Chap 8 - Start The Day

165 16 3
                                        

Gun POV


Sudah satu minggu aku absen dari kuliah, ini baru awal semester dan aku sudah tertinggal banyak makul.

"Ingat! langsung pulang setelah kuliah selesai dan istirahat! Awas kalau mamah tau sampai malam kamu gak ada di rumah!" pesan ibuku yang terasa seperti ancaman.

"Got it, Mom!" jawabku sambil melambai kearahnya.

"Tle, budhe titip Gun, ya!"

"Siap, budhe!"

Title melajukan mobilnya, mobil yang ia dapat sebagai hadiah kelulusan waktu SMA. Yah, Title adalah siswa berprestasi, dia berhak mendapatkannya.

"Andai papahku sekaya ayah kamu, Tle...aku juga pengen berangkat ke kampus naik mobil jadi enggak usah ngerepotin kamu terus."

Title hanya terkekeh mendengar keluhanku.

"Gak papa gak kaya, asal gak cerai!" jawabnya singkat.

Orang tua Title sudah bercerai sejak kami SMP. Saat itu ibunya ketahuan berselingkuh dengan rekan kerjanya dan akhirnya mereka memutuskan untuk berpisah.

Itu adalah saat-saat terburuk bagi Title, tapi si Item ini entah kenapa bisa melakukannya dengan baik. Dia masih saja menjadi siswa berprestasi dengan segala permasalahan hidupnya.

Ibu Title akhirnya memilih menikah dengan rekan kerjanya tersebut dan mereka hidup terpisah. Sedangkan ayah Title, sepertinya beliau lebih memilih untuk fokus bekerja sampai keluarga Title menjadi sekaya ini.

"Kalau ayah sama bunda gak cerai, aku gak bisa makan masakan budhe setiap hari" lanjutnya masih dengan kekehannya.

Aku memukul kepala Title pelan, "Gila lu, item! Masakan tante juga enak kali!"

"Btw, minggu depan aku mau ke rumah bunda, lu mau ikut, Gun?" ajak Title

"Sure!! Suaminya bunda kamu pasti akan ngajak kita makan-makan di restoran mahal lagi, Tle hehhe!"

"Dasar, si Bego tukang makan!" sambung Title

"Lu yang tukang makan!"

"Lu tau!"

.

.

.

Title memarkirkan mobilnya, dari dalam mobil aku bisa melihat kak Jane berdiri di depan Gedung fakultas kami.

"Kurasa kak Jane nungguin kamu, Gun?" bisik Title

Saat perjalan ke kampus tadi tiba-tiba kak Jane menghubungiku.

'Gun? Apa kau sudah sembuh? Kapan kau mulai masuk kuliah lagi?'

Aku tidak akan berbohong karena hari ini aku sangat, sangat, Bahagia!

Sudah cukup lama dia tidak menghubungi nomerku lagi. Ya, semenjak kak Jane masuk ke universitas dia jadi lebih sibuk dengan kegiatan kemahasiswaannya. Karena dia juga salah satu mahasiswi yang sangat popular dan aktif di kampus ini.

Deg deg deg

Seiring dengan langkah kakiku yang berjalan mendekatinya, aku mulai mengatur nafasku.

'Gun, tolong jangan hancurkan moment ini!'

"Hai, Gun" Sapanya masih dengan senyum yang menawan, kurasa aku bisa meleleh saat ini juga.

"H-hai, kak." Jawabku terbata.

"Kamu udah sehat, Gun?" tanyanya sedikit khawatir, tangan kecilnya membelai lenganku membuat sengatan listrik yang bisa membuatku pingsan kapan saja.

"Ya!!! Tentu saja aku sudah sehat, kak!!" balasku penuh semangat dengan memperlihatkan otot lenganku yang sebenarnya tidak ada.

(S)he's Mine! Really?Stories to obsess over. Discover now