"Bye-bye, hati-hati kamu," ucap Fiora sambil tersenyum.
"Owh iya nanti pulang sekolah jadi?"
"Kemana?"
"Kamu lupa? Kan aku ada pertandingan basket yang terakhir."
"Astaga iya sampai lupa, kamu berangkat ke sananya jam berapa?" Tanya Fiora. "Soalnya temen-temen aku juga mau ikut, boleh kan?"
"Iya boleh aja kok."
"Tapi," ucap Fiora sambil mengangkat alisnya.
"Hm?"
"Aku perginya sama mereka, hehe," ucap Fiora yang padahal mereka sudah janjian akan pergi bersama-sama.
"Yaudah," balas Ravindra dengan singkat lalu memakai helmnya dan hendak pergi.
"Eh kok gitu, ngambek ya? Sorry mau gimana lagi sayang, kasian mereka, katanya selama aku pacaran sama kamu itu kita selalu berduaan gitu," ucap Fiora sambil takut-takut.
Ravindra hanya menghela nafasnya. "Yaudah kamu pergi aja sama mereka, yang penting kamu harus datang tepat waktu."
"Siap," ucap Fiora sambil tersenyum.
"Yaudah sana masuk, lima menit lagi masuk loh."
"Perlu bayar gak nih?" Tanya Fiora.
"Gak, pake daun paling," balas Ravindra.
"Lepas dulu deh helm nya," suruh Fiora.
"Gak."
"Lepas sayang."
"Kalo di lepas kamu mau ngapain?" Tanya Ravindra yang tidak mengerti dengan kemauan Fiora yang karena masih sedikit kesal.
"Kamu lama ih, sini aku aja," ucap Fiora yang lalu melangkah lebih dekat dengan Ravindra, melepas helmnya dan langsung begitu saja mencium pipinya, lalu berlari meninggalkan Ravindra.
Ravindra hanya tersenyum melihat Fiora yang sekarang begitu berani.
.⋆。⋆☂˚。⋆。˚☽˚。⋆.
"Fiora, ntar gimana jadi kan?" Tanya Naya sambil berbisik yang di balas Fiora dengan anggukan kepala.
"Akhirnya," ucap Naya yang tiba-tiba mengeluarkan suaranya yang padahal saat itu suasana kelas sangat tenang karena di suruh membaca.
"Naya? Kamu kenapa?" Tanya Guru yang ada di depan.
"Enggak kok Bu," ucap Naya sambil menggelengkan kepalanya dan tersenyum.
"Saya catat ya kamu, kamu udah lama loh buat hal-hal yang kayak gini. Sebentar lagi kalian bakal UAS loh," ucap Guru itu.
Naya hanya bisa mendengus kesal, ia tidak bisa untuk mengelak karena memang itulah kenyataannya.
Tidak terasa jam sudah berlalu, Fiora, Naya dan Keisha sudah berada di mobil dan bersiap-siap untuk pergi.
"Gimana-gimana udah cantik?" Tanya Naya yang sedang bermake-up.
"Naya, kita udah lama loh nunggu lu make-up, nanti telat lagi," keluh Keisha yang sudah sangat bosan setiap pergi selalu melihat penampakan Naya yang sedang bermake-up.
"Udah cantik kok Nay, ayok berangkat," puji Fiora agar lebih cepat.
"Bentar-bentar bibir gua kurang merah gak sih? Apa gua tambahin dikit ya? Biar lebih wow, kalian gak mau gitu? Di sana banyak orang loh."
"Bukannya tadi kita dari tadi udah kan? Cuma lu aja yang belom selesai sampe sekarang," ucap Keisha sambil mengambil handphonenya.
"Kayaknya sampai kiamat baru selesai nih," ucap Fiora sambil tertawa. "Udah kok itu Nay. Perfect banget-banget."
"Okei, sip," ucap Naya sambil bercermin lalu merapikan alat-alat makeup nya yang bisa dibilang itu sangat banyak.
"Akhirnya ya Allah," puji syukur Keisha sambil menutup matanya.
"Tenang, gua bakal bawa kalian ke surga. Kalian mau surga yang mana? Atau mau ke neraka?" Tanya Naya sambil memakai sabuk pengaman mobilnya dan tangannya yang sudah siap untuk mengebut.
"Gua mau hidup sih," ucap Fiora.
"Sama," ucap Keisha yang setuju dengan perkataan Fiora. "Kalo lu mau mati, mati sendiri aja gak usah ngajak-ngajak. Setidaknya gua harus punya ijazah SMA dulu kali ya."
"Yaudah deh iya-iya, gua bakal santai bawanya," ucap Naya sambil menyalakan mobilnya.
Sekitar lima belas menit kemudian, akhirnya mereka sudah sampai dengan selamat. Mereka langsung pergi ke tempat pertandingannya yang di mana sebentar lagi akan mulai.
"Wow, ini pertandingan yang bakal berarti banget sih bagi Ravindra, ya gak Kei," ucap Naya sambil tersenyum.
"Ya iyalah orang ada kesayangannya di sini, orang yang udah lama ia nanti-nanti sejak kecil. Cie," ucap Keisha. "Mana di siapin lagi tempat duduknya, sweet deh."
"Udah ah kalian, kan aku jadi malu," ucap Fiora yang pipinya sudah merah merona.
"Gausah malu-malu Ra," ucap Naya sambil menyenggol lengan Fiora dengan pelan.
"Lu tuh yang malu-malu, udah tau Akbar suka sama lu, masih aja lu gak mau," ucap Keisha sambil tertawa.
"Eh kok gua gak tau?" Tanya Fiora. "Lu tau dari mana Kei?"
"Ini akibat lo udah terlantarkan kita karna lo bucin mulu, jadi gatau kan," ucap Keisha yang sekaligus menyindir Fiora.
"Ya sorry," ucap Fiora sambil tertawa kecil. "Yaudah emangnya apaan?"
"Keisha, lo pulang jalan kaki ya," ucap Naya sambil tersenyum.
"Kenapa sih Nay? Gapapa kali," balas Fiora. "Gausah malu-malu Nay," ucap Fiora sambil menirukan suara dan gerakan yang tadi Naya lakukan kepadanya.
Keisha hanya tertawa melihat Naya yang begitu sangat kesal. "Udah-udah, tuh tinggal satu menit lagi, mereka juga udah pemanasan, ah sumpah keren banget."
"Apalagi Ravindra, dia kok bisa ya perfect kek gitu mukanya," ucap Naya yang tidak sadar.
"Ekhm...," ucap Fiora yang berdehem.
"Mana badannya tinggi, gak playboy kek Akbar," ucap Naya yang lagi dan lagi membuat Keisha menepuk pundaknya.
"Lo mau pulang jalan kaki?" Tanya Keisha sambil tersenyum. "Sadar siapa yang ada tengah-tengah kita."
"Hah?" Tanya Naya yang masih asik memperhatikan satu persatu wajah mereka yang ada di seberang sana.
KAMU SEDANG MEMBACA
FIORAVINDRA
Teen FictionFiora Latasha Quenza. Ia adalah seorang gadis cantik dengan rambut panjang dan mempunyai mata yang indah. Ia dipanggil dengan sebutan Fiora. Fiora bisa dibilang adalah anak yang sangat dekat dengan Ibunya. Tapi sayangnya Ibunya sudah pergi meningga...
