Malam itu menjadi malam panjang yang tidak akan Dave dan Filip lupakan, tapi kebalikan bagi Rei malam itu menjadi mimpi buruk baginya.
07:35 (Minggu)
Rei membuka matanya yang terasa bengkak setelah menangis semalam.
"Aku tidak bisa bergerak" Rei melihat sekelilingnya yang terlihat sangat asing bagi Rei.
"Dimana aku?" Tanya Rei pada dirinya sendiri.
"Zzzzzz"
Mata Rei membuka lebar saat medengar dengkuran kecil di sampingnya.
"Akh!" Rei melihat Filip yang sekarang memeluk tubuh Rei.
"Mm.. Rei.." Rei juga melihat Dave tidur di bawah ketiaknya. Tangan Rei membuka selimut yang menutupi tubuh ketiganya, Rei bisa melihat Dave dan Filip memakai bokser mereka tapi Rei sudah telanjang tanpa sehelai benang pun.
"Uwahhh!!!" Rei spontan bangun dari tidurnya, dia menarik selimut tebal yang mereka pakai.
"Mmm.. ada apa?" Filip dan Dave bangun dari tidur mereka bersamaan saat mendengar suara jeritan Rei.
"Ka- ka- kalian apa yang terjadi..?!!" Rei benar-benar melupakan semuanya.
"Ka-kalian!! Kenapa aku bisa disini ?!!" Dua alpha ini menatap Rei yang terlihat sangat ketakutan.
"Tenangkan dirimu Rei" Filip mencoba menenangkan omega ini.
"Mana mungkin aku bisa tenang!! Aku mau pulang!!"
"Rei.. tolong tenang.. biar kami jelaskan!" Dave menarik tangan Rei yang hendak turun dari atas kasur tapi belum kakinya menyentuh lantai, tubuh Rei terasa remuk saat bergerak.
"Aakh!.... sakit!!" Rei merasa tubuhnya sangat sakit terutama di bagian belakangnya. Mata Rei tidak sengaja melihat beberapa k*ndom bekas di dalam tempat sampah.
"Ti-tidak.. tidak mungkin kan ? " wajah Rei terlihat pucat.
Pranggg!!!
"Rei.. tenangkan dirimu! Kamu bisa terluka!" Rei melempar vas bunga kaca ke arah Dave dan Filip yang terus berusaha mendekatinya.
Tubuh telanjangnya masih terbalut selimut tebal yang dia tarik turun dari atas kasur.
Rei bisa merasakan nyeri di semua tubuhnya juga betapa terlukanya perasaan Rei saat ini.
"Jangan mendekat!! Kalian gila!! Bagaimana kalian bisa melakukan hal seperti itu padaku di saat aku tidak sadarkan diri ?!!" Air mata Rei tidak bisa dia tahan lagi, rasanya dia ingin cepat pergi dari hadapan dua orang tidak waras yang berdiri di hadapannya.
Rei benar-benar malu juga merasa harga dirinya sudah tidak ada.
"Rei.. " Filip menatap Rei lirih, dia benar-benar merasa bersalah.
"Hiks... kalian tidak tau bagaimana rasanya menjadi seorang omega.." tangan Rei terus mengusap air matanya yang tak bisa berhenti keluar.
".. kalian tidak tau bagaimana takutnya aku.. aku takut hal seperti ini akan terjadi.. apa yang harus ku lakukan kalau aku hamil.. hiks.." Rei merasa sangat takut kalau harus putus sekolah karena dia hamil.
".. aku bukan binatang yang bisa bercinta dengan siapa pun, aku manusia juga.. jangan perlakukan diri ku seenak kalian.. hiks.. "
Dave menarik nafasnya berat.
"Maaf Rei" Dave melangkahkan kakinya melewati pecahan kaca di depan Rei.
"Dave!" Filip terkejut melihat Dave menginjak pecahan kaca itu.
"Seperti yang sudah ku katakan sejak awal kita bertemu.."
"Haa.. " Rei syok melihat apa yang Dave lakukan. Rei bisa melihat darah Dave bercampur dengan air dari vas bunga tadi.
Dave berjongkok di hadapan Rei.
"Aku mencintaimu"
"A-a-apa yang kamu katakan di saat seperti ini ?!! Kaki mu berdarah!!" Rei benar-benar tidak tau harus berbuat apa.
"Aku juga ingin merasakan kesakitan mu.. " Dave tersenyum kearah Rei.
Deg.
Rei terdiam saat melihat senyuman Dave.
"Aku.. " Rei menundukkan kepalanya.
"Hiks.. aku hanya takut.. aku benar-benar takut"
Dave bisa melihat pundak Rei bergetar.
"Aku minta maaf sudah melakukan sesuatu yang membuat mu ketakutan.. tapi ku mohon jangan takut padaku, terutama pada Filip.. dia orang yang paling khawatir pada keadaan mu"
"Melihat wajah seorang omega yang sedang heat, alpha mana pun pasti ingin menyentuh mu.. maafkan insting setengah binatang kami" tangan Dave meraih tubuh Rei, dia membawa Rei ke dalam pelukannya.
"Jangan menangis lagi" Dave mengelus lembut rambut Rei.
"Hiks.. Mm!!" Rei memeluk Dave balik.
"Aku minta maaf" Filip berjongkok dari jauh menatap Rei dengan tatapan menyesal. Filip benar-benar tidak tau harus berkata apa selain penyesalan di dirinya.
"Mmm!! Bodoh! Jangan berwajah begitu.. aku jadi tidak bisa marah pada kalian.." Rei memeluk Dave semakin erat.
Rei mencoba menenangkan dirinya sendiri. Itu bukan murni kesalahan Dave dan Filip, seperti yang Dave katakan alpha mana pun tidak akan bisa menahan diri kalau melihat seorang omega sedang heat.
.
.
Kamar Filip selesai di bersihkan oleh pelayan. Seperti yang Filip katakan, dia meminta agar para pelayan bisa menjaga rahasia tentang Filip yang membawa Rei dan Dave ke rumahnya.
"Akh! Panggilan tidak terjawab 48x!" Rei terkejut melihat ponselnya.
"Siapa ?" Dave bertanya pada Rei yang sudah memakai pakaiannya.
"Ibu ku, bagaimana ini ?! Dia pasti marah besar padaku!"
"Tenang saja dia tidak akan marah nanti aku dan Filip akan mejelaskan pada ibumu" Dave bangun dari posisi duduknya.
"Eh! Kakimu.. jangan jalan dulu!" Rei menahan tangan Dave.
"Tenang saja Rei.. dia berbeda dari alpha lain" Filip bersandar di ujung kasurnya.
"Maksudnya apa?" Rei bingung.
"Maaf kalau kamu tidak tau hal ini.. kaki ku baik-baik saja, lihat" Dave memperlihatkan telapak kakinya yang mulus tanpa luka.
"Eh!!! Tapi tadi.. darahnya banyak! Bagaimana bisa?!"
"Dia alpha dominan.. dia punya pemulihan tubuh lebih cepat dari alpha seperti ku.. jadi luka seperti itu tidak ada apa-apanya untuk Dave" jelas Filip.
"Ya seperti yang sudah Filip katakan.. aku punya kekebalan tubuh yang berbeda"
"Aku baru tau tentang itu"
"Lebih tepatnya aku khawatir pada mu,." Dave menatap lekat mata Rei.
"Kenapa ?" Rei menatap balik Dave.
"Apa belakang mu baik-baik saja ? Aku ingat Filip berkali-kali masuk ke sana ?"
"Hah !" Wajah Rei bersemu merah mendengar kata-kata dave.
"A-apa?! Jangan menuduh ku sembarangan!
Kamu hampir menghabiskan seisi kotak kondom milik ku!! Apa perlu ku ambil lagi sampah yang sudah di bersihkan tadi sebagai bukti!" Filip merasa kesal dengan tuduhan Dave.
"Heh? Memangnya kamu tau milikku yang mana ? Bukannya kamu juga membuangnya di tempat yang sama ?"
"Akh!" Filip tidak bisa berkata-kata lagi.
"Sudah.. hentikan! Apa yang kalian perdebatkan ?!!" Rei melempar bantal ke arah Filip dan Dave.
Dave dan Filip bisa melihat wajah Rei yang sudah seperti tomat masak. Rei memang tidak mengingat apa pun yang mereka lakukan tadi malam, tapi mendengar apa yang mereka bicarakan membuat Rei bisa membayangkannya dan merasa malu sendiri.
.
.
Bersambung...
KAMU SEDANG MEMBACA
Touch (TAMAT, Remake) (Omegaverse)
RandomKehidupan normal Rei berubah saat hasil tesnya mengatakan bahwa dirinya seorang omega. Kehidupan normal yang sudah musnah di perparah dengan Rei yang harus menghadapi 2 alpha yang sedang birahi padanya.
