Chap 26 - Festival part 3

141 12 4
                                        


Author Pov

.

"Mark, lepasin!!"

"..."

"Mark!!!"

'Sialan! Dia gak dengerin aku sama sekali!!'

Dengan sekuat tenaga Gun mencoba melepaskan genggaman Mark namun itu hanya akan membuat Mark semakin kencang mencengkram tangannya.

Pemuda itu membawa Gun masuk ke dalam salah satu kelas yang tidak berpenghuni dan menutup ruangan itu rapat-rapat. "Sekarang, lepasin!"

"Did you still angry with me?" tanya Mark melepas cengkramannya dan kini berganti menghimpit tubuh Gun yang membuatnya berjalan mundur kebelakang.

"Mark...please...whats wrong with you?"

"Whats wrong me?? What wrong with you, Gun?" Kedua tangan Mark mengunci tubuh Gun yang kini terhimpit tembok. Gun sudah tidak bisa lagi untuk melarikan diri.

"Apa itu tadi, Gun? Katakan padaku ada hubungan apa diantara kalian?"

"Hubungan apa? Siapa yang kamu maksud, Mark?"

"Boat! Dia jelas-jelas menyatakan perasaannya buat kamu, Gun!! Can you see it??"

"..." Gun hanya terdiam, memandang kekasihnya yang kini terlihat marah padanya. Ia hanya bisa menggigit bibirnya dan memikirkan apa yang harus ia jawab agar Mark tidak semakin marah padanya. Lebih parahnya, Gun tidak mau jika dengan prasangka Mark akan berdampak pada kegiatan klubnya.

"Keluar dari klub sekarang!" ucap Mark tajam pada Gun. Intonasinya terasa dingin dan berat, Gun benar-benar takut jika Mark sudah menjadi sosok yang seperi ini.

Glek

Gun menelan air liurnya, kemudian mencoba mengatur nafasnya.

"Kenapa diem aja, Gun? Aku minta kamu keluar! Emph!!"

Dengan berani pemuda kurus itu menempelkan bibir tebalnya pada Mark, hanya itu satu-satunya cara yang bisa ia fikirkan agar Mark tidak melanjutkan ucapannya. Ia bisa merasakan wajah Mark yang menegang mulai perlahan mengendur, pemuda itu mulai mengulum bibir Mark dan tidak membutuhkan waktu lama Mark mulai memimpin tautan bibir mereka.

"Mmhh...ngh...ahh..."

Clak

Suara decakan lidah menjadi pengiring suasana kelas yang sebelumnya sunyi. Mark mengeluarkan seluruh hasrat dan kerinduannya yang sudah tidak lagi terbendung.

"Gun, aku merindukanmu..." ucapnya mengecup leher putih kekasihnya, meninggalkan jejak kepemilikan yang sudah lama menghilang.

Gun merasakan seluruh sentuhan Mark yang sudah lama ia rindukan. Tangan Mark memeluk pinggang kurusnya, mendekap tubuh itu semakin erat.

"Haah...Mark...clak...hah..."

"Keluarkan lidahmu, Gun..."

"Nghh..." Gun menganggukkan kepalanya dan Mark mulai menghisap lidah itu membuat erangan tertahan yang semakin meningkatkan hasrat Gun, "Ahh..hah.." Mark semakin mempercepat hisapannya, mengangkat tubuh Gun untuk duduk diatas meja terdekatnya. Gun lingkarkan kedua kakinya pada pinggang Mark dan pemuda itu semakin menekan punggung Gun memperat jarak mereka.

Mengingat Perth yang pernah mencium kekasihnya membuat Gun tidak ingin kalah dalam pertarungan lidah mereka. Mark menyunggingkan bibirnya saat kekasihnya terlihat jauh lebih agresif sekarang.

Waktu berjalan begitu cepat. Entah sudah berapa lama mereka berada di dalam ruang tersebut, sepasangan kekasih itu lebih memilih berada di dalam dunianya sendiri.

(S)he's Mine! Really?Stories to obsess over. Discover now