*WARNING!! MATURE CONTENT!!*
***
Gun POV
.
Hujan deras belum juga reda. Mark sedang membersihkan diri dan aku sudah menyiapkan coklat panas untuknya.
Dengan bingung aku meletakkan beberapa kaus milik sepupuku Title yang sering ia tinggalkan di kamarku, 'Kayaknya yang ini pas sama badannya?' tanyaku pada diriku sendiri.
Suara decitan pintu terdengar dari luar kamarku, kurasa Mark sudah selesai. Kekasihku itu masuk ke dalam kamarku dengan handuk yang melingkar di pinggangnya. Tetesan air dari rambutnya dan dada bidang Mark yang terlihat jelas entah kenapa membuatku ... sedikit bergairah.
Aku menelan ludahku, memalingkan wajahku dari tubuh Mark yang terlihat sangat sexy dimataku. 'Shit!! Baru kali ini aku terangsang liat badan cowok!!'
"M-Mark, kubuatkan coklat panas untukmu!" ucapku sambil berpura-pura membenarkan tempat tidur yang tentu saja sudah kurapikan sejak tadi.
"Ini bajumu, Gun?"
"Bukan itu punya-"
'Tunggu, Gun!! Jika kau bilang itu punya Title aku yakin Mark tidak akan mau memakainya!!!'
"Iya, itu baju baruku, tidak pernah kupakai karena kebesaran!"
"Oh..."
Hening
Kami duduk dipinggiran ranjang tanpa ada yang mau memulai percakapan dan anehnya Mark dari tadi tidak memakai kaus yang sudah kusiapkan untuknya.
"Gun."
"Ya?"
"Boleh aku menciummu lagi?"
'ASDFGHJK!!! Kenapa dia minta begituan disaat dia telanjang dada!!!'
Tapi selama ini Mark tidak pernah meminta ijin padaku? Sepertinya ada yang salah dengan otak bajingan mesum ini. Aku mulai merubah posisi dudukku menghadap Mark yang terlihat, errr menggiurkan.
'Shit!!! Sialann!!! Hentikan pikiran kotormu, Gun!!!'
"Boleh kuanggap ini sebagai 'ya', Gun?" Lanjutnya dan aku menganggukkan kepalaku.
Mark mengecup bibirku pelan, aku masih bisa merasakan bibirnya yang terasa dingin. Ia mulai membuka bibirnya begitupun denganku, lumatan-lumatan halus perlahan menjadi saling menuntun. Seperti magnet, bibir kami seperti enggan meninggalkan satu sama lain.
"Mmmnn....ngh..."Aku membuka bibirku membiarkan lidah panas Mark masuk menjelajah kedalamnya. "Ahh..." decakan dari hasil pertarungan lidah kami membuat tetesan saliva membasahi wajah kami.
Aku tidak tahu sejak kapan aku sudah terbaring diatas ranjangku dengan Mark yang berada diatas tubuhku. 'Ugh...dadaku sesak...' Ciumannya semakin dalam dan ini membuatku susah untuk meraup oksigen di sekitarku.
"Mmm...Mark..tunggu..."
Kembali Mark memaksa lidah panasnya menyusup masuk menjelajahi seluruh permukaan mulutku. Erangan tertahan dan nafas yang sesak membuat jantungku berdebar berkali-kali lipat.
"Akh!" Bajingan mesum itu menggigit bibirku, tetesan darah bisa kurasakan saat bibirnya mulai mengulum bibirku. "Ugh, Aw!" kali ini ia melukai bibir bagian atas, aku bisa merasakan anyir darah yang mengalir hasil dari gigitannya. "Nghh..." ia mulai menyesap kembali bibir bawahku namun aku mendorong pundaknya pelan, "Mark! Tunggu!"
"....." wajah Mark terlihat memerah, bibirnya membengkak dan tatapan matanya tajam menatapku.
"Jangan gigit lagi, sakit..." kugerakkan ibu jariku menghapus noda merah di bibirnya, "Darahnya menempel di bibirmu, Mark." Dan Mark mengalihkan pandangannya pada ibu jariku.
YOU ARE READING
(S)he's Mine! Really?
عاطفيةGun, mahasiswa tingkat dua yang sedang dimabuk cinta. Tittle, sepupu sekaligus sahabat Gun. Seorang yang sangat bertolak belakang dengan Gun. Jane, mahasiswa tingkat tiga. Hanya dengan senyuman sanggup membuat hati seseorang berbunga-bunga. Earth, m...
