Eps. 32 Perasaan Bersalah

146 17 0
                                        

***

Yeji langsung melayangkan kedua pedangnya kepada mereka dan sekali Ayunan. Kedua Orang itu langsung kembali ke tempatnya masing-masing.

Yeji pun akhirnya tenang kembali. kedua pedangnya seketika berubah kembali. Dan begitu juga dengan Sarung tangannya yang muncul kembali.

Keadaan Pun akhirnya kembali semula. Akan tetapi, Air mata Yeji tiba-tiba turun dari kedua matanya.

Yeji tak tahu mengapa ia merasa sedih saat Menggunakan Kedua pedang itu. Air matanya tentu saja tidak ada yang melihatnya.

Tubuhnya yang gemetar disalahartikan oleh Orang-orang yang ada di sana. Ia pun langsung mengusap air matanya dan kemudian kembali ke tempatnya.

Duduk di sana sambil menunggu latihannya yang selanjutnya datang. Para pelayan mulai ketakutan mendekatinya.

Kaisar Never yang sudah membuka Perisainya hanya melewati Yeji tanpa sedikit pun menatapnya. Ia hanya melewatinya bagaikan Angin yang lewat saja.

Yeji tau, dia yang salah. Karena telah melanggar Janjinya sendiri. Ia pun kembali bersedih tanpa mengeluarkan air mata.

Bahkan ia sudah tak sanggup menatap para sahabatnya. Yeji pun langsung memukul dadanya yang tiba-tiba sesak.

"Bertahanlah, Yeji. Bertahanlah. Biarkan Perasaan ini menjadi Pelajaran bagimu untuk mengendalikan Perasaan Putri Villain yang terluka ini. Pertahankan!!" Ucap Yeji di sana.

Sedangkan di satu sisi. Wooyoung tiba-tiba merasa bersalah pada Yeji karena sudah berburuk sangka padanya.

Bahkan dengan sengaja ia mengeluarkan Serangannya dan hampir saja dia melayangkannya kepada Gadis kecil itu.

Wooyoung langsung menghampiri Yeji yang saat ini masih duduk diam di sana. Namun Baru beberapa langkah, Hyunjin dan Heeseung langsung menghentikannya.

Ia pun terkejut sekaligus terheran melihat mereka berdiri di depannya sambil menghentikan Jalannya.

"Ada apa? Mengapa Lo berdua Menahan Jalanku?" Tanya Wooyoung Tak suka.

"Maafkan Aku, Pangeran. Tapi kau tidak diizinkan Untuk pergi dari tempatmu sebelum Latihan Putri Villain selesai!!" Ucap Heeseung.

"Tapi Aku mau mengatakan sesuatu pada Putri Villain. Biarkan aku Pergi sekarang?" Pinta Wooyoung saat menyadari sudah banyak mata tengah memerhatikan mereka.

"Maafkan Aku. Tapi, Ini Perintah Untukmu!!" Ucap Heeseung.

"Lebih Baik Lo Kembali Sebelum kami melakukan sesuatu kepadamu!" Bisik Hyunjin.

"Tapi,,, "

"Teman yang sudah mengangkat Senjata kepada sahabatnya itu tak pantas di sebut sebagai Sahabat. Melainkan Musuh. Lebih Baik Kamu Kembali ke tempatmu, Pangeran Wangyu!!" Ucap Hyunjin Dingin.

"Aku Tahu. Lo sama Karina memang Memiliki Tugas berupa Hubungan yang begitu kuat dengan Pangeran Agra. Tapi, Lo berdua seharusnya berpikir apakah Benar mengangkat serangan kepada Sahabatmu yang sudah nyatanya memiliki keinginan untuk melindunginya? Bukan untuk membunuhnya?" Ucap Hyunjin lagi.

"Aku-,,, "

"Pangeran Wangyu. Meskipun Kamu yang paling tua dan Putri Kwangya adalah Putri Terkuat di Negeri ini. Aku tidak akan semudah itu mengangkat senjata kepada sahabatku hanya sebuah alasan tidak masuk akal!!" Tambah Hyunjin.

"Buat Apa Buat Perjanjian persahabatan? Kalau kalian berdua malah melanggarnya sendiri?" Ucap Hyunjin lagi.

"Apa Kamu Tau? Putri Villain telah banyak menanggung beban karena Posisinya sebagai Putri Terkuat. Tapi, bukan berarti Dia akan mencoba membunuh Pangeran Agra tanpa berpikir Panjang, bukan?" Ucap Hyunjin lagi.

DUNIA NEVERLAND Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang