20

37.2K 3.1K 77
                                        

"Kakak!"

"Hah.. " Filip menghela nafasnya berat saat mendengar suara yang tak asing lagi di telinganya.

"Kak!!"

"Apa ?!!" Filip benar-benar kesal, sudah seharian Avlin terus mengikutinya. Bahkan tadi Avlin terus menatapnya saat Filip tengah makan di kantin.

"Ehehe.. " Avlin hanya tertawa kecil. Sekarang Avlin dan Filip duduk di taman sekolah.

"Apa mau mu ?" Tanya Filip.

"Kak Dave bilang, kalau aku terus mengikuti kakak .. kakak nanti juga suka padaku"

"Dave.." Filip benar-benar kesal, apa maksud Dave mengatakan hal seperti itu.

"Dengar ya.. Devlin, Rubin.."

"Avlin!"

"Ya Avlin.. dengar ya, aku tidak mengenal mu.. dan kita baru kemarin bertemu, jangan mengatakan hal seperti itu pada alpha yang baru kamu kenal"

"Memangnya kenapa ?" Avlin menatap Filip dengan mata polosnya.

"Hah.. jangan menatapku begitu"

"Tapi aku menyukai kakak" jawab Alvin.

"Jangan mengatakan suka semudah itu.. dan lagi kamu itu masih muda, gadis muda harusnya belajar bukan memikirkan cinta kamu bahkan belum mendapatkan heat pertama mu"

"Aku bukan gadis" Avlin tersenyum kecil pada Filip.

"Hah ?"

"Coba pegang" Avlin mengarahkan tangan Filip ke dadanya, RATA itulah yang Filip rasakan. Avlin juga mengarahkan tangan Filip ke bawah.

"Hiaaaaa!!!" Filip langsung berdiri dari posisi duduknya.

"Kamu laki-laki?!"

"Haha.. iya, aku laki-laki"

"Ah.. jadi penciuman ku tidak rusak"

Filip menatap Avlin lagi, tidak bisa di pungkiri Avlin benar-benar terlihat seperti gadis omega, bagaimana bisa itu terjadi ?

"Walaupun kamu laki-laki.. nasehat ku sama saja! Cepat temui ayah dan kakakmu.. pulang ke ibumu, jangan disini sangat berbahaya untukmu.. kalau begitu, dah!" Saat Filip hendak pergi Avlin langsung menarik baju Filip.

"Apa ?" Filip menatap Avlin.

"2 hari lagi aku pergi.. jadi bisakah kakak berhubungan sex dengan ku"

Deg!
Filip terdiam sesaat.

"Ha.. hah! A.. apa yang kamu katakan?!"

"Aku jatuh cinta pada kakak saat awal bertemu! Aku suka kakak! Jadi walaupun kakak tidak menyukai ku, aku ingin membuat kenangan untuk di ingat kalau aku pulang nanti!"

"Kamu gila.. " Filip tidak mengerti jalan pikiran Alvin, bagaimana bisa dia mengajak orang yang baru dia kenal.

"Ak-aku masih waras kak~" regek Avlin.

"Dengar.. " Filip menyentuh pucuk kepala Alvin.
".. Bukan begitu caranya kamu menyukai seseorang, jangan memaksa perasaan mu.. aku punya orang yang ku sukai, jadi berhenti mengatakan omong kosong ini" Filip menarik tangannya berniat pergi.

"Kakak! 1x ini saja lakukan dengan ku!" Avlin menarik kembali lengan Filip.

"Cih!"

"Ah!" Avlin sedikit terkejut saat filip menarik balik tangannya.

.
.

Brukk!!

"Wuah!" Filip menyeret Avlin masuk ke ruang club. Filip mengunci ruang club lalu mendorong tubuh Avlin ke atas sofa.

"Mm.. " Avlin sedikit takut melihat wajah Filip yang sekarang menindihnya.

"Kamu mau berhubungan sex dengan ku ? Ayo lakukan.. bukankah kamu yang memohon ? Jadi bila kamu sakit jangan salahkan aku.. aku tidak akan membuat mu jadi mate ku" Filip menatap Avlin dingin, tangannya bergerak melepas dasi juga kancing seragamnya.

"Ka-kakak.. akh!" Filip menahan kedua tangan Avlin. Filip bisa merasakan tangan Avlin yang bergetar ketakutan juga raut wajahnya yang seakan ingin menangis.

"Apa ini ? Kamu takut ? Bukankah kamu ingin melakukannya ? " Seringai terlihat di bibir Filip.

"Mmm.. " Avlin mengigit bibir bawahnya.

"Hah.. lupakan saja.." Filip melepas tangan Avlin lalu duduk di ujung sofa.

"... jernihkan pikiran mu.. kamu tidak sepantasnya mengatakan hal seperti itu pada seorang alpha, tidak semua alpha di luar sana membiarkan mu pergi dengan mudah setelah kamu mengajak mereka.. " Avlin bangun dari posisi berbaringnya, buliran bening membasahi mata Avlin.

"Hiks... a-aku merasa kesepian, sejak kedua orang tua ku bercerai, mereka tidak pernah melakukan reuni keluarga, saat tinggal dengan ibu.. aku selalu di bully karena aku terlahir sebagai omega laki-laki itu sebabnya aku memanjangkan rambut ku dan bersikap seperti perempuan.. saat aku berpenampilan begini semua orang kagum padaku dan banyak yang mengatakan mereka menyukaiku.. tapi saat bertemu kakak, kakak bersikap biasa saja tanpa ada pujian yang keluar dari mulut kakak dan aku pikir 'ini lah orangnya'.. hiks... "

"A-a.. aku menyukai kakak!" Avlin menarik lengan baju Filip. Filip menatap Avlin lalu tersenyum kecil.

Filip menepuk pelan pucuk kepala Avlin.

"Jaga dirimu baik-baik.. kamu tidak sepantasnya menyukai orang seperti ku, aku bahkan sudah membuat orang yang ku sukai sakit jadi jangan lakukan hal seperti ini pada alpha yang bukan mate mu.. " Filip mengelus pelan air mata Avlin.

".. sebagai gantinya, mari berteman.. bukankah kamu merasa kesepian ?" Filip tersenyum hangat pada Avlin yang membuat debaran di dada Avlin.

"Terima kasih kak Filip!"

"Wuahh!!" Avlin memeluk Filip erat, Avlin menyadari ini bukan hanya perasaan suka saja tapi sepertinya Avlin benar-benar jatuh cinta pada Filip.

Avlin melepas pelukkanya.

Chu~

"Mm!" Mata Filip membulat saat kecupan kecil di berikan Avlin di bibirnya.

Filip langsung mundur menjauh dari Avlin.

"Ehh!!! Teman! Ka-kamu tau arti temankan ?! Teman tidak melakukan ciuman bibir!!" Melihat reaksi Filip, Avlin hanya tertawa kecil.

.
.

Bersambung...

Touch (TAMAT, Remake) (Omegaverse)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang