"Seperti yang anda ketahui sebelumnya, tuan Kim. Nyonya Saera sangat berkemungkinan kecil untuk bisa mengandung. --- dan saya hanya bisa menyarankan anda menggunakan cara bayi tabung seperti yang sebelumnya saya katakan."
Kai menghela nafasnya kasar merasa frustasi. Ini sebenarnya bukan hal baru lagi untuk dirinya ketahui. Kenyataan istrinya itu tidak bisa mengandung sungguh membuat Kai terus memikirkannya bahkan selama bertahun-tahun lamanya.
Entah harus seperti apa lagi Kai dan Saera mencari cara agar bisa mendapatkan keturunan dari buah cinta mereka sendiri. Segalanya sudah keduanya lakukan namun hasilnya tetap sama.
"Dokter Robert, bisakah anda mencari cara yang lain?"
"Tuan Kim---"
"Tolong dokter, ini adalah harapan terakhir saya."
Dokter pria berkacamata keturunan asli Inggris itu pun hanya bisa menghembuskan nafasnya berat dalam diamnya, ikut frustasi akan sosok pasien pribadinya yang sangat ia kenal sejak lama.
"Baiklah, ini yang terakhir tuan Kim. Saya akan mencari cara lain, tapi jika---"
"Saya mengerti dokter. --- program bayi tabung adalah opsi terakhir." Sela Kai cepat.
Dokter Robert pun menganggukkan kepalanya, menyetujui atas kesepakatan keduanya yang tak terduga seperti ini.
~~~~
Saera baru saja selesai menjalani pemeriksaan kesehatan seperti biasanya. Memprogram bayi sungguh selalu membuatnya merasa gugup tidak karuan namun bahagia secara bersamaan.
Melihat Kai yang tengah duduk di kursi tunggu, Saera secara otomatis mengulas senyum mengembang dan segera berjalan mendekat pada suaminya itu.
"Bagaimana? Sudah bertemu dengan dokter Robert?" Tanya Saera setelah duduk di samping suaminya itu sambil memeluk lengan tangan Kai manja.
Kai terdiam ia terlalu bingung dan juga takut secara bersamaan akan apa yang akan dirinya katakan pada istrinya itu. Melihat Saera bahagia, sungguh itu membuatnya teramat bersalah sekarang.
🍁🍁🍁🍁
Ada yang berbeda dari akhir pekan hari ini. Baekhyun sengaja bangun pagi-pagi sekali untuk menyiapkan sarapan dan juga menyiapkan beberapa bekal. Ia dan anak-anaknya berencana akan piknik bersama hari ini.
Ya Tuhan, memikirkannya saja sudah membuat Baekhyun membuncah bahagia tak karuan hingga sulit untuk tidur semalam. Ini akan jadi piknik pertama mereka setelah sekian lama tak pergi bersama.
Membuat roti panggang dan memotong buah-buahan untuk dibawanya sebagai bekal. Ini sudah tak sulit lagi untuk Baekhyun lakukan, ia sudah sangat terbiasa sekarang sekalipun untuk urusan memasak ia akan tetap menyerahkan tanggung jawabnya pada asisten rumah tangganya tapi setidaknya Baekhyun sudah berusaha semampu yang dirinya bisa lakukan sebagai seorang ayah.
Selesai berkutat pada dapur guna menyiapkan sarapan, kini Baekhyun beralih membereskan ruang tengah dan juga ruang belakang dekat taman. Tidak ada yang kotor memang tapi mengingat semalam putri kembarnya itu bermain gim sampai lempar-lemparan bantal maka sofa panjang yang semula rapi kini sudah teracak amat berantakan, bertebaran di mana-mana.
"Selamat pagi appa." Sapa Junhee sambil menuruni tangga.
Baekhyun menoleh, "pagi juga sayang. Junhee bangun pagi sekali." Sedikit terkejut mendapati putranya itu bangun sepagi ini dari biasanya.
"Aku ada wawancara sebentar nanti."
Kening Baekhyun mengernyit, "wawancara apa?"
"Bukan hal yang terlalu penting, hanya bantu tugas teman dari klub jurnalis." Jawab Junhee sambil menyalakan laptopnya kemudian.
KAMU SEDANG MEMBACA
Romantic Spring (Sequel 'YOU') [ TAMAT ]
Hayran KurguLet's meet in the next life for my meaningful love.
![Romantic Spring (Sequel 'YOU') [ TAMAT ]](https://img.wattpad.com/cover/293259206-64-k259317.jpg)