Mark POV
.
Gun akhir-akhir ini sedikit aneh. Sejak hari dimana kita melakukannya di dalam mobilku, dia seperti menjauhiku.
Bukan hanya menjauhiku, bahkan saat aku sudah bisa menghubunginya ataupun bertemu dengannya selalu saja ada hal yang membuatnya marah padaku.
Menemui Gun adalah hal tersulit untukku akhir-akhir ini karena Perth selalu mengikutiku. Seharusnya aku menyingkirkan bajingan itu dari dulu, tapi aku tidak bisa. Perth jauh lebih keras kepala dariku, aku tahu dia sangat terobsesi padaku dan karena obsesinya itu dia bisa dengan mudahnya menyakiti orang-orang disekitarku.
Aku takut dia akan menyakiti Gun seperti dia menyakiti teman-temanku di SMA dulu, karena itu kubiarkan Perth berada di dekatku. Itu lebih baik daripada dia berada jauh dariku dan aku tidak tahu apa yang dia lakukan.
Ya, sebelumnya kupikir itu adalah pilihan yang tepat, tapi ternyata itu pilihan yang jauh lebih bodoh.
Puncaknya adalah hari ini saat si brengsek itu menciumku di depan Gun.
"Kalau kamu berani ngejar Gun sekarang, aku akan benar-benar ambil tindakan, Mark!!"
"Jika kamu berani melukainya, kamu yang akan kubunuh Perth!"
"Haha! Kamu berani ngomong kayak gitu sama aku!! Aku yang pernah kamu cintai!!"
"Kita pacaran karna kamu yang minta! Aku gak pernah cinta sama kamu, Perth! Jadi pergi tinggalkan kami!!"
Aku mencoba berlari dan terus memanggil nama Gun yang semakin jauh keberadaannya.
"Mark!! Aku punya banyak orang disini!!"
Teriakan Perth menghentikan langkahku, bibirku berkedut. Aku tahu dia tidak pernah main- main dengan keinginannya dan mulai sekarang akupun akan melakukan hal yang sama.
BRAK!!
Kututup pintu ruangan dengan keras, meninggalkan aku dan Perth di ruangan itu.
BUG
Aku memukul dengan keras wajahnya, tingkahnya sudah benar-benar membuatku muak.
"Mark?"
"Apa?" sahutku menatapnya dengan suara rendah.
"Kenapa kau memukulku? Sakit, Mark!!"
"Aku bisa melakukan lebih banyak lagi jika kau mau..."
"Kamu gak akan berani, ingat yang terjadi dengan mantan-mantanmu sebelumnya!"
"Aku selalu mengingatnya, Perth...karena kau sahabatku dari dulu, aku selalu setengah-setengah menghadapimu..."
Kusentuh kerah bajunya dengan lembut sampai akhirnya kutarik dengan keras dan mendekatkan wajah kami. Aku ingin dia mengingatnya dengan baik, tidak ada satu orangpun yang bisa menjauhkanku dari Gun.
"Seperti kamu yang terobsesi denganku, aku juga sangat terobsesi dengan Gun."
"Seperti kamu yang tidak akan membiarkan orang lain mendapatkanku, aku juga tidak akan membiarkan orang lain mendapatkan Gun bahkan berani menyentuh kulitnya."
"Kau tahu, saat ini aku sangat marah karena kamu berani menciumku di depannya...dan yang lebih membuatku marah, kau membuat Gun semakin dekat dengan lelaki lain."
Tubuh Perth bergetar dan matanya mulai berkaca dengan manik matanya yang mengecil ketakutan.
Tangan besarku melepas kerah yang mulai kusut itu dan berganti mencengkram leher putih Perth yang langsung memerah karenaku.
YOU ARE READING
(S)he's Mine! Really?
RomanceGun, mahasiswa tingkat dua yang sedang dimabuk cinta. Tittle, sepupu sekaligus sahabat Gun. Seorang yang sangat bertolak belakang dengan Gun. Jane, mahasiswa tingkat tiga. Hanya dengan senyuman sanggup membuat hati seseorang berbunga-bunga. Earth, m...
