***
Yeji pun akhirnya tiba duluan di kediamannya. Betapa terkejutnya dirinya melihat sekelompok penyihir sedang berusaha masuk ke dalam kediamannya
Namun tanpa di duga olehnya ternyata ada seseorang yang sedang membidikkan Busur ke arahnya. Sontak dengan cepat Naga Putih Birunya menyadarinya dengan cepat dan langsung naik ke atas dan menyerang seseorang itu dengan cepat.
Yeji tak bisa berpikir kalau keadaannya seperti ini. Ia pun berusaha menenangkan pikirannya hingga tiba-tiba saja Cahaya Putih Biru mulai dari keluar dari tangannya.
Hingga tiba saat yeji membuka matanya sontak ada sesuatu yang berbentuk seperti perhiasan yang membentuk di depan dahinya.
Sontak yeji menyerang seluruh Penyihir itu dengan pengarahan Vivianis yang ada dalam dirinya.
"Putri Tetap Fokus. Putri harus mengarahkan lengan tangan kananmu ke arah penyihir itu dan tangan kirimu selalu berpeganglah dengan Naga Putih Biru. Maka dengan cari ini, kamu gak bakal bisa jatuh dari ketinggian ini!!"
"Aku Mengerti. Tetap Terus bimbing aku hingga mereka bisa aku kalahkan"
"Meskipun ini Sangat Mustahil Bagimu untuk melakukannya. Karena ini pertama kalinya. Aku percaya Putri Pasti bisa menyesuaikan"
"Aku Yakin. Aku Pasti Bisa"
Yeji melanyang diudara bagaikan Layaknya Bulu yang berterbangan. Melawan Penyihir untuk pertama kalinya membuat hatinya Gugup sekaligus ketakutan karena saat ini ia berada ketinggian di atas rata-rata.
Karena Tak Terbiasa melawan Penyihir, Yeji sampai Lupa bahwa ia belum latihan. Lantas tenaganya mulai terkuras dengan perlahan-lahan.
"Putri. Biarkan aku membantumu. Jika Putri memaksakan diri seperti itu, maka akan aku pastikan Tubuhmu akan semakin melemah!! Dan tentu, Tubuhmu tidak bisa lagi menyimpan kekuatanmu ataupun kekuatan besarku!!"
"Jangan Lakukan!! Mereka sudah datang. Ada ayah bersama mereka. Tutup Matamu!!"
Sesuai perkataan Yeji, Mereka semua akhirnya datang dan membantu Yeji melawan seluruh Penyihir itu sesuai arahan dari Iblisnya masing-masing.
Karina Langsung menghampiri Yeji yang saat ini terlihat melemah di sana. Karina pun langsung mendekatinya dan Yeji langsung duduk di atas lantai Kediamannya.
"Ah,,, Capek Banget!!"Keluhnya.
"Yeji!! Apa lo baik-baik saja?" Sontak Karina berlari ke arahnya setelah mendarat dengan baik.
"Wih,,, Bisa terbang juga lo rupanya!!" Kekeh Yeji disana.
Bugh.
"Jangan mencoba Mengalihkan pembicaraan. Jawab pertanyaan gue!!" Tegasnya.
"Ckck,, kejam banget sih. Iya. Gue baik-baik aja. Bagaimana denganmu?' Jawab dan tanya Yeji sambil mengelus lengannya yang sakit.
"Lo Gak usah Khawatirin gue. Coba Sini, gue liat tubuh lo. Apa ada yang lecet?" Ucap Karina sambil Memerhatikan Tubuh Yeji.
"Ckck,,, Sudahlah. Jangan kek Gitu dong. Gue Jijik. Jangan Mentang-mentang lo udah tau Karakaternya Ni manusia. Lo kagak usah gituin gue kali!!" Protes Yeji.
"Terserah lo saja!!!" Pasrah Karina.
Melihat keadaan sudah tak terkendali. Apalagi Lawannya kalah Jumlah. Para Penyihir yang masih hidup langsung meninggalkan istana tanpa melakukan perlawanan lagi.
Lantas mereka semua menghampiri Yeji yang kini tengah beristirahat di depan Kediamannya. Sebelum yeji menuju ke Kediamannya, ia sudah memerintahkan Vivianis untuk mengizinkan mereka masuk ke dalam daerah Kediamannya.
KAMU SEDANG MEMBACA
DUNIA NEVERLAND
FantasiHyunjin, Yeonjun, Yeji, Heeseung, Wooyoung, dan juga Karina. Mereka tak pernah menyangka bahwa mereka akan terdampar ke dalam dunia Yang Penuh Misterius seperti mereka tengah alami itu. Apalagi mereka tak tahu bahwa hanya mereka saja yang dibawa ke...
