"Nyonya ini---"
"Arra. Kau pernah menikah dan juga memiliki anak. Tapi saya tetap pada apa yang telah menjadi keputusan saya. Menjodohkan putriku dengan anda tuan Byun." Ucapnya tegas.
Baekhyun terdiam, ia tak bermaksud untuk menyetujuinya ataupun tidak menyetujuinya, sekalipun tak membalasnya namun ada banyak hal yang langsung ia pikirkan saat ini juga setelah apa yang baru saja Baekhyun dengar.
Melihat Baekhyun yang diam menjadikan wanita paruh itupun menatapnya lekat penuh pertanyaan. Ia akui merasa seolah memaksa tapi melihat kelayakan putrinya maka sebagai orang tua ia tak bisa hanya untuk sekedar menunggu jawaban sedangkan putrinya seolah tak mau peduli akan kehidupan masa depannya.
"Saya bisa mengerti akan perasaan juga niat baik yang nyonya maksudkan, tapi menikah. Itu bukan perkara mudah.---seperti yang nyonya katakan, saya memang sudah pernah menikah sebelumnya. Lalu apa anda tidak pernah berpikir mengenai bagaimana perasaan Jihae tentang hal ini? Saya tidak mengatakan jika itu tidaklah mungkin untuk status saya yang seorang duda, tapi gadis lajang yang belum pernah menjalani pernikahan, saya pikir itu tidak pantas bagi anda ataupun saya memaksanya untuk menikah hanya karena saya memiliki pengalaman.---Jihae juga berhak untuk memutuskan apa yang terbaik untuk masa depannya termasuk kehidupan cintanya." Jelas Baekhyun berusaha berkata selembut mungkin mencoba memberi pengertian yang tak menyinggung hati.
Wanita itu terdiam merasa sedikit tersinggung akan apa yang baru saja Baekhyun katakan padanya meski itu adalah kebenaran.
"Baiklah aku mengerti apa yang anda maksudkan, tapi ijinkan saya untuk mengetahui sesuatu hal dari anda tuan Byun."
Baekhyun tersenyum, "apa yang ingin anda ketahui nyonya?"
"Apa kau belum bisa melepaskan mendiang istrimu?"
🍁🍁🍁🍁
Jam makan siang adalah kesempatan terbaik untuk Junhee bersantai-santai ria di atap sekolah di mana dirinya bisa menghabiskan banyak waktu untuk sekedar tidur ataupun bermain gim di sana namun sepertinya hari ini Junhee tak ada waktu untuk itu karena sebelum dirinya menaiki tangga ke arah atap, ekor matanya justru sempat menangkap sosok gadis yang selalu mengganggunya itu tengah berjalan bergerombol brsama temannya, mungkin.
Karena Junhee seperti tengah melihat keanehan dari raut wajah gadis itu yang terlihat ketakutan dan kawan-kawannya itu seolah menariknya memaksa entah di ajaknya kemana.
Sempat berusaha tak mau tahu karena merasa memang bukanlah urusannya namun mengingat gadis itu yang selalu menemuinya menjadikan Junhee mau tak mau pada akhirnya mengikuti arah gerombolan para gadis tadi yang sempat Junhee lihat sebelumnya.
"Yak! Ku dengar kau berusaha keras mendekati Junhee. Kau menyukainya?" Tanya gadis berambut panjang itu dengan nada sinisnya tak suka sambil melipat tangannya ke depan.
"Jawab! Kau menyukai Junhee kami kan?!" Teriak gadis lain ikut memanas.
"Kau tak mau jawab?" Ucap gadis yang berbeda yang bahkan sudah dengan berani menarik kuat rambutnya tanpa perasaan.
"APA YANG SEDANG KALIAN LAKUKAN?!!"
Itu Junhee, teriakannya langsung nyaring terdengar hingga membuat para gadis itu terdiam terpaku ditempat kemudian. Terkejut takut namun menatap Junhee terpesona.
"Apa tanya sekali lagi, apa yang sedang kalian lakukan hah?" Tanya Junhee mencoba sabar.
"Kami hanya memberi peringatan pada gadis ini karena telah berani mendekatimu tanpa ijin." Jawab gadis berambut panjang tadi memberanikan diri namun kemudian menundukkan kepalanya karena merasa ketakutan.
KAMU SEDANG MEMBACA
Romantic Spring (Sequel 'YOU') [ TAMAT ]
FanfictionLet's meet in the next life for my meaningful love.
![Romantic Spring (Sequel 'YOU') [ TAMAT ]](https://img.wattpad.com/cover/293259206-64-k259317.jpg)