"Kamu tidak bisa melakukan ini padaku!" Rei benar-benar kesal dengan sikap filip yang terus mengintainya selama berhari-hari.
"Memangnya kenapa ?" Filip bersikap cuek pada Rei yang merasa terganggu dengan kehadiran Filip.
"Jangan bertanya kenapa ?! Kamu tau peraturan sekolah alpha tidak boleh masuk ke toilet omega, kamu membuat omega lain ketakutan!" Rei sudah sampai batas kesabarannya.
"Tapi tidak ada tulisan dilarang disana" jawab Filip.
"Memangnya harus ada tulisan besar di pajang di sana?! Kamu tau betul peraturan sekolah ini !" Amarah Rei sudah sampai ubun-ubun.
"Ada apa ini Rei ?" Ian bingung dengan Rei yang terus mengomel di depan kelas O.
"Eh,. " Ian kembali terkejut saat melihat Filip berdiri tidak jauh dari Rei.
"Kalian berdua, um ?" Ian bertanya menatap Rei.
"Tidak! Jangan bercanda, mana mungkin!" Rei menyilangkan kedua tangannya.
"Serius... tapi kalian terlihat seperti itu di mata ku" kata Ian.
"Lihat, dia juga bisa menebak" Filip tersenyum aneh pada Rei. Bulu kuduk Rei berdiri melihat senyuman Filip.
"Jangan bercanda" Rei menepuk lengan Ian.
"Hahaha, baik-baik.. maaf"
"Bagaimana urusan kalian ?" Rei bertanya pada Ian yang di panggil ke kantor kepala sekolah setelah mendapat masalah beberapa hari yang lalu.
"Seperti yang kamu lihat aku masib disini dan dia juga, kepala sekolah memaafkan kami dengan syarat nilai kami berdua harus lulus dengan sempurna pada ujian kali ini, kalau di antara kami tidak memenuhi syarat, kepala sekolah terpaksa mengeluarkan Dion dari sekolah.. Sebenarnya itu tidak adil sebab bukan hanya Dion di sini yang bersalah" wajah Ian terlihat murung tapi dia segera kembali tersenyum.
"Ian" Rei menatap Ian yang terpaksa tersenyum.
"Aku tau kami akan gagal, jadi aku sudah mempersiapkan diriku untuk hari seperti ini, aku bukan siswa yang pintar itulah kenapa harapan seperti itu akan sia-sia" kata Ian.
"Kamu bisa belajar mulai dari sekarang, bukankah ujiannya 1 bulan lagi"
"Iya, tapi aku tidak tau harus les dengan siapa" Ian terlihat bingung.
"Aku tau siapa orangnya!" Ian dan Filip menatap Rei bersamaan.
.
.
"Aku setuju mengajari Rei dan Ian karena itu permintaan Rei secara langsung pada ku.. tapi kenapa kalian juga disini?!!"
"Memangnya kenapa?" Filip terlihat asik membaca komik milik Rei.
"Aku harus mengawasi omega ku dari alpha lain" Dion sibuk membaca majalah Rei.
"Kalau kalian cuma datang mau membaca majalah dan komik, lakukan di rumah kalian!"
"Tidak mau!" Dion dan Filip berkata bersamaan.
"Su-sudah lah Dave.. ayo kita mulai belajar saja" Rei menarik Dave masuk ke dalam kamarnya.
"Kalian.. hah.. Lupakan saja, kita mulai belajarnya" akhirnya Dave menyerah.
19:45
"Wah, kalian belajarnya rajin sekali" ibu Rei membawa cemilan juga es jeruk.
"Terima kasih tante" kata mereka bersamaan kecuali Rei.
"Belajar yang rajin ya" ibu Rei melangkah keluar dari kamar Rei.
"Jangan berakting seolah kalian berdua sedang belajar! Pulang sana! " Dave memukul pelan kepala Dion dan Filip.
Dave memang mengenal Dion tapi ini kali pertama mereka bicara, karena Dion dan Filip adalah teman sekelas, jadi bagi Filip ini bukan kali pertama untuknya bicara dengan Dion. Terlebih Filip baru tau kalau Dion adalah mate dari Ian.
"Aku mau tetap disini" kata Dion.
"Eh!" Ian terkejut saat Dion berbaring di pangkuannya.
"Ja-jangan berbaring disana" wajah Ian bersemu merah.
"Memangnya kenapa ?" Dion menatap wajah Ian dari bawah.
"Ugh.. Bukan apa-apa" wajah Ian semakin memerah saat melihat wajah matenya, Dion terlihat sangat tampan di mata Ian.
"Aku juga mau" Filip tiba-tiba berbaring di kaki Rei.
"Menjauh dari ku! Aku sedang belajar!!" Rei mendorong kepala Filip darinya.
"Aku lelah Rei~" Filip memeluk kaki Rei.
"Hei.. Dia bilang menjauh, kamu tidak dengar?!" Dave menarik kepala Filip.
"Akh ! Sakit! Kamu tidak punya hak melarang ku!" Filip balik meremas kepala Dave.
"Hah.. " Rei menopang dagunya.
Dia tau, semua ini tidak akan berhasil kalau menyatukan 3 alpha di satu ruangan, satu pasangan sibuk menebar cinta dan dua alpha lainnya sibuk memperebutkan 1 omega, yang ada mereka akan saling bertengkar tanpa akhir.
Rei menatap Ian juga Dion yang terlihat saling mengumbar tatapan cinta.
Rei tersenyum kecil.
"Aku mungkin harus mendapatkan mate juga, sepertinya jatuh cinta itu menyenangkan" kalimat tidak terduga dari mulut Rei membuat seisi kamar terdiam.
Deg!
"Ugh! Lupakan!" Sadar akan kata-katanya, wajah rei bersemu merah. Dia tanpa sadar mengucapkan kalimat itu di dekat Filip dan Dave.
Filip menangapi kalimat Rei dengan candaan, yang membuat wajah Rei semakin merah.
Berbeda dengan Dave yang hanya diam menatap Rei.
Rei tidak tau apa yang Dave pikirkan. Rei dalam masalah besar seolah menggali kuburnya sendiri.
Rei tidak tau identitas sebenarnya dari Dave yang berusaha dia sembunyikan selama ini.
.
.
Bersambung. . .
KAMU SEDANG MEMBACA
Touch (TAMAT, Remake) (Omegaverse)
RandomKehidupan normal Rei berubah saat hasil tesnya mengatakan bahwa dirinya seorang omega. Kehidupan normal yang sudah musnah di perparah dengan Rei yang harus menghadapi 2 alpha yang sedang birahi padanya.
