***
Heeseung yang saat ini tengah menjaga dua sahabatnya yang sedang beristirahat sehabis latihan. Heeseung menatap Luar Jendela sambil memikirkan sesuatu.
Sepeninggalannya Karina, Hyunjin, dan Wooyoung di sana untuk mengambil makanan untuk mereka semua. Heeseung lebih memilih berdiam diri untuk menjaga kedua sahabatnya itu.
Ia pun kini tengah memikirkan sesuatu yang sejak tadi menganggu pikirannya. Xanan dan Mujin pun keheranan melihatnya.
"Mengapa Gue harus berada di sini? Melihat secara langsung sahabatku berada dalam bahaya dan terluka karena gara-gara aku. Dan Ingatan Pangeran Frans selalu saja mengangguku.
Gue tak pernah menyangka bahwa mereka akan secepat ini menganggap diriku sahabatnya. Malah mereka dengan santainya melindungiku dari bahaya. Walaupun Aku memiliki posisi tertinggi, mana mungkin gue akan senang melihatnya.
Awalnya gue mengira Dunia ini pasti akan sama seperti Di dunia Novel yang berakhir membahagiakan. Tapi, Justru gue gak merasakan apa pun di sini. Yang gue rasakan adalah rasa takut kehilangan dan Kekhawatiran berlebih.
Sebelumnya gue gak pernah merasakan hal ini ketika bersama dengan Para Member. Btw,, bagaimana keadaan mereka di sana? Apakah mereka baik-baik saja tanpa ada diriku?" Batinnya.
Eughhh
Sontak Heeseung berbalik dan segera turun dari tempat tidur. Kemudian mengambil Gelas air minum dan segera memberikannya kepada Yeji yang barusan terbangun.
Yeji lantas menerimanya dan segera meminumnya. Setelahnya ia langsung memberikannya kembali pada Heeseung dan mengatur Nafasnya yang masih belum terkumpul.
"Bagaimana? Kamu sudah merasa baikkan?" Tanya Heeseung khawatir.
"Hemm,, Aku udah kok!!!" Jujurnya.
"Syukurlah. Yang lain keluar terlebih dahulu untuk mengambil Makanan untuk kita. Jadi, tunggu saja mereka!!" Lapor Heeseung.
"Benarkah? Oh, baiklah!!" Ucap Yeji lagi.
"Oh Yah, Heeseung. Lo belum dapat rencana dan strategi Penyerang untuk melawan Para Bandit dan Raja itu, iyakan?" Tanya Yeji.
"Yah. Karna kamu sendiri yang katakan bahwa kamu yang akan membicarakan denganku!!" Ucap Heeseung Jujur.
"Yah, sudah. Kalau begitu, aku Membutuhkanmu!!" Ucap Yeji.
"Yah, tentu!!" Jawab Heeseung seadanya.
"Heeseung. Apa lo bisa membawa Sedikit senjata dari prajurit? Misalnya Tombak, Busur, dan berbagai macam lainnya?" Tanya Yeji yang mulai menjelaskan strateginya.
"Yah, tentu bisa. Tapi, apa yang akan lo gunain barang itu? Bukankah sudah jelas. Kita semua termasuk elo sendiri punya senjata, bukan? Lalu ada apa dengan ini?" Jawab dan tanya Heeseung.
"Heeseung. Bukan tanpa alasan gue menyuruh lo membawanya. Apa lo pikir? Melewati Hutan Tipu Muslihat akan semudah yang lo bayangkan? Tentu tidak. Dan gue mau lo Bawa senjata itu untuk berjaga-jaga saja. Karena kita membawa Guru-guru dari sekolah Bangsawan dan sudah tentu kita tahu melindungi Masyarakat merupakan Tujuan utama kita sebagai Pangeran dan juga Putri dari Kerajaan ini.
Gue punya firasat bahwa Hutan Tipu Muslihat itu sama seperti disebuah Film-film Fantasi. Selalu ada Hewan Tak Kasat Mata dan sangat membahayakan. Dan aku sempat mendengar bahwa Hutan itu penuh dengan berbagai Macam Iblis yang memiliki kekuatan rendah Namun sangat berbahaya bagi orang yang lemah terhadap Elemen dasarnya" Ucap Yeji panjang lebar.
"Yah. Aku juga sempat membaca buku Pangeran Frans bahwa Dahulu Hutan itu hanya hutan biasa saja. Tapi semenjak Vivian berkhianat para Iblis-iblis itu mulai hilang kendali dan berakhir akan memakan setiap orang yang lemah elemen dasarnya!!" Ucap Heeseung.
KAMU SEDANG MEMBACA
DUNIA NEVERLAND
FantasyHyunjin, Yeonjun, Yeji, Heeseung, Wooyoung, dan juga Karina. Mereka tak pernah menyangka bahwa mereka akan terdampar ke dalam dunia Yang Penuh Misterius seperti mereka tengah alami itu. Apalagi mereka tak tahu bahwa hanya mereka saja yang dibawa ke...
