***
Malam Hari Merupakan Malam yang paling di benci oleh Heeseung. Mengapa? Karena ia harus keluar dari kamar hanya untuk ambil air minum. Aneh, bukan?
Apalagi suasana malam hari, sangatlah dingin. Terpaksa ia harus keluar sambil menggunakan jaketnya.
Ceklek
Membuka lemari es dan mengambil botol air minum. Kemudian membawanya keluar dan menutup lemari tersebut.
Duduk di dekat meja dan langsung membuka botolnya dan minum. Tak terasa waktu sudah menunjukkan pukul Sepuluh.
Heeseung pun tertegun di tempat sambil melihat Arah Jam Dinding yang terus menerus berdetak tiada henti.
Tak.
"Perasaan tadi. Kami pulang tepat Jam 7 deh. Kok udah Jam sepuluh, sih?" Heran Heeseung.
"Apa Jamnya udah rusak kali, yah?" Tebak Heeseung.
Karena penasaran apa yang terjadi kepada Jam tersebut. Heeseung berinisiatif memperbaikinya dengan mendorong kursi sambil menyamakan Jarak Antara jam dan juga kursi.
Setelah merasa cocok dengan Jaraknya. Heeseung langsung naik dan berhasil mengambil Jamnya. Turun dan duduk kembali sambil membawanya dari ruang makan menuju ke Ruangan Lainnya.
Setelah ia tiba di depan ruangan itu, Heeseung langsung membukanya dan mulai menggeledah isi ruangan itu guna untuk mencari baterai Jam.
Namun, sudah Sepuluh menit berlalu. Heeseung belum juga menemukan Baterai yang dia cari. Sampai akhirnya Jungwon datang dan terkejut melihat Heeseung tengah kesulitan mencari sesuatu.
"Hyung!!!"
"Anjirr!!! Setan lo, yah? Kagetin gue, bangsad!!!" Umpat Heeseung.
"Hehe,, Sorry Hyung. Soalnya gue gak sengaja lewat dan liat lo kesulitan mencari sesuatu. Apa sih yang lo cari, Hyung?" Tanya Jungwon sambil masuk ke dalam ruangan itu.
"Huftt,,, Gue lagi cari nih!!" Sambil nunjukkin Baterai mati.
"Baterai Jam? Apa Jamnya Sudah Mati, hyung?!" Jungwon langsung mengambilnya dan memeriksanya.
"Nah itu, yang gue gak suka dari lo. Sudah tau Jamnya udah ada di tangan gue, malah nanya kek orang bodo. Ngeselin banget sih!!" Kesel Heeseung.
"Salahkah gue nanya? Perasaan gue salah melulu deh di depan elo, hyung!!" Kesel Jungwon.
"Sudahlah. Lupakan saja itu. Gue sejak tadi mencari baterainya, tapi tidak ada di sini. Lo mau nggak Temenin gue cari diluar?" Ucap Heeseung.
"Nggak, Hyung. Malam hari, Pemerintah larang anak seusia gue keluar di Jam seperti ini. Gue khawatir, hanya karena gara-gara gue perusahaan Disalahin. Padahal itu bukan kesalahan mereka!" Jelas Jungwon.
"Sudah menjadi tugas mereka melindungi artisnya, bukan?" Ucap Heeseung berpendapat.
"Tapi ini keadaannya berbeda, Hyung. Mending lo keluar aja sendiri, jangan bawa gue kalo gitu!!" Ucap Jungwon.
"Ckck,, kalo gue tau. Lo nggak mau ikut. Gue gak akan paksa elo seperti itu. Buang-buang tenaga!!" Kesal Heeseung.
"Ayolah, Hyung. Jangan Gitu dong. Gue bersikap seperti itu karena peraturan Perusahaan. Jika saja tidak, Mungkin bukan elo yang ngomong. Pasti udah duluan gue narik lo dari rumah dan pergi sekarang.!!" Ucap Jungwon berusaha meluruskan kesalahpahaman mereka.
"Sudahlah. Gue mau keluar sekarang!!" Heeseung langsung pergi.
***
Sepanjang perjalan menuju ke Supermarket terdekat. Heeseung menggerutu tak jelas di sana. Bahkan menendang bebatuan kerikil untuk melampiaskan kekesalannya.
KAMU SEDANG MEMBACA
DUNIA NEVERLAND
FantasiHyunjin, Yeonjun, Yeji, Heeseung, Wooyoung, dan juga Karina. Mereka tak pernah menyangka bahwa mereka akan terdampar ke dalam dunia Yang Penuh Misterius seperti mereka tengah alami itu. Apalagi mereka tak tahu bahwa hanya mereka saja yang dibawa ke...
