Chapter 12 : Good Night

273 22 2
                                        

Ravindra mengangguk pelan sambil berjalan mendekati Fiora. "Love you," ucapnya sambil memeluk Fiora dengan tulus.

"Fiora tersenyum dan membalas pelukannya. "Love you to Vindra."

.⋆。⋆☂˚。⋆。˚☽˚。⋆.

"Besok pagi aku jemput ya."

"Kan emang selalu di jemput?"

"Eh iya-ya," ucap Ravindra sambil tersenyum tipis. "Udah sana masuk. Ntar masuk angin."

"Kan seger kalo ada angin," balas Fiora dengan polosnya.

"Udah sana masuk, tidur. Good night," ucap Ravindra sambil mengelus rambut Fiora dengan pelan.

"Good night to," ucap Fiora sambil tersenyum. "Kabarin kalo udah sampe."

"Iyaa. Udah sana kamu masuk dulu."

"Iya.... Hati-hati," ucap Fiora sambil melambaikan tangannya dan masuk ke rumahnya.

Setelah Fiora masuk ke rumahnya, Ravindra lalu menghidupkan motornya dan segera pergi.

"Tumben Non perginya lama," tanya Bibi Fiora.

"Hehe, gapapa Bi, sekali-kali."

"Non udah makan?"

"Udah tadi Bi, sama Vindra. Fiora ke atas dulu ya."

.⋆。⋆☂˚。⋆。˚☽˚。⋆.

"Kok Vindra belum ngabarin ya,"  gumam Fiora sambil mengecek handphonenya. "Apa—"

Ting...

Tiba-tiba ada notifikasi yang bertuliskan nama Vindra di handphone Fiora. Ia segera membukanya.

"Gua udah sampe."

"Bales apa ya?" Batin Fiora sambil berfikir.

Jujur saja pacaran adalah suatu hal yang masih belum Fiora lewati. Ravindra adalah cinta pertamanya dan first kiss nya.

"Cuma dilihat doang?" Ucap Ravindra sambil menatap terus handphonenya.

"Em yaudah good night."

"Good night juga Vindra."

Hanya itu yang bisa Fiora balas. Rasanya chatan seperti itu masih terasa asing bagi Fiora.

Sepertinya malam ini Fiora tidak bisa tidur nyenyak. Mungkin karena adegan tadi.

"Otakk. Please gausah kesana mulu. Kan gua malu," ucap Fiora sambil membenamkan wajahnya ke selimut.

"Harus tidur, besok sekolah."

Fiora lalu berusaha memejamkan matanya agar tidur. Entah berapa lama dia melakukan hal itu. Hingga akhirnya dia hanya tidur kurang lebih dari dua jam.

"Kantong mata gua," kesal Fiora sambil memperhatikan matanya di depan cermin.

Ia berusaha untuk menutupinya menggunakan bedak. "Lumayan lah gak terlalu."

"Oke yang terkahir, lip tint."

Ia perlahan mengoleskan lip tint itu ke bibirnya dan lagi-lagi ia teringat akan suatu hal.

"Ah panas banget," gumamnya sambil mengibaskan tangannya ke wajahnya.

Tok...tok...tok...

"Pasti dia udah dateng."

Fiora dengan cepat mengambil ranselnya dan memasang sepatu dan pergi menghampiri Ravindra yang sudah menunggunya di depan.

"Morning cantik."

Fiora tersipu mendengar sapaan itu. "Morning juga."

"Ayo kita berangkat," ucap Ravindra sambil tersenyum tipis dan memberikan helm ke Fiora.

Fiora hanya mengangguk kepalanya dengan pelan dan mengambil helm itu, lalu memakainya.

"Udah?"

"Iya udah," ucap Fiora. Ravindra lalu segera berangkat ke sekolah.

Saat di perjalanan, ada rasa canggung di antara mereka berdua. Bagaimana tidak karena hari ini adalah hari pertama mereka berboncengan dengan hubungan pacaran.

"Pegangan, gak usah malu-malu," ucap Ravindra yang memperhatikan gerak-gerik Fiora di belakang melalui kaca spion motornya.

"Engga kok," ucap Fiora sambil tertawa kecil.

"Manis," gumam Ravindra.

"Hah?" Tanya Fiora yang kurang jelas mendengar suara Ravindra.

"Gapapa, udah pegangan aja," ucap Ravindra sambil mengambil tangan Fiora dari belakang.

"Lu mah," ucap Fiora yang malu-malu mau.

"Nah gini kan enak," ucap Ravindra.

.⋆。⋆☂˚。⋆。˚☽˚。⋆.

"Aku ke kelas dulu ya," ucap Ravindra.

"Iya, udah sana ntar telat," balas Fiora sambil tersenyum.

"Boleh pindah gak sih?"

"Pindah ke mana? Ke sini?"

"Iya, biar bisa liat muka kamu setiap detik," gombal Ravindra.

"Baru juga sehari, udah pandai gombal kamu?"

"Ya—"

"Udah gak selesai-selesai kalo gini, udah sana masuk kelas. Ntar telat."

"Yaudah iya, nanti istirahat aku jemput. Gamau tau. Bye," ucap Ravindra sambil melambaikan tangannya dan tersenyum manis ke arah  Fiora.

Fiora hanya bisa membalas lambaian tangannya. Saat ini rasanya hati Fiora penuh dengan bunga dan bahkan sudah jadi taman bunga. Pipinya menjadi merah merona.

"Lagi liatin siapa sih?"

"Astaghfirullah," ucap Fiora sambil memegang dadanya. "Kaget Nay."

"Lu tumben, jam segini senyum-senyum, satu menit lagi masuk nih, lu gak ada niat ke kelas? Atau mau jadi satpam di kelas ini di depan pintu?"

"Iya-iya, bawel lu," ucap Fiora sambil masuk dan duduk di kursinya.

"Eh keknya kata anak-anak kelas lain bener deh," ucap Naya.

"Ada apa?"

"Gua denger-denger, a—"

FIORAVINDRATempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang