Ravindra segera masuk ke ruang ganti, dimana semua teman-temannya sudah ganti pakaian.
Ia langsung segera membuka laci bajunya dan berganti pakaian.
"Lu gapapa?" Tanya Jordi.
Ravindra menghela nafasnya dan hanya menganggukkan kepalanya.
"Eh lu bawa siapa?" Tanya Gio ke Vano.
"Bawa Emak gua. Kenapa? Iri? Bilang bos," ucapnya sambil tertawa.
"Gua serius anjir," kesal Gio.
"Ya, siapa coba, gua gak punya ayang."
"Iya juga sih, kasian deh Lo, sabar ya," ejek Gio sambil menepuk pundaknya.
"Eh si Ravindra juga gaada tuh, kalo main mah main aja, ga guna juga."
"Udah bilang aja lu-"
"Udah ayo berangkat," ucap Ravindra yang memotong pembicaraan mereka.
Mereka langsung segera bergegas dan keluar dengan dipimpin oleh Ravindra jalan di depan dan di susul teman-temannya.
"Owh iya, anak-anak cheerleaders udah pada pergi?" Tanya Wisnu.
"Kenapa Lu? Suka ya? Sama sih," balas Vano sambil tersenyum. "Keknya udah sih. Cuma kita doang yang belum."
.⋆。⋆☂˚。⋆。˚☽˚。⋆.
"
Fiora tadi lu dari mana aja?" Tanya Naya dengan Fiora yang setelah dia datang ke kelas ia hanya terdiam dan tidak fokus belajar.
"Gak dari mana-mana, udah fokus tuh," balas Fiora sambil menunjukkan papan tulis yang dimana ada soal yang harus dikerjakan.
"Eh ikut yuk," ucap Naya yang baru saja melihat handphonenya.
"Kemana?" Tanya Fiora yang tetap fokus menulis.
"Ke tempat banyak para cogan."
"Hah?"
"Ayok, ini darurat gua harus gantiin seseorang," ucap Naya dengan wajah yang mulai serius.
"Emang gua ngapain kesana?"
"Ya lu ...," ucap Naya yang bingung mau menjawab apa. "Ah si Keisha lagi ada ulangan masalahnya. Gua gamau sendiri."
"Itu sama si Akbar," ucap Fiora sambil menunjuknya.
"Yaelah, ayolah Fio-" ucapan Naya terpotong karena ternyata Pak Abdul sedari tadi memperhatikan mereka.
"Apa yang kalian bicarakan?" Tanya Pak Abdul.
Fiora hanya menutup matanya dengan tangannya karena mereka malu. Sedangkan Naya hanya tertawa cengegasan.
"Itu Pak, saya sama Fiora mau izin," ucap Naya.
"Kemana?" Tanyanya.
"Kan hari ini ada pertandingan basket Pak. Saya sebenarnya cuma cadangan sih, tapi sesuatu yang terjadi tiba-tiba datang Pak," ucap Naya dengan sesuatu.
"Langsung saja ke intinya."
"Jadi Pak, saya harus pergi ke sana, karena saya cheerleaders. Soalnya ada yang cedera," jelas Naya.
"Terus kok Fiora juga?"
"Fiora ... Dia juga cheerleaders Pak," ucap Naya.
"Bukannya dia masih baru disini?"
"Ah bapak. Banyak tanyak, boleh gak pak?" Tanya Naya yang sudah lelah diintrogasi.
"Yasudah kamu izin ke guru piket ya," ucap Pak Abdul.
KAMU SEDANG MEMBACA
FIORAVINDRA
Ficção AdolescenteFiora Latasha Quenza. Ia adalah seorang gadis cantik dengan rambut panjang dan mempunyai mata yang indah. Ia dipanggil dengan sebutan Fiora. Fiora bisa dibilang adalah anak yang sangat dekat dengan Ibunya. Tapi sayangnya Ibunya sudah pergi meningga...
