"Reiiii....!!!!" Ian berlari memeluk Rei saat melihat Rei di depan pintu kelas.
"Wah.. haha.. kenapa ini ?"
"Aku kesepian, !!"
Rei tertawa kecil melihat tingkah Ian.
"Aku cuma 2 hari di rumah sakit dan kamu sudah kesepian ?"
"Hm, sangat!" Ian memeluk Rei erat.
Dion berjalan ke arah dua omega ini dengan langkah kesalnya.
"Cukup.. sudah cukup basa basinya.. ikut aku!" Dion menarik Ian ikut bersamanya.
"Eehhh!! Mau kemana ?!!" Tanpa bicara, Dion menyeret Ian ke halaman belakang sekolah.
"Jelaskan semua ini!!" Dion memperlihatkan sejumlah surat yang dia terima di bagian petugas sekolah, karena hari ini Dion bertugas menerima dan menyusun surat jadi Dion memegang semua surat yang datang ke sekolah khusus untuk hari ini, dan surat yang datang pada hari ini 20%nya untuk Ian.
"Aku tidak tau! Kenapa kamu bertanya!"
"Tentu saja aku bertanya, bagaimana aku bisa tenang kalau kamu menerima surat dari banyak alpha di luar sana!" Dion terlihat emosi.
"Lihat apa yang mereka tulis disini!!" Dion memperlihatkan salah satu isi surat tadi pada Ian.
Ian membacanya.
"Ehh!! Itu terlalu vulgar!" Ian terkejut setelah membaca surat yang Dion berikan padanya.
"Hah.. hentikan memposting foto-foto mu di media sosial.. kemari kan ponsel mu!" Dion berusaha merebut ponsel Ian.
"Aahh!! Jangan menghapus foto-foto ku!!" Ian menyembunyikan ponselnya di belakang tubuhnya, tapi Dion berhasil merebut ponsel Ian.
"Lihat ini! Dan ini juga! Siapa yang tidak tergoda saat kamu berpose dengan wajah seperti ini ?! Dan kenapa kamu memakai baju seminim ini ?! Lalu apa maksudnya tantangan mengirimi surat ini apa.. ?!"
"Itu .. malam aku menginap di rumah mu.. kamu lupa ? Itu kan baju mu! Dan tantangan itu cuma untuk bersenang-senang!" Ian mempoutkan bibirnya kesal.
"Hah.. sudahlah.. kalau kamu memposting foto-foto seperti itu, jangan pernah datang ke rumah ku lagi" Dion berbalik berniat pergi tapi Ian langsung menahan Dion.
"Ehhh!! Kejamnya!!" Ian menarik baju Dion.
"Makanya hapus sekarang juga!"
"Iya.. iya.. " Ian mengambil ponselnya lalu menghapus semua fotonya yang di sebut Dion vulgar.
"Sudah Puas ?" Ian mengerutkan alisnya kesal.
"Jangan lakukan lagi, yang bisa melihat mu memakai pakaian begitu hanya aku.. bahkan tidak memakai sehelai benang pun hanya aku, kamu paham ?" Dion mengecup pelan dahi Ian lalu berbalik meninggalkan Ian yang wajahnya sudah semerah tomat.
"Ughh!" Ian berjongkok memegangi wajahnya,
"Dia selalu bisa membuat jantungku berdebar kencang!"
.
.
Di perjalanan pulang, Ian mengikuti Dion dari belakang.
"Kenapa ?" Dion menghentikan langkahnya menatap ian yang terus cemberut.
"Hah.. " Dion menarik tangan Ian, sepanjang jalan mereka terus bergandengan tangan.
Dion membawa Ian masuk ke dalam rumahnya, keduanya melangkah ke kamar Dion.
Dion mendudukkan paksa tubuh mungil Ian di atas kasurnya.
"Kamu marah padaku masalah foto tadi ?" Ian mengelengkan kepalanya menjawab pertanyaan Dion.
"Katakan padaku, kamu suka bila omega lain melihat ku tanpa pakaian ?"
"Tentu saja tidak!" Ian langsung meningikan suaranya.
"Lalu apa aku senang melihat berpuluh ribu alpha di luar sana melihat foto omega ku yang memperlihatkan paha seksinya"
Sesaat Ian terdiam lalu mengelengkan kepalanya.
"Jadi hentikan wajah cemberut ini.." Dion mencubit pelan pipi Ian.
"Hmm.." Ian menundukkan kepalanya.
"Aku mencintaimu.. aku tidak mau alpha lain menatap tubuh mu, tubuhmu hanya milik ku" kata Dion tapi Ian tidak mau menatap Dion.
Push!
"Uah!" Dion mendorong tubuh Ian hingga Ian terbaring di atas kasurnya.
"Lihat mata ku saat aku bicara" Dion menahan wajah Ian yang mencoba menghindari tatapan maut Dion.
"Jangan menatap ku begitu.. kamu tau aku lemah dengan tatapan mu! Aku malu !"
"Benarkah?" Dion menyeringai kecil, tangannya turun ke bawah menyentuh p*nis Ian yang sudah menegang di balik celananya.
Blush.
Wajah Ian bertambah merah saat tangan Dion menyentuh miliknya.
"Ahh!! Jangan menyentuh ku disana!!" Ian memalingkan tubuhnya dari Dion.
"Ian.. lihat aku ~" Dion berbisik pelan di telinga Ian.
"Uhh.. jangan!" Ian menutup telinganya.
"Hah.," Dion merasa kesal dengan penolakkan Ian. Tanpa pikir panjang Dion menarik celana Ian yang langsung membuat omega ini setengah telanjang.
"Waaahhh!!! Jangan!! Ummmfhh!!" Dion menahan kedua tangan Ian, melumat kasar bibir Ian.
"Fuahhh.. hah.. ha... ah... " Ian mencoba menarik nafas sebanyak-banyaknya.
"Denger,. Aku tidak menerima penolakan"
Ian menatap Dion yang mulai membuka satu persatu kancing seragamnya.
"Aku tidak suka itu, terlebih aku alpha mu" tatapan mata Dion terasa akan menerkam Ian.
Ian meremas seprei kasur, dia bisa mencium feromon Dion mulai memenuhi kamar.
.
.
Bersambung...
KAMU SEDANG MEMBACA
Touch (TAMAT, Remake) (Omegaverse)
De TodoKehidupan normal Rei berubah saat hasil tesnya mengatakan bahwa dirinya seorang omega. Kehidupan normal yang sudah musnah di perparah dengan Rei yang harus menghadapi 2 alpha yang sedang birahi padanya.
