14

45.4K 3.8K 79
                                        

Dave dan Filip mengantar Rei pulang, keduanya juga menjelaskan semuanya pada ibu Rei dengan sedikit bumbu kebohongan di setiap kata-kata dua alpha ini, ibu Rei terlihat percaya dengan semua kata-kata mereka berdua.

"Ternyata kalian pandai kalau masalah berbohong, dari mana kalian dapat ide aku terpeleset saat bermain ice skating ?" Rei dan kedua alpha ini duduk di ruang tamu rumah Rei sedangkan ibu Rei pergi ke mini market membeli cemilan untuk mereka sekaligus membeli keperluan dapur.

"Sebenarnya itu ide ku" Dave bersuara.

"Ya, kali ini aku akui kejeniusan mu.. pantas saja kamu menjadi top 1 di sekolah dari semua kelas" Filip menepuk pundak Dave.

"Tapi aku hampir tidak bisa mengelak soal ponsel Rei tadi, untung saja ibu Rei percaya kalau ponsel Rei dalam mode diam"

"Tapi ponsel ku memang dalam mode diam" Rei terkekeh pelan mendengar kata-kata Dave yang mencoba berbohong.

"Ah! Serius.. berarti aku tidak bohong soal yang 1 itu"

"Tapi tetap saja kalian berbohong" celetuk Rei.

"Iya.. itu demi menutupi kejadian malam tadi, kalau ibu mu tau mungkin kami akan di laporkan ke sekolah" Dave menatap Rei yang tiba-tiba diam.

Keheningan langsung terasa di antara mereka.

"Baik! Sudah cukup obrolannya.. besok kita harus masuk sekolah dan Rei tenang saja.. Dave akan mengurus absensi mu" Filip berdiri dari posisi duduknya yang di ikuti oleh Dave.

"Kalian mau pulang ?" Tanya Rei.

"Kenapa ? Kamu mau kami menginap di sini ?" Dave tersenyum jahil ke arah Rei.

"Bu-bukan begitu! Lebih baik kalian pulang!" Wajah Rei bersemu merah.

"Haha.. iya.. iya kami pulang"  Dave melambaikan tangannya pada Rei.

"Istirahat ya" Filip menepuk pelan pucuk kepala Rei yang Rei balas dengan anggukan pelan.

Dari ruang tamu, Rei bisa mendengar suara ibunya yang menegur Filip dan Dave yang berpapasan dengannya di depan pintu keluar.

Ibu Rei masuk ke dalam rumah dengan belanjaan di tangannya.

"Hah, mereka berdua tetap mau pulang padahal ibu sudah belikan cemilan untuk kalian" ibu Rei duduk di samping Rei.

"Ada tugas yang belum mereka selesaikan bu, makanya mereka pulang cepat" kata Rei memberi alasan.

Ibu Rei menatap putranya lalu mengelus lembut rambut Rei.
"Sayang.. apa masih sakit ?" Ibu Rei terlihat serius menatap putra omeganya ini.

"Ah.. i-iya bu, mungkin sakitnya akan segera hilang" jawab Rei gugup.

Ibu Rei merasa khawatir saat melihat Rei di gendong oleh Dave setelah semalaman dia tidak ada kabar.

"Katakan yang sebenarnya pada ibu.." ibu Rei menatap putranya serius.
".. kamu bercinta dengan mereka berdua ?"

Deg!
Rei terdiam mendengar pertanyaan ibunya.

"Rei.. ?"  Ibu Rei mengelus rambut Rei lagi.

"Ah.. ! Ma-mana mungkin bu.. bukannya Dave dan Filip sudah katakan kami kemarin bermain ice skating dan aku terpeleset, hehe.. aku ceroboh ya" Rei memaksakan dirinya untuk tersenyum.

Ibu Rei tersenyum tipis.
"Baik.. kalau kamu bilang begitu, ibu siapkan makan dulu ya.. kamu istirahat saja, nanti ibu hubungi kepala sekolah"

"Iya bu" Rei menatap punggung ibunya yang melangkah ke dapur.

"Hah.. " Rei menghembuskan nafasnya berat.

"Bagaimana ini.. ? Ibu pasti menaruh curiga, ibu sangat pintar membaca situasi.. aku harus bagaimana ?" Rei mengigit pelan jari telunjuknya, Rei takut ibunya tau.

.
.

Bersambung...

Touch (TAMAT, Remake) (Omegaverse)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang