Chap 16 - Klub Fotografi

191 15 6
                                        

"Hei, kalian!"

Gun dan Title menoleh kearah sumber suara, "Ya?" dan menjawab dengan mulut yang masih penuh dengan makanan.

"Hahahah, tentu saja kalian ada disini, menghabiskan waktu di kantin seperti biasa." Plan tertawa sambil mendudukkan dirinya dihadapan Gun dan Title. Ia mengeluarkan sesuatu dari tasnya memperlihatkan dua lembar kertas pada kedua pemuda itu.

"Voucher?" si kurus mengambilnya membolak-balikkan kertas berbentuk persegi panjang yang ia pegang.

"Itu voucher menginap, kak?"

"Yup, kau betul, Tle."

"Buat aku sama Gun?"

"Yup, kau betul lagi." jawabnya mengambil nugget yang ada di atas piring Title dan memakannya.

Kedua pemuda itu memicingkan matanya, melihat Plan dengan penuh curiga.

"Kenapa kalian melihatku seperti itu?"

Gun memberikan kembali voucher itu pada Plan, "Karena kau orang yang gila uang kak, kayaknya gak mungkin ini gratis," kata Gun, membuat si pendengar menghentikan kunyahannya.

"Tenang saja, ini gratis!" tangan putih Plan bergerak maju memberikan voucher itu kembali.

"Kau tahu, klubku kekurangan anggota, kalian hanya perlu jadi anggota klub fotografi agar klub kami tidak dibubarkan, that's it!"

Gun saling berpandangan dengan Title,

'Kurasa itu ide yang bagus.'

'Kita bisa bersenang-senang dengan gratis, Tle.' Batin kedua pemuda itu seakan mereka punya telepati.

"Sounds good, right?"

"Ok!! Kita berangkat!!"

.

"Gak, aku gak ijinin."

"Huh?"

Mark fokus dengan laptop di depannya, mengerjakan tugas yang harus ia kumpulkan sore ini.

"Aku gak minta ijin sama kamu, Mark? Aku cuma ceri-"

Pemuda yang lebih muda setahun dari Gun itu menatapnya dengan tajam. Gun menciut melihat tatapan Mark yang selalu mengintimidasinya. "Kau pacarku, kau seharusnya meminta ijin padaku."

'F*ck, dia benar.'

"3 hari 2 malam, hanya sebentar aja? Ini acara klub, Mark!"

"Memang kau bagian dari klub mereka?"

"Y-y-ya..tentu saja aku bagian dari klub mereka."

Melihat kekasihnya yang menjawab dengan terbata-bata membuat Mark menghentikan aktifitasnya.

"Mmmn?!" Gun membuka matanya lebar-lebar saat Mark mulai menciumnya tiba-tiba.

"Sejak kapan kau masuk klub mereka?"

Si kurus itu menelan ludahnya, "T-tadi," dan Mark mulai menciumnya kembali. Gun membiarkan Mark menuntunnya, menikmati kecupan yang sudah sering ia dapatkan.

"Gun, keluar dari klub itu."

"Huh?"

.

"Dia bilang kayak gitu?"

"Iya..., Pokoknya aku tetap berangkat!"

Title menyesap rokoknya, menikmati pemandangan malam dari teras kamar Gun, "Kalau kau tidak bisa, boleh kuminta vouchernya untuk temanku?"

"Teman? Siapa?" Gun yang curiga mengambil putung rokok sepupunya, memintanya untuk menjawab pertanyaannya, "......."

"Dia....cewek yang akhir-akhir ini sering bareng kamu itu, bukan?"

(S)he's Mine! Really?Stories to obsess over. Discover now