Pagi itu Rei berjalan melewati kelas alpha, lebih tepatnya kelas Filip. Rei curi-curi pandang ke dalam kelas tapi Filip tidak terlihat disana.
Rei berdiri dalam diam melihat kelas Filip, biasanya Filip akan menyapa Rei dengan melambaikan tangan saat Rei berjalan melewati kelas Filip.
"Ada perlu apa Rei ?" Dion keluar dari kelas saat melihat Rei berdiri di depan kelasnya, sebenarnya Dion takut alpha di dalam kelasnya menyerang Rei karena sejak tadi mereka terus melihat Rei.
"Dimana Filip?" Tanya Rei.
"Oh.. tentang itu aku juga tidak tau, mungkin dia sakit atau ada kesibukan lain" jawab Dion.
"Terima kasih Dion dan selamat atas nilai mu dan Ian.. kalian sudah lulus standar yang di tetapkan kepala sekolah" Rei tersenyum kecil.
"Ya.. aku bersyukur juga untuk itu, Ian mau belajar mati-matian demi aku.. terima kasih Rei" Rei mengangguk pelan lalu beranjak ke kelasnya.
Saat jam istirahat, Rei kembali melihat kelas Filip dan lagi-lagi Filip tidak ada di sana.
"Apa dia sakit ?" Gumam Rei.
"Kenapa kamu berhenti di sini Rei ? Ayo ke kantin" Ian menarik tangan Rei.
"Ah.. iya" Rei mengikuti Ian.
"Tunggu sebentar ! Aku harus bertanya pada Dave!" Rei langsung masuk ke kelas Dave.
"Eh! Rei jangan masuk ke sana!" Ian mencoba menghentikan langkah kaki Rei tapi di abaikan oleh Rei.
Saat masuk ke kelas alpha, tubuh Rei bergidik takut, aura di sana sangat tidak nyaman bagi Rei tapi saat melihat Dave perasaan takut Rei sedikit berkurang.
"Dave!"
"Rei ? Kenapa kamu masuk ke sini ? Kamu tidak boleh masuk ke kelas alpha!" Dave menarik Rei keluar dari kelasnya.
"Ada apa ? " Dave menatap Rei.
"Filip?! Apa dia sakit ? Aku tidak melihatnya di kelas hari ini" Rei terlihat khawatir.
"Aku tidak tau" Dave mengalihkan pandangannya.
"Benarkah ? Jadi kamu juga tidak tau.. bagaimana ini ? Apa dia sakit ? Sikapnya aneh kemarin" Rei terlihat gelisah.
"Oh! Ayo ke rumahnya!" Usul Rei.
"Re-Rei!" Dave menahan tangan Rei. Dave tidak sanggup melihat wajah khawatir Rei.
"Dengar, aku minta maaf sudah berbohong.. Filip baru saja mengabari ku, 1 jam lagi dia akan pergi" kata Dave.
"Pergi kemana ?"
Dave tidak bisa berbohong pada Rei tentang Filip.
"Paris.. dia tidak akan pulang lagi, dia akan menetap di sana untuk melanjutkan perusahaan ayahnya juga melanjutkan studinya"
"Eh ? Kenapa aku tidak tau hal seperti ini ?" Saat itu juga dada Rei terasa sesak.
Dave mengepalkan kedua tangannya.
"Maaf Rei"
"A-aku harus pergi! Aku harus melihatnya!" Rei langsung berlari.
"Rei! Tunggu!!" Dave menyusul Rei yang berlari lebih dulu begitu pula dengan Ian.
"Ada apa ini ? Ian hei !" Dion yang baru saja dari kantin melihat mereka bertiga berlari menuruni tangga, dion menarik lengan Ian dia bertanya kenapa mereka berlari bersamaan.
"Filip mau pergi ke Paris, Rei mau menyusul Filip ke bandara ! Ayo susul mereka!" Ian menarik Dion.
"Hah !! Hei !!"
"Taksi!!" Rei berlari ke jalan raya lalu memanggil taksi, Rei langsung masuk ke dalam taksi yang berhenti di depannya.
"Tunggu Rei!" Dave ikut masuk ke dalam taksi.
"Tunggu kami ikut!!" Ian dan Dion ikut masuk ke dalam taksi juga.
"Aahh!! Kalian ini!! Pak cepat!! Ke bandara!! Tolong cepat!!" Kata Rei.
"Baik!" Jawab supir taksi.
.
.
Bersambung...
KAMU SEDANG MEMBACA
Touch (TAMAT, Remake) (Omegaverse)
RandomKehidupan normal Rei berubah saat hasil tesnya mengatakan bahwa dirinya seorang omega. Kehidupan normal yang sudah musnah di perparah dengan Rei yang harus menghadapi 2 alpha yang sedang birahi padanya.
