Chap 29 - Clinging

236 9 2
                                        


Gun Pov

.

F*ck! ini semua gara-gara aku!!!

Kegiatan kampus akhir-akhir ini membuat kami jarang untuk bisa bertemu.

Serta Mark yang sedang mencoba untuk tidak terlalu mengekangku dan memberiku waktu luang bersama dengan teman-teman baruku membuatku sangat merindukan kehadirannya.

Aku tahu Mark sedang menahan diri dan aku berniat mengajaknya menginap malam ini mengingat ujian besok bukan ujian yang berat. Aku sudah mempersiapkan semuanya, makan malam dan kamarku sudah kutata serapi dan sewangi mungkin. Tapi sialnya kenapa tiba-tiba orang tuaku pulang ke rumah?

"Tle, kamu kenapa sih! Kamu tau'kan perjuangan kami!!!" keluhku pada Title yang kini berdiri di depan pintu kamarku.

"Ngapain kamu berdiri disitu?"

"Jaga-jaga kalo kamu kabur."

"Sialan!!!"

Kenapa papah dan mamah bisa tiba-tiba pulang tanpa memberitahuku? Wajah papah terlihat menakutkan saat sampai disini dan tidak membutuhkan waktu lama Mark datang membuat keadaan semakin berantakan.

"Kamu kenapa gak cerita kalo papah sama mamah mau pulang, Tle?"

"Gimana aku tahu, mereka tiba-tiba udah sampai di rumahku."

"Ck, terus kenapa papah sama mamah malah ke rumah kamu dulu?"
"Karena mereka mau nunjukin sesuatu sama aku, bego!"

"Sesuatu?"

F*ck, benar! Aku yakin pasti ada sesuatu, karena papah sama mamah gak pernah pulang tanpa pemberitahuan.

"Lihat" lanjutnya memperlihatkan fotoku dan Mark yang sedang berciuman di taman tadi siang.

"Huh? Kenapa ada foto ini?"

"Lo sih bego!! Udah tahu'kan kalau hubungan kalian ini udah kesebar kemana-mana? Bukan hal sulit mergokin kalian ciuman di tempat umum!!" Title memasukkan kembali ponselnya ke dalam saku dan memijat kepalanya karena ia juga ikut terseret dalam masalah kami. Sudah pasti orang tuaku akan marah dengannya juga.

"Tle, terus gimana?"

"Ck! Pikiran kalian kemana, sih! Segampang itu ciuman di tempat umum!"

"Habisnya aku kangen banget sama Mark, hiks" tanpa sadar air mataku menetes, aku tidak mau hubungan kami berakhir.

Title mencoba menenangkanku dan memelukku dengan lembut, "semua akan baik-baik saja, Gun. Tenanglah...aku akan membantumu."

"Benarkah?" jawabku dan Title mengangguk dengan mantap, "sekarang kita cari tahu, siapa orang yang mengirim foto kalian ke nomer pakdhe."

Seseorang...ada seseorang yang mencoba memisahkan kami.

"Kita cari orang yang ingin menghancurkan hubungan kalian."

Tidak membutuhkan waktu lama aku mendengar suara mobil Mark, kubuka jendelaku dan melihat Mark keluar dari mobilnya. Ia lambaikan tangannya sebelum berniat pergi meninggalkan rumahku dengan senyum tampannya yang tidak pernah pudar. "I love you." Bibirnya bergerak menyatakan cintanya padaku.

"Aku mencitaimu, Mark! Semua akan baik-baik saja!!!" teriakku membalasnya, aku bisa mendengar suara Title yang terkejut dan aku tidak peduli jika orang tuaku akan datang untuk memarahiku.

Mark tampak tersenyum, begitupun denganku. Siapapun itu tidak akan ada yang bisa memisahkan kami.

Tidak membutuhkan waktu lama papah datang dan menyeretku pergi dari jendela kamarku.

You've reached the end of published parts.

⏰ Last updated: Oct 01, 2022 ⏰

Add this story to your Library to get notified about new parts!

(S)he's Mine! Really?Stories to obsess over. Discover now