30

14.3K 1.3K 40
                                        

Dave melihat tabungannya, dia berhasil memenuhi target untuk memberi Rei kejutan.

Dave menghubungi Rei setelah dia mempersiapkan segalanya, pria alpha ini juga meminjam mobil dari rental untuk dia pakai menjemput Rei.

Setibanya di rumah Rei, Dave meminta ijin pada ibu Rei untuk membawa Rei berlibur selama dua hari dan tentu saja ibu Rei mengijinkan karena dia sudah tau kalau Rei dan Dave punya hubungan spesial.

Selama di perjalanan Rei hanya diam menatap keluar kaca mobil. Beberapa kali Dave mengajak Rei bicara, Rei hanya menjawab satu dua kata saja.

Dave bingung dengan perubahan sikap Rei, akhirnya Dave memilih diam hingga keduanya sampai di tempat tujuan.

Rei keluar dari dalam mobil lalu mengikuti langkah Dave masuk ke dalam villa yang ternyata sudah Dave pesan dari beberapa hari lalu. Rei terlihat sibuk dengan pikirannya hingga dia tidak memperhatikan betapa indahnya pemandangan villa ini.

Saat Dave hampir masuk ke dalam kamar, Rei menahan tangan Dave.
"Apa arti semua ini ? Kamu mengabaikan aku selama 5 bulan dan tiba-tiba mengajak ku ke tempat seperti ini"

"Rei, coba masuk lah dulu.. aku-"

Rei menepis tangan Dave.
"Kalau aku masuk ke dalam sana, kita akan melakukannya kan ?"

Dave tersenyum kaku.
"I-itu tidak salah juga tapi aku-"

"Apa hanya itu yang kamu pikirkan Dave ?! Setelah kita lama tidak saling mengabari.. yang ada di pikiran mu hanya s*x ?!"

Dave mengerutkan alisnya.
"Rei.. aku tidak hanya memikirkan s*x, aku memikirkan hal lain juga.. apa selama 5 bulan ini aku pernah mengajak mu melakukannya ? Tidak kan ? " Dave berusaha menyentuh Rei tapi Rei terus menghindar.

"Itu yang ku maksud !" Rei menyaring kan suaranya.

Rei menatap Dave.
"Itu yang ku maksud Dave.. apa arti hubungan ini untuk mu ? Setelah Filip pergi, kamu terlihat tidak tertarik lagi pada ku"

"Hah ? Kamu bicara apa ?" Dave bingung mendengar apa yang Rei katakan.

"Kamu jarang membalas pesan ku, di sekolah pun kamu terlihat sering tidur dari pada mendengar aku bicara.. kita bahkan tidak pernah pergi keluar berdua, aku tidak tau arti hubungan ini Dave.. aku ingin kejelasan!"

"Rei, dengar !" Dave meremas kedua lengan Rei, dia menatap serius tepat di mata Rei.

"Kalau kamu pikir aku tidak memperdulikan mu, kamu salah besar.. selama 5 bulan, aku bekerja di toko hingga larut malam agar bisa menyenangkan mu.. setelah Filip pergi kamu jadi sering melamun, aku tidak mau kamu merasa sedih jadi aku memikirkan cara agar kamu senang.. " Dave mendorong pintu kamar.

Deg.
Rei bisa melihat buket mawar di atas kasur juga taburan kelopak mawar di lantai serta lilin aroma terapi.

" ..aku perlu waktu 5 bulan mengumpulkan uang untuk ini semua, kalau kamu berpikir aku tidak mencintai mu maka akan ku katakan sekarang.. " Dave merogoh saku celananya.

".. Rei, ini memang murah tapi aku mau ini sebagai tanda awal ikatan kita.. " Dave menyodorkan kotak berisi cincin.

"...kamu mau jadi mate ku ?"

Mata Rei berkaca-kaca.
"Kamu bekerja sekeras ini hanya untuk ku ?"

Dave tersenyum lalu memeluk Rei.
"Hm, hanya untuk mu.. maka dari itu, jangan menolak ku Rei"

Rei memeluk Dave balik.
"Aku tidak mungkin menolak mu, terima kasih Dave...terima kasih banyak! Maaf aku salah paham.. aku minta maaf!"

Dave mengecup pucuk kepala Rei.
"Mari nikmati waktu berdua, hm ?"

Rei mengangguk dalam pelukan Dave.
"Hm!"

.
.

Bersambung ...

Touch (TAMAT, Remake) (Omegaverse)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang