"Mana mungkin aku percaya!!" Ian melempar majalah yang ada di atas meja ke wajah Dion.
Ian benar-benar marah pada Dion setelah melihat isi pesan di hp Dion. Ian tidak percaya dengan apa yang baru saja dia baca.
"Ini cuma salah paham! Dengarkan aku dulu!" Dion mencoba menjelaskan pada Ian.
"Jangan menyentuhku!! Lepas!! Aku mau pulang!!" Ian terus memberontak saat Dion mencoba menahannya untuk pulang.
"Ian!! Dengarkan kata-kataku dulu!!"
"Tidak mau!! Lepas!! Lepas!!!"
"Ian!!" Dion merasa kesal dengan sikap Ian lalu menarik Ian hingga tubuhnya terbaring di sofa.
"Dengarkan aku!! Jangan bersikap egois!!" Dion berteriak di depan wajah Ian. Beberapa saat wajah Ian terkejut lalu buliran bening membasahi matanya.
"Hiks... waaaaaaaaa!!!!!" Tangisan Ian pecah yang membuat Dion tersadar lalu memeluk Ian.
"Maaf.. tolong dengarkan aku sebentar saja, jangan menangis" Dion mengusap pelan punggung Ian mencoba membuat Ian tenang. Dion tau hal seperti itu pasti membuat Ian merasa khawatir.
Setelah 5 menit puas menangis dengan Dion yang terus memeluk Ian, Dion menatap wajah Ian lalu menghapus air mata Ian yang masih berjatuhan.
"Dengarkan aku, biar ku jelaskan .. "
"Hiks.. jahat!" Ian memukul dada Dion bekali-kali.
"Ian.. yang harus kamu tau aku sangat mencintaimu.. " Dion menahan tangan Ian lalu menatap mata Ian lekat seolah Dion ingin menyampaikan tak ada kebohongan di setiap kata yang ia ucapkan.
"Kenapa kamu menyembunyikan hal seperti itu dariku.. ? Apa gunanya aku belajar mati-matian agar nilai kita mencapai target kalau kamu masih saja berhubungan dengan omega-omega lain di luar sana!" Ian tidak bisa menahan air matanya,dia mencintai Dion dan mereka sudah membuat tanda dengan artian tanpa Dion apa gunanya Ian hidup.
Ian tidak akan bisa bersama alpha lain selain Dion, itu hukum omega yang sudah membuat tanda dengan alphanya dengan artian seumur hidup Ian tidak akan bisa bercinta selain dengan Dion.
"Sebelum bertemu dengan mu, aku tidak tau apa dan bagaimana rasanya menyukai seseorang, aku memang bermain dengan banyak omega di luar sana.. " Dion berlutut di hadapan Ian yang saat ini duduk di sofa, Dion menggenggam erat tangan Ian.
"Aku sudah menolak berkali-kali ajakan mereka karena aku sudah memiliki mu, yang harus aku luruskan di sini aku tidak pernah pergi ke club malam lagi dan pesan tadi hanya bercandaan dari teman ku karena kami berteman sejak kecil.. ku mohon kamu mau percaya, sejak awal kita bertemu aku sudah jatuh cinta padamu.. Ian, ini hanya kesalahpahaman" jelas Dion.
Dion menatap Ian lirih, berharap Ian mau mengerti tapi tak ada respon dari Ian yang hanya diam dengan air mata yang terus berjatuhan.
"Aku.. minta maaf.. aku menyembunyikan hal sepenting ini darimu, aku tidak mau kamu maerasa kecewa dan meninggalkan ku.. dulu aku hanya merasa kesepian, kamu tau sendiri orang tua ku sudah tiada dan hanya tinggal bersama kakak ku yang selalu sibuk bekerja.. itulah kenapa aku bermain dengan omega di luar sana.."
"... tapi percayalah Ian.. cuma kamu, aku mencintaimu.. tolong percaya" Dion terus memohon pada Ian. Dion tau dia salah menyembunyikan masa lalunya dari Ian, Dion tidak ingin Ian merasa kecewa saat tau masa lalunya.
Ian menatap wajah Dion yang terlihat putus asa, Ian menarik nafasnya berat lalu menghapus air matanya.
"Aku marah, kamu menyebalkan.. " Ian memukul pelan tangan Dion, dengan wajah cemberutnya yang membuat Dion tertawa pelan.
"Aku minta maaf" Dion tau Ian memaafkan kesalahannya. Dion memeluk Ian erat, dia benar-benar menyayangi omega mungilnya yang membuat Dion merasa di cintai.
"Cium.. kalau kamu mencium ku, aku maafkan" wajah Ian bersemu merah.
"Dengan senang hati" Dion mengecup sayang mata, hidung, pipi juga bibir Ian.
"Sudah merasa baikan ?" Dion tersenyum kecil.
"Jangan pernah sembunyikan apa pun lagi dari ku!" Ian memeluk Dion.
"Mulai hari ini, akan ku katakan semua hal tanpa ada rahasia, aku janji" Dion membalas pelukkan Ian.
___Besoknya___
"Aku minta maaf!!" Seorang alpha yang tidak Ian kenal tiba-tiba menundukkan kepalanya pada Ian saat Ian membuka pintu rumah Dion karena Ian tadi malam menginap di rumah Dion.
"Ah ? Si-siapa ?" Ian merasa bingung.
"Dia Kai .. teman ku, dia yang mengirim ku pesan tadi malam.. aku menyuruhnya datang meminta maaf langsung" Dion berdiri di belakang Ian.
"Ah, tidak usah menunduk.. tidak apa-apa!" Ian merasa tidak enak terlebih dia tidak mengenal Kai..
"Aku minta maaf.. aku tidak tau kalau Dion sudah memiliki mate, Dion tidak pernah bercerita padaku.. sekali lagi aku minta maaf!"
"Tidak apa-apa! Jangan meminta maaf begini.. aku sudah memaafkan Dion juga, jadi masalahnya selesai" kata Ian.
"Terima kasih.. namaku Kai, aku dan Dion sudah berteman lama" Kai mengulurkan tangannya pada Ian.
"Namaku Ian" Ian menyambut uluran tangan Kai.
"Aku tidak menduga Dion sudah memiliki mate terlebih dia diam-diam tapi menghanyutkan"
Plak!
"Au.. au.. au.. sakit!!" Dion memukul kepala Kai.
"Pulang sana!!" Dion mengusir Kai.
"Kamu mengusir ku ?" Kai menatap Dion dengan puppy eyesnya.
"Ya aku mengusirmu, jangan membuat masalah baru.. !!"
"Hah.. ya sudah aku pulang dulu! Jangan lupa traktir aku makan! Dah!"
"Iya.. iya!" Ian dan Dion menatap Kai yang menaiki motornya lalu pergi.
"Dia aneh ya " Ian menatap Dion.
"Ya memang begitu, kalau kamu tidak mengenal sifatnya.. kamu akan salah paham terus menerus" jelas Dion.
"Iya aku paham"
"Sudah.. lupakan saja orang bernama Kai itu, ayo masuk.. aku lapar" Dion merangkul pundak Ian.
"Iya! Aku sudah memasak nasi goreng!"
"Hm.. pantas saja baunya enak!" Keduanya masuk ke dalam rumah.
.
.
Bersambung...
KAMU SEDANG MEMBACA
Touch (TAMAT, Remake) (Omegaverse)
De TodoKehidupan normal Rei berubah saat hasil tesnya mengatakan bahwa dirinya seorang omega. Kehidupan normal yang sudah musnah di perparah dengan Rei yang harus menghadapi 2 alpha yang sedang birahi padanya.
