"Kamu berkelahi dengan siapa?" Rei menekan sudut bibir Filip.
"Ouch! Sakit! Sudah ku bilang aku jatuh!"
"Jatuh.. mana mungkin sampai memar di wajah ! Aku tau bedanya jatuh dan habis kena pukul, Kamu ini! Kemarin tangan sekarang wajah.. besok apa lagi ?!" Rei kesal karena Filip selalu ceroboh melukai dirinya sendiri.
"Kalau pun aku terluka besok mungkin kamu tidak akan bisa mengobati ku seperti ini lagi" Rei terdiam sesaat mendengar kata-kata Filip.
"Au... au!! Sakit!!" Rei menekan sudut bibir Filip lagi.
"Hah.. ada-ada saja, lain kali hati-hati jangan melukai diri sendiri.. kalau pun aku tidak bisa mengobati mu, kamu harus bisa mengobati diri mu" Rei mengoleskan obat memar di sudut bibir Filip,
Rei membawa Filip ke UKS setelah melihat wajah Filip lebam.
"Rei, saya tinggal ke ruang rapat ya! Kalau sudah selesai tutup saja pintunya.. kuncinya di atas meja" Petugas uks memberitahu Rei dan Filip yang saat ini duduk di sofa sudut UKS.
"Baik bu!" Jawab Rei dan Filip bersamaan, karena ada rapat dadakan para guru, semua pelajar mendapat jatah waktu luang selama 2 jam.
Setelah petugas UKS keluar, Rei kembali menatap Filip, dia masih mengolesi lebam di wajah Filip dengan obat.
"Nah sudah selesai, ayo keluar.." Rei menaruh kotak obat di atas meja kemudian mengambil kunci.
Saat Rei hendak membuka pintu UKS, Filip menahan tangan Rei dia mengurung Rei dengan kedua tangan kekarnya.
"Rei.." Filip mengecup pelan leher Rei.
"Ugh! Apa yang kamu lakukan Filip! " Rei langsung menoleh ke arah Filip.
"Kamu tau ? Ini pertama kalinya aku menyukai seseorang, rasanya aku hampir gila" Rei menatap Filip, dari raut wajahnya Filip seolah tengah menyembunyikan sesuatu.
"Ada apa ? Kamu bersikap aneh akhir-akhir ini" Rei mengusap pelan pipi Filip.
"Rei.." Filip menahan tangan Rei kemudian mengecupnya singkat.
"Aku pasti akan sangat merindukan sentuhan ini" kata Filip, Rei benar-benar bingung dengan tingkah Filip.
"Hah ? Ap-Mmm!!!" Filip menarik paksa leher Rei, Filip melumat bibir omega manis ini.
"Hhmmm... ah.. Filip.. Mmm!!" Rei mencoba mendorong Filip, Rei hampir ke habisan nafas.
"Mmmm... Fuahh!! Hah.. hah... hah.. ah! Aku hampir mati tau!" Rei memukul dada Filip.
"Haha.. maaf, " Filip merendahkan tubuhnya melihat wajah Rei yang sudah memerah.
".. Rei boleh kah aku menyentuh mu ?"
Rei menahan dada Filip.
"Jangan bercanda Filip!"
Filip menyentuh tangan Rei dengan tatapan lirih.
"Hanya kali ini saja, ku mohon"
Lama keduanya saling bertatapan, akhirnya Rei luluh juga.
"Hm, hanya kali ini" Rei mengangguk pelan.
Filip tersenyum kecil lalu mengunci pintu UKS.
"Kita punya waktu 1jam 35menit.. jangan terlalu berisik" Filip berbisik di telinga Rei, yang membuat wajah Rei berubah jadi semerah tomat.
.
.
"Ughh..!" Rei meremas bantal UKS.
"Tenang.. tarik nafas mu, cobalah rileks" Filip mendorong jarinya masuk ke dalam hole Rei.
"Ah-Mmm!" Filip langsung menutup mulut Rei.
"Sssstttt.. kecilkan suara mu" Filip mengecup singkat dahi Rei.
"Mmm.. " Rei mengangguk pelan.
Rei menatap Filip seolah bertanya-tanya apa dia dan Filip akan berhubungan intim.
Seperti mengerti akan tatapan mata Rei, Filip mengusap pelan pipi Rei.
"Tenang saja, kita tidak akan melakukannya.. tapi aku akan menyentuh mu disini"
"Ughh.. !" Rei menutup matanya saat merasakan Filip mendorojg jari ke tiganya.
"Ah.. hah.. " Rei memeluk leher Filip.
"Ada apa Rei ? " Filip mengecup leher juga pundak Rei.
"Akh! Umm!!" Rei menutup mulutnya saat Filip menekan titik di dalam sana.
"Di sini rupanya" Filip terus menekan titik itu.
"Jangan!! Ah.. aku bisa keluar!" Rei menahan tangan Filip.
Filip melepas pelukkan Rei lalu turun ke bawah.
"Eh! Apa yang kamu lakukan ?! Wahh!!" Filip memasukkan milik Rei ke dalam mulutnya dengan jari yang masih menekan titik di hole Rei.
"Ughh!!! Cukup!! Aku tidak bisa!! Aagghh!!!" Rei meremas rambut Filip, cairan kental milik Rei keluar di dalam mulut Filip.
Glup!
Filip menelan cairan Rei lalu tersenyum kearah Rei yang memasang wajah syoknya
"Ah.. Kalau pun aku bilang jangan di telan kamu tetap akan menelannya" ujar Rei, Filip tertawa kecil mendengar kata-kata Rei.
"Ya.. kamu tau jawabannya" Filip mendorong kedua kaki Rei.
"Tetap seperti ini" Filip menuntun Rei untuk tetap merapatkan kakinya.
"Eh ?" Rei terkejut saat melihat Filip menyelipkan p*nisnya di sela paha Rei.
Filip tersenyum kecil melihat wajah terkejut Rei.
"Hah-ah.. " Rei bisa merasakan p*nis Filip memaju mundurkan miliknya di sela paha dalam Rei.
Saat melihat milik Filip bergerak keluar dan masuk di sela pahanya. Rei membayangkan seperti itukah milik Filip saat masuk ke dalam h*lenya ?
"Um..." Rei menyentuh p*nis Filip.
"Ah- hah... hah.. " Filip mengerutkan alisnya saat Rei menatap milik Filip dengan tatapan sayunya.
Filip klimaks hanya melihat wajah Rei, "Akh! Rei!" Filip meremas kedua paha Rei saat merasakan puncaknya.
"Um!" Cairan Filip tumpah membasahi perut Rei.
"Hah.. hah.. " Filip merendahkan tubuhnya kemudian mengecup singkat bibir Rei.
"Maaf.. tubuh mu jadi kotor" Filip turun dari kasur UKS lalu mengambil tissue di atas meja.
Filip membersihkan cairan miliknya di tubuh Rei.
"Tubuh mu sudah merasa sedikit sehat ?" Rei menatap Filip penasaran.
"Hm ? Sehat .. tentang apa?" Filip sedikit bingung..
"Bukannya kamu sakit ? Makanya kamu bersikap aneh"
Filip mengerjapkan matanya beberapa kali lalu tertawa.
"Hahaha.. aku tidak sakit, kata siapa aku sakit ?" Tanya Filip balik.
"Eh! Jadi kamu sehat!" Wajah Rei bersemu merah.
Rei merasa malu sudah bertanya.
"Aku baik-baik saja.. sangat baik" Filip memeluk Rei, dia mengusap pelan rambut Rei.
Rei menyandarkan kepalanya di dada Filip. Feromon Filip membuat Rei tenang, Rei hanya ingin beberapa menit saja seperti ini.
"Aku mencintaimu" bisik Filip.
"Hm.. aku tau" jawab Rei.
.
.
Bersambung...
KAMU SEDANG MEMBACA
Touch (TAMAT, Remake) (Omegaverse)
RandomKehidupan normal Rei berubah saat hasil tesnya mengatakan bahwa dirinya seorang omega. Kehidupan normal yang sudah musnah di perparah dengan Rei yang harus menghadapi 2 alpha yang sedang birahi padanya.
