(Completed)
Mereka menyebutnya gadis yang cantik, baik, sopan dan penyayang. Mungkin memang benar. Tapi, ada satu fakta yang tidak mereka ketahui. Entah dengan atau tanpa alasan, diam-diam dirinya sering melakukan hal yang membuat seseorang kehilang...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Krittt... Krittt...
Suara lantai papan tua yang diinjak, terus berderit sedari tadi sesaat setelah Feby menginjakkan kakinya di teras rumah itu. Ya, karena masih penasaran dengan rumah ini, alhasil dirinya pergi keluar dari rumahnya secara diam-diam agar orang tuanya tidak tahu.
Ia menyinari sekitar menggunakan senter miliknya. Di sini benar-benar gelap dan tak ada cahaya apapun selain dari senter milik gadis itu. "Kayaknya beneran udah lama banget gak ditinggalin." Lirihnya.
Kini, ia pun beralih menatap pintu besar di hadapannya, yang akan membawanya menuju ke dalam rumah. Lantas, tangannya terangkat untuk membuka pintu tersebut dengan perlahan-lahan.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
"Woahh..." Ucapnya takjub. Ia langsung disuguhkan oleh ruangan utama yang nampak kacau dan kotor.
"Keren..." Jelas, gadis itu tak mempunyai rasa takut. Ia terus berkeliling, lalu menaiki tangga menuju lantai dua.
Masuklah gadis itu ke dalam sebuah ruangan yang menarik perhatiannya.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
"Gila... Kalo udah punya rumah sendiri, aku mau bikin ruangan kayak gini ah! Mommy juga kan punya, tapi gak se-keren ini!" Duduklah ia di atas sofa sembari mengamati isi dalam ruangan ini. Lalu, tak sengaja matanya menangkap noda merah di bawah sana. Lantas, ia pun berjongkok, dan melihat noda itu lebih dekat. "Ini udah pasti darah, sih. Gak salah lagi..."