***
Pagi pun tiba dan kini saatnya bagi mereka meninggalkan Desa gelap menunju ke Hutan Tipu Muslihat. Salah satu tujuan mereka semua untuk mengalahkan seluruh Iblis-iblis rendahan itu.
Saat melewati Desa Gelap. Tak ada satu pun dari mereka yang tidak menundukkan kepalanya serta menatap wajah mereka. Karena mereka akhirnya mendengar bahwa Keturunan Istana Neverland telah kembali dan akan mengurus Negeri ini lebih baik dan akan menghancurkan Vivian untuk selama-lamanya.
Akan tetapi pada saat semua orang telah berada di depan semuanya. Yeji yang saat ini berada paling belakang karena terlalu sibuk mengagumi desa gelap, lantas berhenti sejenak.
"Sejak kapan Putri Villain beban Negeri ini bisa kembali? Seharusnya dia saja yang mati jangan seluruh Keturunan Yang Mulai. Dasar Beban Negeri!!"
"Mau di apa juga? Dia kan Adik kesayangan mereka, yah jelaslah si Beban itu takkan biarkan hidup kita tenang kembali"
"Sudah Bagus dia pergi, eh malah dia kembali. Beban Negeri ini tak tau diri!!"
Seketika seluruh daerah sekitar Yeji berubah menjadi Mencekam dan sangat dingin. Semua orang yang berada di belakangnya mulai membeku di sana.
Yeji lantas turun Atas kuda. Yang sempat dibeli oleh Guru-guru Bangsawan mereka. Kemudian menghampiri ketiga rakyatnya.
Wooyoung yang juga sedang berada dibelakang pun langsung berbalik dan terkejut melihat beberapa rakyat desa Gelap mulai membeku. Ia pun segera turun dari Atas kuda dan cepat menghampiri Yeji.
Tapi sudah terlambat. Gerakan yeji sangat Cepat. Sehingga dengan sekali Serangan dari Pukulannya. Ketiga rakyatnya yang sudah membeku total Langsung pecah.
Semua orang pun langsung terkejut sekaligus panik. Seketika semua orang langsung bersujud kepada Yeji dan mereka yang berada di depan sana masih belum menyadarinya.
Karena mereka tahu. Tidak ada apa-apa yang terjadi dibelakang mereka. Wooyoung akhirnya tiba di sana dan mencoba menenangkan Yeji. Pada saat ia mau mengatakan sesuatu kepadanya, Yeji sudah terlebih dahulu mengeluarkan Kalimat Perintahnya yang penuh Ancaman itu.
"Aku tak menyangka bahwa kalian semua akan merendahkan diriku seperti itu. Tapi, Jangan Harap. Suatu saat nanti jika Vivian datang ke sini, Aku tidak akan pernah mau datang menolong kalian semua. Meskipun itu perintah dari Yang Mulia.!!" Ucap Yeji.
"Ayo, Pergi kakak. Tinggalkan desa ini. Aku sudah tak sudi melihat Wajah mereka semua. Memalukan!!"
Yeji langsung menarik Wooyoung dan mereka pun akhirnya pergi dari sana. Tapi dengan kurang ajarnya para Masyarakat desa Gelap menganggap perkataan Yeji hanyalah sebuah Perkataan ancaman saja.
Sontak mereka semua berolok-olok serta memberikan kalimat pedas untuknya. Padahal tanpa mereka ketahui bahwa perkataan Yeji itu sudah mutlak. Tidak ada kata tidak tuk baginya mengulangi perkataannya.
Sampai mereka sudah jauh dari Desa Gelap, Wooyoung langsung menghentikan Jalan yeji dan Yeji pun terkejut dan langsung berhenti.
"Ada apa, Kakak? Kenapa kau menghalang Jalanku?" Tanya Yeji Dingin.
"Ku Mohon. Jangan begini. Jangan melakukan apa pun yang bisa membuatmu berada dalam bahaya. Aku tau, ini bukan salahmu. Tapi, Pantaskah kau menghancurkan Rakyatmu dengan cara seperti itu?" Ucap Wooyoung lagi.
"Tapi aku tak tahan dengan Perkataan mereka, Kakak!!" Lirihnya.
"Aku tahu. Tapi Pantaskah kau menggunakan kekuatan intimu hanya kepada seorang Rendahan seperti Rakyat Desa gelap itu? Putri Villain. Aku pernah mendengar bahwa kau yang terdahulu telah meminta sesuatu sebelum kau tewas, benar bukan?" Yeji Langsung Diam
KAMU SEDANG MEMBACA
DUNIA NEVERLAND
FantasiHyunjin, Yeonjun, Yeji, Heeseung, Wooyoung, dan juga Karina. Mereka tak pernah menyangka bahwa mereka akan terdampar ke dalam dunia Yang Penuh Misterius seperti mereka tengah alami itu. Apalagi mereka tak tahu bahwa hanya mereka saja yang dibawa ke...
