"Udah lama nunggunya?" Tanya Fiora yang baru saja menghampiri Ravindra.
"Enggak juga. Demi kamu mah apapun bakal aku tungguin," ucap Ravindra sambil tersenyum.
"Gombal mulu, udah ayok berangkat, kan mau belajar."
Mereka lalu segera pergi ke rumah Ravindra.
"Fiora," ucap Mama Ravindra yang langsung memeluknya dengan erat. "Kamu tambah gede ya, bener kata Ravindra kamu tuh cantik banget katanya."
Fiora lalu mengalihkan pandangannya ke Ravindra. Ravindra hanya bisa menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
"Kamu tau gak sih, Ravindra tuh sering cerita ke Tante tentang kamu. Owh iya gimana kabar kamu baik kan?"
"Iya baik kok Tante, Tante gimana kabarnya?"
"Baik banget, owh iya kamu sudah makan?"
"Udah tadi Tante di rumah," balas Fiora dengan ramah.
"Yaudah kalian belajar aja ya, Tante mau nonton dulu," ucapnya lalu pergi meninggalkan mereka berdua.
"Cie sering ngomongin aku," ucap Fiora sambil tersenyum.
"Gua ke atas dulu," balas Ravindra yang menahan senyumnya. "Ambil buku."
"Yaudah ambil aja, ini belajarnya dimana?"
Ravindra lalu menunjukkan ruang tamu dan segera pergi ke kamarnya untuk mengambil buku.
"Mama pake ngomong segala," gumam Ravindra sambil mengambil buku. "Besok mata pelajaran apaan? Gua aja kagak tau."
Ravindra lalu ingin mengambil handphonenya. Tapi tidak ada, handphonenya tertinggal di ruang tamu.
"Bodo ah ini aja," ucapnya mengambil sembarang buku lalu pergi menghampiri Fiora.
"Besok kamu pelajaran apa?" Tanya Fiora yang melihat Ravindra baru saja duduk.
"Ini," ucap Ravindra sambil tersenyum.
"Hah? Itu buku pelajaran?"
"Iy—" Ravindra hanya menggaruk kepalanya dan tertawa kecil setelah melihat buku itu yang berjudul Resep Makanan.
"Kamu mau belajar masak?" Tawa Fiora.
"Ini kayaknya buku Mama gua, kenapa bisa di kamar sih," ucapnya bingung.
"Udah sana ambil yang bener."
"Siap komandan," ucap Ravindra dengan badan dan tangannya yang tegap dan siap seperti tentara.
Fiora tertawa kecil melihat tingkah laku Ravindra yang begitu lucu.
Setelah Ravindra mengambil bukunya, mereka lalu belajar sambil sesekali membucin. Posisi Ravindra berubah-ubah karena dia sungguh tidak menyukai hal ini.
"Vindra kok kelakuan kamu aneh-aneh sih, yang bener belajarnya," tegur Fiora yang sedang fokus.
"Yaudah gak mau belajar," ucap Ravindra yang tiba-tiba merajuk dan menaruhkan bukunya di meja.
"Ih ngambek gitu ceritanya?" Ledek Fiora sambil tertawa. "Yaudah ngambek aja, gak peduli," ucap Fiora yang tidak menghiraukannya.
Ravindra yang kesal lalu berjalan dan duduk menghampiri Fiora. Ia memperhatikan wajah Fiora dengan lekat. Setelah merasa puas ia perlahan menaruhkan kepalanya di pundak Fiora dengan nyaman.
"Modus," ucap Fiora yang masih tetap fokus dengan bacaan nya.
"Kamu baca apa sih?" Tanya Ravindra yang kepalanya masih tetap bersandar di pundak Fiora dengan nyamannya.
"Novel," ucap Fiora sambil tersenyum. "Bentar ada adegan kiss nya," ucap Fiora sambil tersenyum tipis melihat novel itu.
Sedangkan Ravindra hanya tersenyum tipis. Perlahan ia mendekatkan tangannya ke novel itu. Dan ia mengambilnya dengan cepat lalu langsung begitu saja mencium bibir Fiora dengan sekilas tapi pasti.
Mata Fiora membulat, ia mematung dengan tingkah Ravindra yang menurutnya sangat berani.
"Ngapain baca novel, kan kita bisa buat cerita langsung contohnya kayak tadi. Mau lagi gak?" Tanya Ravindra dengan senyumnya yang begitu merekah.
"Gak," ucap Fiora yang lalu menyiahkan wajah Ravindra karena malu.
"Pipi kamu aja merah," kekeh Ravindra.
"Vindra, kalo Mama kamu liat gimana? Gak boleh," ucap Fiora.
"Iya-iya tadi nge-charge batere aku aja," balasnya lalu mengambil buku pelajaran yang tadi ia taruh di meja.
"Gitu dong belajar, biar lulus."
"Abis itu kita nikah," ucap Ravindra sembari berbaring di paha Fiora dan membuka buku.
"Kalo belajar mana bisa gini Vin, nanti mata kamu rusak."
"Gapapa sekali-kali, aku cape bentar aja," ucap Ravindra sambil tersenyum manis.
Apalah daya Fiora hanya bisa menuruti kemauannya. Jujur saja ia tidak bisa menolak permintaan Ravindra dengan wajahnya yang sangat manis ketika tersenyum.
.⋆。⋆☂˚。⋆。˚☽˚。⋆.
"Semangat kamu, hari ini kan hari pertama kamu ujian," ucap Fiora sambil membenarkan rambut Ravindra yang sedikit berantakan.
"Gak semangat," ucap Ravindra dengan lemah.
"Kok gitu, padahal kita hampir tiap hari belajar bareng," ucap Fiora dengan heran.
"Kamu mau tau biar aku semangat?"
"Gak pasti modus kan?"
"Enggak bukan modus."
"Yaudah terus apa?"
KAMU SEDANG MEMBACA
FIORAVINDRA
Teen FictionFiora Latasha Quenza. Ia adalah seorang gadis cantik dengan rambut panjang dan mempunyai mata yang indah. Ia dipanggil dengan sebutan Fiora. Fiora bisa dibilang adalah anak yang sangat dekat dengan Ibunya. Tapi sayangnya Ibunya sudah pergi meningga...
