"Mana lu tau juga dia suka atau engga sama gua," balas Akbar yang tidak mau kalah dengan Naya.
"Kalian ini berantem mulu tiap di kelas, sudah-sudah. Bagaimana yang lain apakah jawaban yang dikerjakan oleh Fiora benar? Kasian dia berdiri," ucap Bu Sri.
"Pasti bener Bu," balas Akbar dengan percaya dirinya.
"Yasudah, coba Fiora kamu duduk."
"Eh bentar Bu, ini salah," ucap Fiora yang tersadar lalu mengambil penghapus dan membenarkan jawabannya. "Nah udah, saya boleh duduk Bu?"
"Silahkan."
"Bagaimana yang lain? Ya ini adalah jawaban yang benar."
Selang waktu, sekarang sudah waktunya istirahat. Seperti biasa Fiora dan temannya pergi ke kantin.
"Eh gila, Fiora lu jago juga ya," ucap Naya.
Fiora hanya tersenyum tipis. "Itu kebetulan aja gua tau materinya."
"Gaada yang kebetulan, kalo pinter mah pinter aja," tambah Keisha.
"Aduh gaada tempat nih, aku boleh duduk di sini nggak?" tanya perempuan yang tiba-tiba datang didekat tempat Fiora dan temannya duduk.
"Iya, gaada, pasti boleh dong," ucap teman yang disampingnya lalu menyelonong duduk.
Fiora hanya mengangkat satu alisnya sambil menyeruput minumannya. Sedangkan Naya dan Keisha hanya saling menatap satu sama lain. Karena itu adalah Anggelina dan Elina, kakak kelas yang super caper.
"Keknya gaada yang nerima kita disini El," ucap Anggelina.
"Masa sih," ucap Elina sambil menatap Naya dan Keisha secara bergantian.
"Boleh kok kak," ucap Naya dan Keisha yang hampir bersamaan.
Fiora hanya ternganga melihat tingkah Naya dan Keisha yang sepertinya sangat tunduk dengan kakak kelasnya.
"Owh iya, lu Fiora kan. Anak baru," ucap Elina.
Fiora membalasnya dengan anggukan kecil.
"Kenalin gua Elina," ucapnya sambil menyodorkan tangannya.
"Fiora," balasnya sambil tersenyum tipis dan membalas tangannya.
"Ini Anggelina."
"Iya, dah kenal," balas Fiora.
"Owh iya, lu pindahkan Bandung?"
"Iya."
"Sumpah nih anak kok gaada takut-takutnya sama gua." Batin Elina sambil menatap sekelilingnya. Tiba-tiba ia melihat geng Osiris yang sepertinya baru saja datang. Elina lalu segera memegang tangan Anggelina dan memberikan kode dengan matanya bahwa ada geng Osiris.
"Owh iya. Kita pergi dulu ya," ucap Anggelina lalu segera pergi begitu saja yang diikuti oleh Elina.
Mata mereka bertiga lalu melihat mereka yang sedang menghampiri geng Osiris.
"Kalo udah ada geng itu aja. Uh gila kek udah apa-apanya," kesal Naya.
"Bener, kasian ya dia, bertepuk sebelah tangan," tambah Keisha.
"Emang dia suka sama siapa?" tanya Fiora.
"Itu, lu gak liat tatapannya ke siapa?" tanya Naya.
"Owh," balas Fiora singkat yang sudah melihat itu. Itu adalah Ravindra. Fiora menatap singkat mata Ravindra lalu segera membuka muka saat mata mereka bertemu satu sama lain.
Ravindra yang merasa diperhatikan dan merasa risih juga saat kedatangan Anggelina dan Elina lalu segera bangkit.
"Lu mau kemana?" Tanya Gio.
KAMU SEDANG MEMBACA
FIORAVINDRA
Fiksi RemajaFiora Latasha Quenza. Ia adalah seorang gadis cantik dengan rambut panjang dan mempunyai mata yang indah. Ia dipanggil dengan sebutan Fiora. Fiora bisa dibilang adalah anak yang sangat dekat dengan Ibunya. Tapi sayangnya Ibunya sudah pergi meningga...
