Chapter 24: Paket Misterius

171 15 0
                                        

Seperti biasa, semenjak Ravindra telah pergi ke luar negeri. Fiora selalu lesu saat di rumah. Bede lagi kalau di luar. Topengnya sudah ia buang saat sampai di depan rumahnya. Ia berjalan tidak mempunyai semangat.

Saat masuk ke rumahnya. Ia menatap satu persatu barang-barang di sana. Entah kenapa, tapi sudah seperti kebiasaannya. Melihat kondisi yang sepi.

Tapi ia terkejut saat rumahnya ada yang memencet bel. "Siapa?" Batinnya. "Udah lama bel itu gak bunyi," lirihnya sambil berjalan ke pintu.

"Benar dengan Mbak Fiora?" Tanya kurir paket.

Fiora termenung. Ia mengingat. Seingatnya ia tidak memesan paket apapun itu. "Beneran buat saya?" Tanya Fiora memastikan.

Kurir itu lalu kembali membaca alamat itu untuk memastikan kebenarannya. "Bener Mbak."

"Dari siapa?" Tanya Fiora.

"Di sini tidak di beri tau nama pengirimnya Mbak."

"Hah?" Tanya Fiora bingung.

"Yaudah deh Mbak, terima aja. Soalnya saya juga gak tau. Saya cuma pengirim paket yang bakal ngirim ke alamat yang di cantumkan. Terimakasih Mbak," ucap kurir tersebut langsung memberikan paket itu dan pergi meninggalkan Fiora yang masih bingung.

Tidak ada pilihan lain. Fiora lalu membawa paket itu ke kamarnya dan menaruhnya di meja belajarnya. "Ini gak bahaya?" Batinnya sambil memperhatikan barang itu.

Fiora lalu mengambil handphonenya dan memfoto paket itu dan mengirimkan foto itu di grupnya, dimana ada Naya dan Keisha.

Naya yang sedang on langsung saja membalas pesan dari Fiora.

"Buka aja Fiora, gak juga aneh sih menurut gua. Siapa tau dari itu," balas Naya yang sedang menerka-nerka.

"Atau gak kita buka sama-sama. Gua otw nih ke rumah lo. Takut ada bom kan," tambahnya lagi.

Keisha yang baru online, hanya bisa menggelengkan kepalanya melihat Naya yang mempunyai imajinasi yang tinggi.

"Eh aneh-aneh Lo. Ngapain juga ngirim bom ke Fiora. Siapa?"

"Lah pengirimnya aja gak di kasih tau loh. Gimana kita gak curiga."

"Eh tapi kan lu liat aja paket nya. Bagus kayak gitu. Romantis banget gak sih. Ada bunga putih gitu. Masa iya bom," jelas Keisha.

"Ingat jangan liat sampul nya doang."

Sepertinya bertanya di grup itu hanyalah akan menambah pikiran Fiora. Fiora dengan yakin mematikan handphonenya dan mengambil gunting untuk membuka paket itu.

FIORAVINDRATempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang