Chapter 8 : Awal Baik?

419 43 6
                                        

"Kemana ya," batin Fiora sambil memperhatikan sekelilingnya. "Gara-gara si Naya nih jadi kek gembel gua disini."

Setelah lama Fiora berpikir akhirnya dia memutuskan untuk pergi ketempat tadi, tempat istirahat tamu.

Disana Fiora hanya terdiam sambil mengotak-atik handphonenya sampai ia rasanya sudah sangat bosan.

Hingga beberapa saat terdengar suara sorakan yang begitu ramai. Sepertinya itu berasal dari lapangan basket. Karena Fiora yang bosan lalu ia segera ingin mengetahui apa yang terjadi.

Fiora lalu langsung masuk ke kerumunan dan melihat siapa yang bertengkar.

Ia terkejut saat mengetahui bahwa Tim Osiris dan Tigers sedang beradu mulut.

Orang-orang bukannya melerai malah membuat suasana semakin panas. Fiora yang bingung karena tidak tau apa permasalahannya lalu menuju Naya.

"Aduh kenapa kek gini sih," ucap Naya sambil menggaruk-garuk kepalanya.

"Nay kenapa?" Tanya Fiora yang penasaran.

"Ah ribet masalahnya, gini nih jadinya kalo disatuin."

"Kenapa sih?"

"Tim Tigers menang, dan itu gak adil."

"Gak adil? Mereka curang?" Tanya Fiora lagi.

"Ya gitu deh, sekarang gua gatau harus ngapain. Mereka susah buat di lerai. Kayaknya sekarang permasalahan lebih rumit dari kemarin-kemarin," jelas Naya sambil menghela nafasnya.

Disana terlihat, entah apa yang mereka bicarakan.

Tiba-tiba Ravindra pergi dengan wajah yang panas. Ia mengambil tasnya. Lalu diikuti oleh temannya yang lain.

"Kalo lo berani, sini lu langsung," teriak Alvin.

Ravindra berhenti dan hanya tersenyum miring.

"Gimana Vin?" Tanya Jordi.

"Kayak biasa," ucap Ravindra.

"Gua tunggu lu, ditempat biasa," teriak Wisnu membalas teriakan Alvin.

Mereka lalu lanjut berjalan dan tiba-tiba berhenti tepat di depan Fiora karena mengikuti langkah kaki Ravindra.

"Ikut gua," ucap Ravindra langsung memegang tangan Fiora secara paksa.

"Lu kenapa sih," ucapnya sambil berusaha melepaskan tangannya. "Sakit, ah gila lu."

"Gausah banyak omong!" Bentak Ravindra.

Fiora hanya membulatkan matanya. Ingin rasa ia membalas bentakan Ravindra. Tapi ia menahannya karena melihat kondisi yang sekarang.

Ia hanya pasrah mengikuti langkah kaki Ravindra. Walaupun dalam hatinya banyak cacian tentang Ravindra yang suka memaksanya.

"Ah nih orang, emang kek ...," batin Fiora yang geram.

"Kalian duluan aja," ujar Ravindra yang melihat teman-temannya memperhatikan mereka.

"Hah?" Tanya Gio yang masih kurang mengerti.

Jonathan lalu segera menarik tangan Gio agar menjauh dari Ravindra dan Fiora. Lalu diikuti oleh yang lainnya.

Fiora menatap wajah Ravindra dengan penuh tanya. Ia tidak mengerti situasi apa yang akan dia hadapi sekarang.

Ravindra terlihat enggan untuk berbicara. Ia hanya terdiam sambil menatap kosong.

"Lu ..., Kenapa?" Tanya Fiora dengan sedikit pelan saat mereka sudah sampai di parkiran.

Ravindra tidak menjawabnya, ia malah menyodorkan helm ke Fiora.

FIORAVINDRATempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang