk kamar terkekeh melihat ara yang melamun dengan ekspresi wajah bingung.
"Ngelamunin apa lo"
Ara sedikit terkejut mendapati xiela sudah di kamar kenapa dia tidak sadar saat xiela masuk?.
"Lo dari mana, pagi pagi pergi ada urusan, urusan ngapain?" tanya ara penasaran.
"Ada deh kepo looo" ledek xiela yang sudah duduk di kasur.
"Dih sok misterius banget si la" cibir ara kesal.
"Eh gimana keadaan lo udah baikan? Udah minum obat?"
"Gue baru selesai makan tapi belum minum obat, bentar lagi gue minum"
"Minum obat lo cepatan, gue habis itu mau ngomong sama lo"
"Tinggal ngomong padahal la"
"Minum obat dulu ara!" titah xiela seperti tidak ingin dibantah.
Mau tidak mau, ara langsung mengambil obatnya dan langsung meminum obat nya.
"Udah sekarang ayo mau ngomong apa" ara itu anaknya suka kepo, jadi tidak sabaran ingin tahu.
Xiela menghela napas kasar sebelum berbicara, "lo sejauh ini masih suka sama gino?" tanya xiela hati hati.
Ara tidak langsung menjawab, dia terlihat berfikir, "udah ngga" jawab ara dengan yakin.
"Serius?"
Ara mengangguk tanpa ragu, "emang kenapa ra?"
KAMU SEDANG MEMBACA
Perfect Girls
Jugendliteraturini bercerita tentang cewe bernama Xiela Xananta Gabriella, cewe yang terlihat sempurna dan selalu bahagia, keluarga harmonis, banyak yang suka, pintar, kaya dan cantik. itu pandangan orang tentang dia, tapi siapa sangka gadis yang katanya bahagia...
