Gun POV
Akhir-akhir ini, aku merasa ada yang aneh.
Entah kenapa bulu kudukku sering banget berdiri, apalagi kalau sedang sendirian.
Seperti ada seseorang yang sedang mengawasiku...
Ya, seperti sekarang.
Aku sedang berjalan menuruni tangga, suasana kampus sudah sangat sepi karena... ya, sekarang sudah jam 9 malam.
Jika kalian bertanya-tanya apa yang aku lakukan malam-malam di kampus, aku baru saja selesai mengerjakan ujian terakhir di semester ini.
hmmm...
Yap, sedikit kebohongan karena dari tadi aku sudah selesai mengerjakan test tersebut yang sebenarnya belum selesai tapi terhenti karena aku tertidur di ruang kelas tanpa seorangpun membangunku termasuk sepupuku Title dan lembar ujian yang hampir separuhnya belum terisi sudah tidak ada di mejaku. Pefect!
Setidaknya aku bersyukur karena satpam yang baik hati membangunkanku karena dalam beberapa menit lagi gedung ini akan dikunci dan besok sudah mulai libur semester.
Siapa juga yang mau terkurung di gedung yang dipenuhi oleh buku, ilmu pengetahuan, konspirasi, dan bau bau mahasiswa pecinta demo. Euwwhhh, it's not me.
"Hei, apa yang kamu lakukan? buruan bapak mau kunci gedung ini!"
"Siap, pak!!"
"Bukan kamu!"
"Hah?"
Oke, aku sedikit terkejut.
"Bukan aku?"
"Ya, teman kau itu! yang dari tadi berdiri di belakangmu!"
"A-a-apa?" balasku sedikit terbata, siapa juga yang tidak akan terbata-bata dalam situasi seperti ini?
"Aku yakin sedari tadi berjalan sendiri karena bapak langsung pergi meninggalkanku setelah membangunkanku?" lanjutku dan ya, kenyataannya memang seperti itu.
"Kau ini ngomong apa, temanmu dari tadi mlototin saya! lebih baik kalian cepat keluar atau saya kunci di gedung ini!"
Oke, memang satpam botak ini terkenal kasar dan kurang ajar, sabar Gun, anak baik harus sabar!!
"Kayaknya bapak udah ngantuk, daritadi saya jalan sendi--!!"
Set
Aku melihat lengan kemeja flanel dengan warna gelap melingkar di pundak kananku. Otakku belum selesai memproses apa yang aku lihat tapi lengan itu menarikku mendekat padanya.
Jika itu hantu, kurasa suhu tubuhnya tidak akan sehangat ini.....dan, memang ada hantu yang memakai kemeja flanel?
"Kami segera keluar pak, terima kasih sudah membangunkan temanku."
Ucapnya, dan aku hanya bisa terkejut saat aku tau orang yang sedang sok akrab memelukku itu adalah Mark.
.
Aku mendorong badannya menjauh dariku saat kami sudah keluar dari gedung fakultas kami. Kurasa setelah ini aku harus mandi dengan bunga 7 rupa untuk membuang sisa-sisa darinya yang menempel di tubuhku, eewhh.
YOU ARE READING
(S)he's Mine! Really?
RomanceGun, mahasiswa tingkat dua yang sedang dimabuk cinta. Tittle, sepupu sekaligus sahabat Gun. Seorang yang sangat bertolak belakang dengan Gun. Jane, mahasiswa tingkat tiga. Hanya dengan senyuman sanggup membuat hati seseorang berbunga-bunga. Earth, m...
