Setelah rapat selesai dan memastikan tidak ada jadwal apapun lagi yang harus diselesaikannya, Baekhyun pun dengan segera berjalan keluar gedung kantornya menuju area parkir bermaksud untuk pulang.
Eun ha dan Eun hi pasti akan kebingungan jika berada di rumah hanya berdua saja, sedangkan kakaknya saja masih nanti malam baru pulang dan asisten rumahnya pun tengah ada keperluan hingga membuatnya mengambil cuti selama 2 hari ke depan.
Mengingat Sehun adalah orang yang sibuk maka Baekhyun tak ingin lebih merepotkan kawannya itu sedangkan pria Oh itu juga punya keluarga sendiri yang harus pria itu perhatikan.
Baru saja akan sampai ke tempat mobilnya terparkir, tepat saat itu juga sebuah mobil lain berhenti tepat di hadapannya menjadikan Baekhyun sedikit terkejut dibuatnya, mengernyit kebingungan.
Tak lama pintu mobil itu terbuka dan menampilkan sosok wanita yang mana Baekhyun belum lama mengenalnya.
"Jihae?" Lirih Baekhyun.
Jihae tersenyum menyapa.
~~~~
"O! Mian. --- aku akan segera pulang setelah ini. --- emm, gomawo." Ucap Baekhyun mengakhiri teleponnya dengan Sehun.
Jihae yang sejak tadi memperhatikan Baekhyun tengah sibuk sendiri pun memilih diam dan mengamati dengan terkadang tersenyum kecil.
Dugaannya pasti tidak akan pernah salah. Baekhyun sungguh bukan pria yang ibunya itu harapkan.
"Oh maafkan saya." Ucap Baekhyun membuka suara setelah menyimpan ponselnya itu ke dalam saku dalam jasnya.
"Ah aniyo. Gwenchana.--- aku bisa mengerti jika kau orang yang sangat sibuk, tuan Baekhyun." Ucapan Jihae menyiratkan sebuah sindirian yang jelas di sana namun sepertinya Baekhyun tidak paham dan menyadarinya.
"Tidak juga." Kekeh Baekhyun kemudian.
Jihae menyeringai tersenyum remeh setelahnya lalu menautkan jemari tangannya di atas meja menatap Baekhyun dengan keseriusannya seperti apa yang menjadi tujuannya datang menemui pria itu saat ini.
"Ada yang harus aku perjelas di sini dengan anda, tuan."
"Nde?" Tanya Baekhyun tak mengerti.
"Aku tidak suka sesuatu yang mempersulit diri, jadi mari kuperjelas sekarang sebelum semuanya semakin rumit. -- aku memiliki 3 syarat untuk anda perlu tahu, pertama, aku tidak suka pria yang berbohong padaku. Kedua, aku juga tidak suka pria yang terlalu banyak menuntut dariku dan yang ketiga --- aku hanya menyukai coklat."
"...hanya itu, terdengar sederhanakan? Dan ku harap anda bisa mengerti, tuan Baekhyun." Ungkap Jihae.
Untuk beberapa saat Baekhyun hanya terdiam terpaku, mencoba untuk mencerna maksud dari yang barusan gadis itu katakan padanya.
Mengerjapkan matanya kemudian dan tersenyum kaku setelahnya. Ini terdengar aneh tapi sungguh membuat Baekhyun kebingungan sekarang.
"Woah itu bagus. Saya harap anda bisa menemukan pria seperti itu nantinya.-- fighting!!" Ucap Baekhyun dengan kikuk.
Ya Tuhan, Baekhyun sungguh tidak tahu apa yang harus dirinya katakan dan kalimat yang baru saja ia ucapkan adalah hal yang mungkin menggelikan untuk Jihae dengar.
Jihae menukikkan alisnya seketika. Mendengar jawaban Baekhyun sama saja seperti pria itu mengejeknya secara tak langsung.
Apa persyaratannya terlalu rumit untuk Baekhyun?
🍁🍁🍁🍁
Pukul 5 sore, Baekhyun pada akhirnya sampai di kediamannya setelah pertemuan tak terduganya dengan Jihae 1 jam lalu. Mengingat percakapan mereka beberapa waktu lalu membuat Baekhyun masih di rundung kebingungan yang berarti di kepalanya.
KAMU SEDANG MEMBACA
Romantic Spring (Sequel 'YOU') [ TAMAT ]
FanfictionLet's meet in the next life for my meaningful love.
![Romantic Spring (Sequel 'YOU') [ TAMAT ]](https://img.wattpad.com/cover/293259206-64-k259317.jpg)