Chapter 23 : Tidak Ada Kabar

171 16 0
                                        

Tidak terasa satu bulan telah berlalu. Tidak ada kabar sedikitpun dari Ravindra. Sedangkan Fiora ia selalu menanti kabar dari Ravindra. Karena telponnya sudah tidak lagi aktif. Ravindra seperti benar-benar telah hilang.

"Jadi sekarang lo gimana?" Tanya Naya.

Saat itu mereka sedang kumpul Fiora, Naya, dan Keisha di sebuah cafe. Tempat mereka berkeluh-kesah sekaligus tempat mereka mengobrol satu sama lain.

"Nyusul?" Tanya Keisha yang melihat wajah Fiora benar-benar seperti sedang merindukan Ravindra.

"Nyusul ke mana? Pas di bandara waktu itu..."

Flashback on.

Orang-orang datang dan pergi silih berganti. Berbagai mimik wajah yang bermacam-macam. Ada yang bahagia, sedih, takut, senang. Dan saat itu yang ada di wajah Fiora adalah sedih dan entah mengapa ada bercampur takut.

"Kamu janji bakal balik ke Indonesia?" Tanya Fiora sambil mengacungkan jari kelingkingnya sambil menatap lekat wajah Ravindra.

Ravindra hanya tersenyum simpul. Ia menggenggam kedua tangan Fiora. Sambil mengatakan, "Aku gak bisa janji."

"Why? Kenapa?" Tanya Fiora.

"Em.... Ya siapa tau aku banyak kerjaan. Jadi gak sempet mau pulang," ucap Farrel sambil menggaruk kepalanya.

"Lo bohong," kesal Fiora sambil melepaskan tangannya dari genggaman tangan Ravindra. "Bilang aja kalo kamu gak mau lagi sama aku!"

"Kok gitu sih," ucap Ravindra sambil tertawa kecil. Ravindra lalu mendekat ke Fiora. Ia memeluk badan Fiora sambil mencium keningnya dengan lembut.

"Ya udah iya aku janji, kalo ada waktu aku bakal ke Indonesia. Buat ketemu kamu. Nikahin kamu langsung," ucap Ravindra.

"Janji?" Tanya Fiora lagi.

Ravindra menggelengkan kepalanya pelan. "Kalo aku gak bisa tepatin janji aku gimana?"

Fiora hanya menghela nafasnya. Sedangkan Ravindra ada perasaan tidak enak di hatinya.

"Kamu kuliah di mana sih?" Tanya Fiora yang benar-benar penasaran. Karena ketika di tanya hal itu. Ravindra selalu mengalihkan pembicaraan.

Tiba-tiba suara untuk masuk ke pesawat sudah terdengar. Terpaksa Ravindra dan Fiora harus berpisah di sini.

"Kamu belajar yang rajin, biar bagus nilainya. Makan yang teratur. Kamu harus bahagia di sini. Walaupun gak ada aku di sini. Itu adalah yang harus kamu janjiin sama aku," ucap Ravindra mengambil tangan Fiora dan menyatukan kelingking nya. "Sekarang kamu udah janji," ucapnya.

"Eh kok gitu. Gak adil," ucap Fiora yang merasa merugikan. Ravindra dengan cepat mencium pipi Fiora dan pergi meninggalkanny.

Tapi sebelum masuk Ravindra terlebih dahulu melambaikan tangannya sambil tersenyum ke Fiora.  Tapi bukannya tersenyum Fiora malah memasang muka cemberut nya. Yang membuat Farrel terhenti. Ia menyuruh Fiora untuk tersenyum sambil memperagakannya. Dengan terpaksa Fiora harus berpisah, melambaikan tangannya, tersenyum, dan membiarkan Ravindra untuk pergi kuliah di luar negeri.

Flashback off.

"Dia aja gak bilang apa-apa sama gua," gimana mau pergi ke sana. Papa sama Mamanya juga pindah. Gua gak tau mau nanya siapa?" Lirih Fiora.

"Ah pusing gua," ucap Naya sambil memegang kepalanya. "Tiap Lo bahas Ravindra kepala gua itu mendadak pusing tau gak?"

"Lebay lu," ucap Keisha. "Fiora aja biasa aja tuh."

"Ya coba deh Lo bayangin. Sakit gak berdarah," ucap Naya.

"Udah-udah," ucap Fiora menghentikan mereka. Yang sepertinya akan berjalan panjang. "Gua bakal tunggu dia."

"Lagi?" Tanya Naya.

"Ya lagi. Pas kecil juga gitu kan?" Tanya Fiora. "Gua yakin gua sanggup. Kan baru satu bulan. Bukan satu tahun."

Naya dan Keisha hanya saling melirik. Bukannya mereka tidak tau, kalau Fiora sekarang hidup seperti tidak mempunyai jalan. Tidak ada arah.

FIORAVINDRATempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang