Jihae memandang hamparan laut biru luar yang berdesir tenang bergerak sesuai angin yang menarik juga mendorongnya.
Suara deburan ombaknya begitu tenang masuk ke dalam kedua telinga, menenangkan untuknya yang tengah dilanda masalah yang baru saja ia ketahui setelah sekian lama mencoba untuk paham hingga hampir menyerah.
Ini bukan lagi tentang sebuah cinta tak berbalas atau hanya cinta sepihak, dikatakan sebagai orang ketiga pun juga tak masuk akal karena saingannya, bukan, melainkan wanita yang tak seharusnya ia singkirkan bukanlah tandingannya.
Jika Jihae harus berkata jujur sesuai kata hatinya maka ia akan berterus terang bahwa dirinya memang menyukai Baekhyun saat pertemuan pertama mereka ketika makan siang. Namun hanya sebatas itu, Jihae akui Baekhyun memiliki daya tarik tersendiri ketika pria itu hadir walau hanya berdiam diri sekalipun.
Wajahnya pun sangat tampan dibandingkan mantan-mantan kekasihnya, tapi sekali lagi hanya sebatas itulah Jihae menyukai sosok Baekhyun tanpa ada niatan lain terlebih untuk memiliki hubungan terlebih terikat pernikahan.
Ibunya lah yang menjadikannya umpan sejak awal dan bodohnya Jihae tak mengatakan penolakan meski hatinya menolak. Sejak awal ia sendiri pun hanya sekedar suka tanpa ada niatan untuk mengetahui lebih banyak tentang Baekhyun dalam kehidupannya.
Jihae kini hanya bisa diam, tapi tidak tahu harus melakukan apa.
~~~~
"Oppa." Panggil Eun hi pelan sambil pandangan matanya tak teralihkan pada sosok kakaknya itu yang tengah sibuk mengemas pakaian dalam koper sejak tadi.
"Hem?"
"Oppa benar-benar akan pergi meninggalkanku, Eun ha dan juga appa?"
Junhee pun menoleh menatap adik bungsunya itu kemudian, "oppa tidak pergi jauh Eun hi.---lagipula saat kalian libur sekolah, kalian bisa ke tempat oppa untuk liburan kan?"
"Tapi appa pasti akan sangat sibuk. Oppa juga ingatkan tahun lalu aku dan Eun ha justru liburan di rumah kakek dan nenek sampai liburan berakhir." Jawabnya mengingat akan situasi liburan terakhirnya tahun lalu.
"Oppa mengerti, tapi appa juga bekerja untuk kita kan? Appa juga menggantinya untuk kita liburan ke Jepang waktu itu, benar?" Ucap Junhee memberi pengertian pada adiknya itu yang masih merasa kesal juga sedih.
Eun hi hanya mengangguk dengan mempautkan bibirnya tetap merasa kesal.
Junhee sebenarnya juga tak ada maksud hati ingin tinggal jauh dari adik-adiknya terutama pada Eun hi. Adik bungsunya itu adalah adik yang teramat dekat dengannya jadi sudah pasti gadis kecil itu merasa sedih setelah mengetahui jika kakaknya tersayang ini akan pergi jauh dan tak lagi hidup bersama untuk waktu yang lama.
"Eun hi sudah ada ponsel dan juga punya nomer oppa. Jika Eun hi rindu maka telepon saja oppa, hem?"
"Oppa janji akan menjawabnya jika Eun hi telepon?"
"Memangnya sejak kapan oppa berbohong pada Eun hi? Tidak kan? Jadi berhenti untuk sedih seperti ini, nanti appa jadi khawatir sayang.---Eun hi tidak mau kan jika sampai appa merasa sedih?"
Gadis kecil itu hanya menjawab dengan gelengan kepala sebelum pada akhirnya mencoba mengulas senyum mengembang guna membuat kakaknya itu tak lagi merasa khawatir akan dirinya.
🍁🍁🍁🍁
Kepulan asap tipis yang menguar dari 2 gelas cangkir keramik berisi teh panas itu adalah saksi bisu di mana dua insan berbeda kini tengah saling diam dalam keheningan yang mereka ciptakan.
KAMU SEDANG MEMBACA
Romantic Spring (Sequel 'YOU') [ TAMAT ]
FanficLet's meet in the next life for my meaningful love.
![Romantic Spring (Sequel 'YOU') [ TAMAT ]](https://img.wattpad.com/cover/293259206-64-k259317.jpg)