03

89.1K 7.1K 171
                                        

Setelah hari itu, Rei mencoba menghindari Dave lebih tepatnya dia menghindari semua alpha yang ada di sekolah tersebut.

Alpha sangat menakutkan terlebih Rei masih mengingat kejadian dua hari lalu.

Saat istirahat tiba, Rei menerima pesan dari ibunya.

"Hah.. ya ampun .." dengan rasa terpaksa, akhirnya Rei menuruti permintaan ibunya.

".. aku mau menemui kepala sekolah sebentar" kata Rei pada Ian.

"Memangnya ada urusan apa ?" Tanya Ian.

"Ibu ku berniat mengundang kepala sekolah makan malam hari ini, sebagai ucapan terima kasih"

"Oh, oke!" Rei tersenyum kecil lalu pergi melewati kelas beta dan alpha, dari ruangan A2 Rei bisa melihat Dave melirik ke arah Rei yang berjalan melewati kelasnya.

Deg!

Dengan cepat Rei berjalan cepat kearah tangga, tapi tubuhnya tiba-tiba bereaksi aneh.

Deg. . Deg. .deg. .
Ciuman singkat Dave dua hari lalu tiba-tiba terlintas di kepala Rei.

"Hah.. ha.. " Rei mencoba berjalan menuruni tangga dengan langkah tertatih.

"Tidak.. Kenapa dengan tubuh ku?" Tangan Rei bertumpu pada dinding. Nafasnya terengah.

"O-obatku!" Rei menyadari keanehan yang tiba-tiba terjadi pada dirinya, Rei juga lupa membawa obatnya.

Rei mendudukkan dirinya di anak tangga mencoba tenang, kaki Rei tidak bisa berjalan lagi. Tubuhnya terasa panas, nafasnya terasa berat, keringat juga membasahi seragamnya.

Apa ini yang Ian maksud dengan heat ? Rei merasa sangat ketakutan.

"Wah ~"

Deg!
Rei melihat asal suara.

"Siapa ini ?"

"Ugh!" Rei memundurkan tubuhnya saat melihat seseorang berdiri di dekat tangga.

"Oh.. bukankah ini waktu yang bagus kita bertemu di saat seperti ini ?" Orang tadi tersenyum aneh, tiba-tiba hidung Rei mencium bau yang sangat tajam.

"Ah!" Tubuhnya terasa panas.

"Heh.. Apa ini ? Wajah mu terlihat sangat merah.." Orang tadi berjalan mendekati Rei.

"Ti-tidak! Menjauh dariku!" Rei mencoba berdiri dari posisi duduknya tapi kakinya terlalu lemah hingga tubuhnya langsung bersandar pada alpha yang ternyata adalah Filip, alpha yang menariknya ke dalam kelas A1 saat Rei pertama kali pindah ke sekolah ini.

"Ah-Hah.." bau yang berasal dari Filip semakin membuat tubuh Rei semakin panas.

"Aku akan menolong mu" bisik Filip dengan senyuman yang tak Rei mengerti, Filip langsung mengangkat tubuh Rei.

"Tidak.. ! Tidak.. ! Ha.. tidak mau.. " Rei mendekatkan wajahnya di dada Filip, dia mencium aroma khas milik Filip.

Filip tertawa kecil melihat reaksi Rei yang terus berkata tidak tapi dia tak bisa berhenti mencium feromon Filip.

Filip berjalan menghindari para pelayan yang saat ini tengah berjaga, kakinya membawa Rei ke sebuah ruang klub alpha yang ketuanya adalah Filip jadi dengan bebas Filip bisa mengunci ruangan tersebut.

Filip mendudukkan Rei di sofa ruang klubnya.

"Hahh.. tidak.. " Rei mengulurkan tangannya pada Filip, logika dan perasaan Rei bertolak belakang.

"Haha.. kamu terus mengatakan tidak.. Tapi kenapa kamu mengulurkan tangan mu seolah meminta aku menyentuh mu ?" Filip duduk di samping Rei, Rei memeluk tubuh Filip.

"Kamu suka aroma tubuh ku ?" Filip mengecup pelan pipi Rei.

"Aahh... tidak.. aku tidak suka.. "

Filip kembali tertawa kecil mendengar kata-kata Rei.

"Rei.. " Tangan Filip mencoba menerobos masuk ke dalam seragam Rei.

"Tidak! Jangan menyentuh ku! Aahh.." Tubuh Rei semakin terasa aneh saat jari-jari Filip menyentuh kulit punggungnya.

"Biarkan aku menyentuh mu Rei"

"Aahh... " Filip mendorong pelan tubuh Rei, Filip juga menahan kedua tangan Rei yang terus mencoba mendorongnya menjauh.

"Tidak! Jangan! Mph!"

Filip menarik leher Rei lalu mendorong satu obat yang sengaja Filip curi dari UKS.

Glup.
Rei menelan obat yang Filip dorong ke dalam mulutnya.

"Ini obat untuk omega, aku sengaja mencurinya untuk berjaga-jaga.. siapa tau kan, aku bertemu omega yang tengah heat seperti kamu tadi"

"Ke-kenapa ?" Rei menatap wajah Filip.

"Apa ?" Filip balik bertanya.

"Kenapa kamu mau menolong ku ?"

"Karena aku menyukaimu"

Deg!

"Eh!?" Wajah Rei bersemu merah.

"Heat pertama mu.. seharusnya berlangsung 3 atau bahkan satu minggu tapi ku berikan obat itu agar kamu tenang.." Filip mengusap pelan bibir Rei.

" .. sebenarnya aku ingin menyentuh mu lebih, tapi aku tidak mau kamu terkejut dan lagi kita di sekolah, mana mungkin aku membiarkan pelayan-pelayan di luar mendengar desahan mu"

"Apa ?!"

Chu~
Filip mengecup pelan bibir Rei.

"Lain kali mari lakukan dengan benar.. dan akan ku buat kamu meminta lagi dan lagi" Filip melempar senyumannya pada Rei.

Rei mengigit bibirnya, dia merasa terjebak sekarang. Rei tidak tau harus bagaimana menjalani hari-harinya, terlebih dia berurusan dengan dua alpha sekaligus.

.
.

Bersambung. . .

Touch (TAMAT, Remake) (Omegaverse)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang